Ad space available
Ambisi Interplaneter xAI: Elon Musk Ungkap Rencana Pabrik AI di Bulan
xAI merilis presentasi internal yang mengungkap visi pembangunan Data Center di luar angkasa dan restrukturisasi tim untuk merancang mesin roket dengan AI.

Ambisi Interplaneter xAI: Elon Musk Ungkap Rencana Pabrik AI di Bulan
SAN FRANCISCO, (11 Februari 2026)
- xAI melakukan restrukturisasi besar-besaran menjadi empat divisi utama: Grok, Coding, Imagine, dan Macrohard.
- Visi masa depan mencakup pembangunan Data Center di luar angkasa dan pabrik AI di bulan menggunakan sistem peluncuran lunar mass driver.
- Platform X mencatat pendapatan tahunan dari sektor langganan menembus angka $1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun).
Mengutip laporan dari TechCrunch, xAI mengambil langkah langka dengan mempublikasikan rekaman video pertemuan all-hands berdurasi 45 menit secara publik melalui platform X. Melansir data dari laporan sebelumnya di The New York Times, publikasi ini memberikan detail signifikan mengenai peta jalan produk dan ambisi interplaneter perusahaan besutan Elon Musk tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Musk mengonfirmasi adanya rentetan pengunduran diri karyawan yang ia sebut sebagai bagian dari PHK akibat perubahan struktur organisasi. Meskipun reorganisasi adalah hal yang lumrah, skala kepergian ini cukup mengejutkan karena melibatkan sebagian besar tim pendiri. "Seiring pertumbuhan perusahaan yang sangat cepat, struktur xAI harus berevolusi," ungkap Musk melalui akun resminya.
Struktur Baru dan Proyek Macrohard
Struktur organisasi baru xAI kini terbagi menjadi empat tim utama. Tim pertama fokus pada Grok (chatbot dan integrasi suara), tim kedua pada App Coding, dan tim ketiga pada Imagine yang menangani video generator.
Tim keempat adalah proyek Macrohard, yang dipimpin oleh Toby Pohlen. Proyek ini bertujuan untuk mensimulasikan penggunaan komputer hingga pemodelan korporasi skala besar. Pohlen menyatakan bahwa sistem ini nantinya mampu melakukan apa pun yang bisa dilakukan manusia pada komputer, termasuk target ambisius untuk merancang mesin roket secara utuh menggunakan AI.
Performa Finansial dan Isu Konten
Head of Product X, Nikita Bier, mengungkapkan bahwa platform X baru saja melampaui angka $1 miliar dalam annual recurring revenue (ARR) yang bersumber dari langganan. Peningkatan ini didorong oleh kampanye pemasaran intensif selama periode liburan.
Dari sisi performa teknologi, fitur Imagine diklaim menghasilkan 50 juta video setiap hari dan lebih dari 6 miliar gambar dalam 30 hari terakhir. Namun, angka-angka ini dibayangi oleh kontroversi masifnya konten deepfake seksual yang membanjiri platform X pada periode yang sama, yang diperkirakan mencapai 1,8 juta gambar dalam sembilan hari.
Visi Data Center Luar Angkasa
Bagian paling mencolok dari presentasi tersebut adalah ambisi Musk terhadap Data Center berbasis luar angkasa. Musk membayangkan sebuah pabrik di bulan yang memproduksi satelit AI, dilengkapi dengan lunar mass driver—semacam ketapel elektromagnetik—untuk meluncurkannya. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu membentuk klaster AI raksasa yang dapat menangkap energi matahari dalam skala masif untuk mendukung kapasitas komputasi intergalaksi.
Dampak bagi Indonesia
Ambisi teknologi xAI dan performa finansial X memiliki implikasi strategis bagi ekosistem digital di Indonesia:
- Ekonomi Digital: Pendapatan langganan X sebesar $1 miliar mencakup kontribusi dari pasar Indonesia. Dengan biaya langganan X Premium yang berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan, pertumbuhan ini menunjukkan daya beli pengguna lokal terhadap layanan premium berbasis AI.
- Urgensi Regulasi Generative AI: Masifnya produksi konten melalui fitur Imagine (6 miliar gambar/bulan) meningkatkan risiko penyebaran deepfake di Indonesia. Hal ini menuntut penguatan regulasi dari pemerintah terkait keamanan konten digital dan perlindungan data pribadi.
- Kemandirian Infrastruktur: Fokus Musk pada space-based computing dapat menjadi rujukan bagi pengembangan infrastruktur Cloud Computing satelit di Indonesia, yang sangat dibutuhkan untuk menyediakan akses internet dan layanan AI di wilayah kepulauan terpencil.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


