Ad space available
Qualcomm & Neura Robotics Berkolaborasi Kembangkan Humanoid Berbasis Chip IQ10
Qualcomm resmi bermitra dengan Neura Robotics untuk menciptakan sistem saraf robot masa depan menggunakan prosesor IQ10. Langkah ini mempercepat adopsi Physical AI di sektor industri dan rumah tangga.

Qualcomm dan Neura Robotics Bangun Ekosistem Physical AI Masa Depan
SAN FRANCISCO, (9 Maret 2026)
- Neura Robotics akan menggunakan prosesor Qualcomm IQ10 (Dragonwing Robotics) sebagai desain referensi untuk robot Humanoid dan AMRs terbaru.
- Kerja sama ini mencakup integrasi platform simulasi Neuraverse untuk mengoptimalkan performa Physical AI pada perangkat keras Qualcomm.
- Kolaborasi ini mengikuti tren industri global di mana perusahaan robotika bersinergi dengan raksasa Semiconductor untuk mempercepat komersialisasi robot cerdas.
Startup robotika asal Jerman, Neura Robotics, secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan raksasa Semiconductor, Qualcomm. Mengutip laporan dari TechCrunch, kolaborasi ini bertujuan untuk membangun generasi terbaru robotika dan Physical AI yang lebih cerdas dan responsif.
Melansir data dari jurnalis Rebecca Szkutak, kedua perusahaan akan bekerja sama mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai "otak dan sistem saraf" robot. Fokus utamanya adalah mempercepat penerapan robot Humanoid dan robot serbaguna di dunia nyata, baik untuk lingkungan domestik (rumah tangga) maupun pengaturan industri yang kompleks.
Integrasi Chip IQ10 dan Ekosistem Neuraverse
Dalam kesepakatan ini, Neura Robotics akan mengadopsi prosesor Dragonwing Robotics IQ10 dari Qualcomm sebagai desain referensi utama. Seri IQ10 sendiri baru saja diperkenalkan pada ajang CES awal tahun ini, yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja berat pada Autonomous Mobile Robots (AMRs) dan Humanoid.
Selain perangkat keras, Neura berencana memanfaatkan Neuraverse, platform simulasi dan pelatihan robotik mereka yang dirilis pada Juni 2025. Platform ini akan digunakan untuk menguji dan menyempurnakan performa robot yang berjalan di atas chipset Qualcomm sebelum diterjunkan ke lapangan.
"Kolaborasi ini menandai langkah besar menuju realisasi Physical AI: terbuka, terukur, dan terpercaya," ujar David Reger, CEO dan pendiri Neura Robotics. Ia menambahkan bahwa penggabungan keunggulan Qualcomm dalam Edge AI dan Connectivity akan mempercepat masa depan di mana robot kognitif dapat beroperasi dengan aman di samping manusia.
Tren Kemitraan Strategis di Industri Robotika
Langkah Qualcomm dan Neura ini mempertegas tren baru di industri teknologi. Sebelumnya, Boston Dynamics juga telah menjalin kemitraan dengan Google DeepMind untuk menyuntikkan AI Foundational Models ke dalam robot Atlas mereka.
Alih-alih hanya menjadi pelanggan vendor teknologi, perusahaan robotika kini memilih jalur kemitraan mendalam agar dapat menanamkan teknologi secara lebih optimal. Bagi Qualcomm, kerja sama ini memberikan wawasan langsung mengenai bagaimana prosesor mereka digunakan dalam skenario robotika nyata, sementara Neura mendapatkan akses ke infrastruktur komputasi papan atas.
Dampak bagi Indonesia
Perkembangan Physical AI dan robotika canggih ini memiliki implikasi signifikan bagi pasar Indonesia, terutama dalam transformasi menuju Industri 4.0:
- Sektor Manufaktur & Logistik: Implementasi AMRs bertenaga Qualcomm IQ10 berpotensi meningkatkan efisiensi di gudang-gudang logistik dan pabrik otomotif di Indonesia. Harga unit robot Humanoid kelas industri diprediksi akan tetap kompetitif di kisaran ratusan juta hingga miliaran Rupiah, tergantung pada kompleksitas tugasnya.
- Kebutuhan Tenaga Kerja Ahli: Masuknya teknologi ini ke pasar lokal akan meningkatkan permintaan terhadap talenta yang menguasai Prompt Engineering, Machine Learning, dan pemeliharaan perangkat keras robotik.
- Adopsi Teknologi Edge AI: Indonesia sebagai salah satu pasar smartphone terbesar Qualcomm kemungkinan akan melihat adopsi teknologi Connectivity dan Edge AI yang lebih luas, tidak hanya pada gadget tetapi juga pada infrastruktur kota cerdas (Smart City).
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


