Ad space available
Pinterest Klaim Pencarian Lebih Tinggi dari ChatGPT di Tengah Anjloknya Saham
Meskipun kinerja keuangan kuartal keempat meleset dari ekspektasi, Pinterest melaporkan volume pencarian yang melampaui ChatGPT. CEO Bill Ready menekankan dominasi platformnya dalam pencarian komersial dibandingkan AI chatbot tersebut.

Pinterest Klaim Pencarian Lebih Tinggi dari ChatGPT di Tengah Anjloknya Saham
SAN FRANCISCO, (12 Februari 2026)
- Pinterest mencatat 80 miliar pencarian bulanan, melampaui volume ChatGPT yang berada di angka 75 miliar.
- Harga saham Pinterest anjlok 20% setelah laporan pendapatan dan laba per saham (EPS) gagal mencapai target analis.
- CEO Pinterest menegaskan bahwa 50% pencarian di platformnya bersifat komersial, jauh lebih tinggi dibandingkan ChatGPT yang diperkirakan hanya 2%.
Setelah kinerja kuartal keempat yang mengecewakan, CEO Pinterest Bill Ready berupaya membandingkan situs digital pinboarding tersebut dengan AI chatbot populer, ChatGPT. Mengutip laporan dari TechCrunch, Ready menyoroti potensi Pinterest sebagai destinasi pencarian unik untuk menenangkan kekhawatiran investor.
Melansir data pihak ketiga, Ready menyatakan bahwa ChatGPT memproses sekitar 75 miliar pencarian per bulan. Sebagai perbandingan, Pinterest mencatatkan 80 miliar pencarian dan menghasilkan 1,7 miliar klik bulanan.
"Itu menjadikan kami salah satu destinasi pencarian terbesar di dunia. Dan yang terpenting, lebih dari separuh dari pencarian tersebut bersifat komersial, dibandingkan dengan ChatGPT yang saya perkirakan hanya sekitar 2%," tambah Ready.
Performa Keuangan yang Meleset
Pinterest gagal memenuhi ekspektasi Wall Street pada kuartal keempat dengan melaporkan pendapatan sebesar $1,32 miliar, sedikit di bawah proyeksi $1,33 miliar. Laba per saham (earnings per share) tercatat sebesar 67 sen, dibandingkan dengan 69 sen yang diharapkan.
Perusahaan juga memberikan proyeksi suram untuk kuartal pertama 2026, dengan perkiraan penjualan antara $951 juta hingga $971 juta, di bawah target analis sebesar $980 juta. Pinterest menyalahkan penurunan ini pada berkurangnya belanja pengiklan besar, khususnya di Eropa, serta penerapan tarif furnitur baru pada bulan Oktober yang mengganggu kategori perlengkapan rumah (home category).
Meskipun finansial meleset, basis pengguna Pinterest tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Pengguna aktif bulanan (monthly active users) meningkat 12% secara tahunan (year-over-year) menjadi 619 juta, melampaui prediksi analis sebanyak 613 juta pengguna. Namun, berita positif ini tidak cukup menahan jatuhnya saham perusahaan sebesar 20% dalam perdagangan after-hours.
Navigasi di Era Generative AI
Pinterest telah lama berjuang untuk mengonversi penggunaan platform yang tinggi menjadi pendapatan iklan. Di era Generative AI, tantangan ini semakin nyata jika pengiklan beralih ke platform di mana niat membeli lebih jelas, seperti permintaan pada chatbot untuk rekomendasi produk.
Menanggapi pergeseran ke belanja berbasis AI, Ready menunjuk pada fitur pencarian visual, penemuan, dan personalisasi Pinterest. Ia mengklaim fitur-fitur ini membantu pengguna menyelesaikan perjalanan komersial tanpa harus mengetik satu pun Prompt Engineering.
Ready juga mencatat bahwa kemitraan dengan Amazon telah mempermudah proses checkout. Meskipun AI Agent mungkin suatu saat bisa melakukan pembelian atas nama pengguna, Ready percaya bahwa saat ini konsumen belum sepenuhnya siap untuk teknologi tersebut, namun Pinterest akan siap jika tren itu tiba.
Dampak bagi Indonesia
Penurunan performa Pinterest secara global mencerminkan dinamika pasar iklan digital yang juga dirasakan di Indonesia. Dengan pendapatan $1,32 miliar atau sekitar Rp20,7 triliun (asumsi kurs Rp15.700), Pinterest masih menjadi kekuatan besar, namun ketergantungan pada sektor tertentu seperti furnitur menunjukkan kerentanan terhadap kebijakan perdagangan internasional.
Bagi pelaku bisnis e-commerce dan pengiklan di Indonesia, klaim Pinterest mengenai tingginya niat komersial (50%) memperkuat posisi platform ini sebagai alternatif strategis selain Google atau platform Generative AI. Selain itu, tren pertumbuhan pengguna global yang positif menunjukkan bahwa konten visual tetap menjadi daya tarik utama bagi netizen Indonesia yang gemar mencari inspirasi gaya hidup dan dekorasi rumah di tengah gempuran teknologi LLM.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


