Ad space available
Replit Capai Valuasi $9 Miliar, Revolusi Vibe-Coding Kian Melesat
Replit mengamankan pendanaan Seri D sebesar $400 juta, melonjakkan valuasinya menjadi $9 miliar hanya dalam enam bulan. Startup ini menargetkan ARR sebesar $1 miliar berkat tren vibe-coding.

Replit Capai Valuasi $9 Miliar, Revolusi Vibe-Coding Kian Melesat
BOSTON, (Rabu, 11 Maret 2026)
- Replit mengamankan pendanaan Seri D senilai $400 juta dengan valuasi mencapai $9 miliar.
- Valuasi ini melonjak tiga kali lipat hanya dalam waktu enam bulan sejak September 2025.
- Perusahaan menargetkan Annual Recurring Revenue (ARR) menyentuh angka $1 miliar pada akhir tahun 2026.
Platform pengembangan perangkat lunak berbasis Cloud Computing, Replit, baru saja mencatatkan sejarah baru dalam dunia startup teknologi. Mengutip laporan dari TechCrunch, Replit mengumumkan perolehan pendanaan Seri D sebesar $400 juta yang melambungkan valuasinya ke angka $9 miliar.
Melansir data yang dirilis perusahaan pada Rabu waktu setempat, putaran pendanaan ini dipimpin oleh Georgian Partners. Sejumlah investor besar lainnya juga turut berpartisipasi, termasuk Andreessen Horowitz (a16z), Coatue, Y Combinator, hingga Databricks Ventures. Menariknya, CEO Replit Amjad Masad mengungkapkan bahwa pesohor seperti Shaquille O’Neal dan Jared Leto juga bergabung sebagai angel investor dalam putaran ini.
Fenomena Vibe-Coding dan AI Agent
Pencapaian ini tergolong sangat cepat mengingat Replit baru saja menyentuh valuasi $3 miliar pada September tahun lalu. Kenaikan nilai perusahaan sebesar 200% dalam waktu enam bulan ini didorong oleh popularitas tren vibe-coding—sebuah istilah yang merujuk pada proses pembuatan aplikasi melalui instruksi bahasa alami yang dieksekusi oleh AI Agent.
Amjad Masad menyatakan bahwa transformasi Replit dari alat bagi pengembang profesional menjadi platform bagi non-programmer adalah kunci pertumbuhan mereka. Meskipun tidak merinci angka pendapatan saat ini, Replit menargetkan untuk mencapai Annual Recurring Revenue (ARR) sebesar $1 miliar di penghujung tahun 2026.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi Generative AI ke dalam lingkungan pengembangan (IDE) telah mengubah cara perangkat lunak diciptakan, memungkinkan siapa saja untuk membangun produk digital hanya dengan modal ide dan deskripsi tekstual.
Dampak bagi Indonesia
Lonjakan valuasi Replit menjadi $9 miliar (setara Rp142,2 triliun dengan asumsi kurs Rp15.800) memberikan sinyal kuat bagi ekosistem digital di Indonesia:
- Demokratisasi Pembuatan Aplikasi: Dengan teknologi Replit yang semakin canggih, talenta non-teknis di Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk membangun produk digital atau Fintech tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan ilmu komputer yang mendalam.
- Efisiensi Startup Lokal: Penggunaan AI Agent dalam pengembangan aplikasi dapat menekan biaya operasional startup tahap awal di Indonesia, karena proses prototyping dan pengembangan fitur bisa dilakukan lebih cepat dengan tim yang lebih ramping.
- Peluang Solopreneur: Tren ini diprediksi akan meningkatkan jumlah solopreneur atau pengusaha mandiri di Indonesia yang mampu mengelola infrastruktur teknologi kompleks secara mandiri melalui alat Cloud Computing yang terintegrasi AI.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


