Ad space available
Vega Raih US$120 Juta Seri B, Tantang Dominasi Splunk di Sektor Cybersecurity
Startup AI cybersecurity Vega baru saja mengamankan pendanaan Seri B senilai US$120 juta untuk merombak sistem deteksi ancaman. Dengan valuasi US$700 juta, Vega menawarkan efisiensi biaya tinggi bagi perusahaan besar.

Revolusi Deteksi Ancaman: Vega Gunakan AI untuk Tantang Standar SIEM Tradisional
SAN FRANCISCO, (10 FEBRUARI 2026)
- Vega Security meraih pendanaan Seri B senilai US$120 juta yang dipimpin oleh Accel, mendongkrak valuasinya menjadi US$700 juta.
- Berbeda dengan alat legacy seperti Splunk, Vega mendeteksi ancaman langsung di lokasi data tersimpan (Cloud Computing/Data Lake) tanpa perlu memindahkannya.
- Perusahaan ini telah menandatangani kontrak jutaan dolar dengan bank, sektor kesehatan, dan perusahaan Fortune 500.
Perusahaan modern saat ini menghasilkan data keamanan dalam jumlah yang sangat masif. Namun, melansir laporan dari TechCrunch yang ditulis oleh Rebecca Bellan, alat tradisional atau legacy tools seperti Splunk masih mengharuskan perusahaan untuk menyimpan semua data di satu tempat sebelum dapat mendeteksi ancaman. Proses ini dinilai lambat, mahal, dan mulai tidak relevan di lingkungan Cloud Computing di mana volume data meledak dan tersebar di mana-mana.
Startup Cybersecurity berbasis AI, Vega Security, ingin membalikkan pendekatan tersebut. Dengan menjalankan sistem keamanan langsung di tempat data berada—baik itu di layanan Cloud Computing, Data Lake, maupun sistem penyimpanan yang ada—Vega menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi. Perusahaan yang baru berusia dua tahun ini baru saja mengumumkan pendanaan Seri B eksklusif sebesar US$120 juta untuk memperluas visi tersebut.
Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Accel dengan partisipasi dari Cyberstarts, Redpoint, dan CRV. Total pendanaan Vega kini mencapai US$185 juta. Dana segar ini akan digunakan untuk mengembangkan lebih lanjut AI-native security operations suite mereka, memperkuat tim go-to-market, dan melakukan ekspansi global.
Mengatasi Masalah Biaya dan Kompleksitas
Shay Sandler, Co-founder dan CEO Vega, menjelaskan bahwa model operasional SIEM (Security Information and Event Management) yang mendominasi selama dua dekade terakhir tidak hanya sangat mahal, tetapi juga menyebabkan kegagalan pada security operations berbasis AI. Dalam lingkungan Cloud Computing yang kompleks, model lama justru meningkatkan risiko terhadap aktor ancaman.
"Vega mendefinisikan model operasional baru yang memungkinkan organisasi memanfaatkan potensi penuh data perusahaan untuk mencapai kesiapan Incident Response, tanpa semua kompleksitas, biaya, dan drama yang ada," ujar Sandler. Sandler sendiri merupakan veteran unit Cybersecurity militer Israel dan sebelumnya merupakan tokoh kunci di Granulate sebelum diakuisisi Intel senilai US$650 juta.
Andrei Brasoveanu, partner di Accel, menyoroti bahwa raksasa seperti Splunk (yang diakuisisi Cisco senilai US$28 miliar) sering dikritik karena solusinya sulit diskalakan di tengah lonjakan data era AI. "Splunk dan kompetitor lainnya selalu melakukan sentralisasi data, yang pada dasarnya membuat pelanggan tersandera secara biaya," ungkap Brasoveanu.
Dampak bagi Indonesia
Masuknya pendanaan besar ke Vega Security memberikan sinyal kuat bagi industri teknologi di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya serangan siber dan penerapan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Berikut adalah beberapa dampak relevan untuk pasar lokal:
- Efisiensi Anggaran Infrastruktur: Dengan nilai pendanaan US$120 juta (setara Rp1,89 Triliun), teknologi Vega menawarkan solusi bagi perusahaan besar di Indonesia (seperti Perbankan dan BUMN) untuk mendeteksi ancaman tanpa harus membayar biaya penyimpanan Cloud Computing yang membengkak akibat sentralisasi data.
- Kedaulatan Data: Model Vega yang tidak mengharuskan perpindahan data sangat cocok dengan regulasi kedaulatan data di Indonesia. Perusahaan tetap bisa menjaga data sensitif di dalam infrastruktur lokal atau private cloud mereka sendiri sambil tetap mendapatkan proteksi AI tingkat lanjut.
- Standar Baru bagi Startup Lokal: Keberhasilan Vega menunjukkan bahwa inovasi di level fundamental architecture (bukan sekadar lapisan aplikasi) sangat dihargai oleh investor global. Ini bisa menjadi inspirasi bagi founder startup Cybersecurity di Indonesia untuk fokus pada efisiensi pemrosesan data di level Data Lake.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


