Advertisement

Ad space available

Berita AI

X Tindak Tegas Konten AI Konflik Bersenjata Tanpa Label, Kreator Bisa Kena Ban

X resmi memberlakukan sanksi penangguhan monetisasi bagi kreator yang mengunggah video Generative AI bertema konflik bersenjata tanpa label. Langkah ini diambil guna menekan penyebaran misinformasi di tengah situasi perang yang sensitif.

Tim Rekayasa AI
Penulis
3 Maret 2026
3 min read
#X#Generative AI#Creator Revenue Sharing Program#Misinformasi#Community Notes
X Tindak Tegas Konten AI Konflik Bersenjata Tanpa Label, Kreator Bisa Kena Ban

X Tindak Tegas Konten AI Konflik Bersenjata Tanpa Label, Kreator Bisa Kena Ban

SAN FRANCISCO, (3 Maret 2026) — Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) resmi memberlakukan kebijakan keras terhadap penggunaan teknologi kecerdasan buatan. Mengutip laporan dari TechCrunch, X akan menangguhkan kreator dari program bagi hasil iklan jika mereka mengunggah video hasil Generative AI bertema konflik bersenjata tanpa menyertakan label pengungkapan yang jelas.

Key Takeaway
  • Kreator yang melanggar aturan label konten AI bertema perang akan ditangguhkan dari Creator Revenue Sharing Program selama 90 hari.
  • Pelanggaran berulang akan mengakibatkan pemblokiran permanen dari seluruh program monetisasi di platform X.
  • Identifikasi konten dilakukan melalui kombinasi alat deteksi Generative AI internal dan sistem validasi komunitas, Community Notes.

Nikita Bier, Head of Product di X, mengumumkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan pengguna mendapatkan informasi autentik di tengah situasi kritis. "Di masa perang, sangat krusial bagi masyarakat untuk memiliki akses ke informasi lapangan yang otentik. Dengan teknologi AI saat ini, sangat mudah untuk membuat konten yang dapat menyesatkan orang," tulis Bier dalam unggahannya di X.

Kebijakan ini menyasar partisipan dalam Creator Revenue Sharing Program. Program ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan pendapatan dari iklan yang muncul di unggahan mereka, selama mereka berlangganan X Premium. Para kritikus menilai program ini sebelumnya sering memicu kreator untuk mengunggah konten sensasional atau clickbait demi mengejar engagement yang tinggi.

Untuk mengidentifikasi pelanggaran, X akan menggunakan alat pendeteksi konten otomatis serta mengandalkan Community Notes, sistem fact-checking berbasis kontribusi pengguna. Meskipun langkah ini dipuji sebagai upaya melawan hoaks, beberapa pihak menilai kebijakan ini masih terbatas karena belum mencakup misinformasi politik atau produk komersial yang juga marak menggunakan media hasil AI.

Dampak bagi Indonesia

Bagi komunitas kreator konten di Indonesia, kebijakan ini menjadi peringatan penting untuk lebih transparan dalam menggunakan alat bantu visual berbasis AI. Mengingat tingginya minat netizen Indonesia terhadap isu konflik global, pengunggahan video AI tanpa label "Dibuat dengan AI" kini berisiko menghilangkan potensi pendapatan dalam Rupiah yang telah dikumpulkan kreator.

Langkah X ini juga sejalan dengan panduan etika digital di Indonesia yang didorong oleh Kominfo guna menekan angka hoaks. Kreator lokal yang menggunakan Machine Learning atau Generative AI untuk membuat konten dramatis terkait situasi keamanan global harus lebih disiplin dalam pelabelan agar tidak terjerat sanksi platform maupun potensi masalah hukum terkait penyebaran berita bohong yang diatur dalam UU ITE.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin