Ad space available
CEO Boston Dynamics Robert Playter Mundur Setelah 30 Tahun Mengabdi
Robert Playter resmi mengundurkan diri dari jabatan CEO Boston Dynamics setelah tiga dekade berkarier. CFO Amanda McMaster ditunjuk sebagai pemimpin sementara perusahaan robotika milik Hyundai ini.

Kepemimpinan Boston Dynamics Berganti: Robert Playter Tanggalkan Jabatan CEO
BOSTON, (10 Februari 2026)
- Robert Playter mengundurkan diri sebagai CEO Boston Dynamics setelah 30 tahun berkarier di perusahaan tersebut.
- CFO Amanda McMaster akan menjabat sebagai pimpinan sementara (interim) hingga pengganti permanen ditemukan.
- Transisi ini terjadi di tengah upaya Hyundai untuk mempercepat komersialisasi robot humanoid Atlas dan robot berkaki empat Spot.
Boston Dynamics, perusahaan robotika terkemuka asal Massachusetts yang dikenal melalui robot berkaki empat dan humanoid canggihnya, kini tengah menghadapi perubahan kepemimpinan yang signifikan. Mengutip laporan dari TechCrunch dan data yang pertama kali dilaporkan oleh A3, Robert Playter mengumumkan pengunduran dirinya melalui memo internal pada hari Selasa.
Amanda McMaster, yang saat ini menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO), akan mengisi posisi pucuk pimpinan untuk sementara waktu selagi perusahaan mencari pengganti tetap. Hingga berita ini diturunkan, pihak Boston Dynamics belum memberikan keterangan tambahan secara mendalam mengenai alasan spesifik pengunduran diri tersebut.
Rekam Jejak 30 Tahun di Garis Depan Robotika
Playter mengambil alih posisi CEO pada tahun 2020, menggantikan pendiri perusahaan, Marc Raibert. Selama tiga dekade di Boston Dynamics, ia telah memegang berbagai peran krusial, termasuk Vice President of Engineering dan Chief Operating Officer (COO).
Di bawah kepemimpinannya, Boston Dynamics berhasil melakukan transisi dari laboratorium riset yang didanai militer menjadi perusahaan produk komersial. Robot berkaki empat mereka, Spot, resmi dikomersialisasi pada tahun 2020, tak lama setelah Playter menjabat. Perusahaan juga baru-baru ini memperkenalkan versi terbaru dari Atlas, robot humanoid yang sepenuhnya bertenaga elektrik untuk keperluan industri.
Sejarah Kepemilikan dan Ekspansi
Didirikan pada tahun 1992 sebagai spinoff dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston Dynamics telah melewati beberapa fase kepemilikan besar:
- Alphabet (Google): Mengakuisisi perusahaan pada tahun 2013.
- SoftBank: Mengambil alih dari Google pada tahun 2017.
- Hyundai: Pemilik saat ini, yang mengakuisisi mayoritas saham pada tahun 2021 dengan visi mengintegrasikan robotika ke dalam logistik dan manufaktur pintar.
Dampak bagi Indonesia
Perubahan kepemimpinan di Boston Dynamics memiliki relevansi strategis bagi lanskap teknologi di Indonesia, terutama dalam adopsi otomasi industri:
- Implementasi Industri 4.0: Perusahaan besar di Indonesia di sektor energi dan pertambangan (seperti Pertamina atau kontraktor tambang) telah mulai menjajaki penggunaan robot Spot untuk inspeksi area berbahaya. Pergantian CEO ini kemungkinan besar tidak akan mengubah komitmen Hyundai untuk membawa teknologi ini ke pasar global, termasuk Asia Tenggara.
- Harga dan Aksesibilitas: Robot Spot saat ini dibanderol sekitar US$75.000 atau setara dengan Rp1,18 Miliar (asumsi kurs Rp15.700). Dengan fokus komersialisasi yang kuat di bawah kepemimpinan baru, diharapkan ada model bisnis atau skema Robot-as-a-Service (RaaS) yang lebih terjangkau bagi perusahaan di Indonesia.
- Transfer Teknologi: Kehadiran robotika canggih ini mendorong universitas di Indonesia untuk memperbarui kurikulum mereka di bidang Machine Learning dan Neural Networks guna mencetak talenta yang mampu mengoperasikan dan memelihara infrastruktur robotik di masa depan.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


