Ad space available
OpenAI Rilis GPT-5.4: Hadir dalam Versi Pro dan Thinking untuk Profesional
OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.4 yang diklaim sebagai model paling efisien untuk pekerjaan profesional. Model baru ini hadir dengan varian Pro dan Thinking serta dukungan context window hingga 1 juta token.

OpenAI Rilis GPT-5.4: Model Tercanggih dengan Versi Pro dan Thinking
SAN FRANCISCO, (5 Maret 2026)
- GPT-5.4 hadir dalam tiga varian: Standar, Thinking (untuk penalaran), dan Pro (performa tinggi).
- Mendukung context window hingga 1 juta token, kapasitas terbesar yang pernah ditawarkan OpenAI melalui API.
- Penurunan tingkat halusinasi hingga 33% dibandingkan GPT-5.2 dan pengenalan sistem Tool Search untuk efisiensi biaya.
Mengutip laporan dari TechCrunch, OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.4 pada hari Kamis. Melansir data yang dibagikan oleh Russell Brandom, model ini diposisikan sebagai frontier model paling mumpuni dan efisien yang pernah dibuat untuk beban kerja profesional.
Selain versi standar, GPT-5.4 tersedia dalam varian GPT-5.4 Thinking yang dioptimalkan untuk penalaran (reasoning) dan GPT-5.4 Pro untuk performa tinggi. Melalui versi API, model ini mendukung context window hingga 1 juta token, memberikan ruang data yang jauh lebih luas bagi pengembang untuk memproses dokumen skala besar.
Efisiensi Token dan Performa Benchmark
OpenAI menekankan peningkatan pada efisiensi penggunaan tokens. GPT-5.4 diklaim mampu menyelesaikan masalah yang sama dengan jumlah tokens yang jauh lebih sedikit dibandingkan pendahulunya. Dari sisi performa, model ini memecahkan rekor pada benchmarks penggunaan komputer seperti OSWorld-Verified dan WebArena Verified.
Bahkan, dalam tes GDPval milik OpenAI, model ini mencapai skor rekor 83% untuk tugas-tugas berbasis pengetahuan (knowledge work). Brendan Foody, CEO Mercor, menyatakan bahwa GPT-5.4 sangat unggul dalam menghasilkan deliverables jangka panjang seperti slide decks, model finansial, hingga analisis hukum dengan kecepatan tinggi dan biaya lebih rendah.
Pengurangan Halusinasi dan Fitur Tool Search
Salah satu fokus utama dalam pengembangan GPT-5.4 adalah menekan angka halusinasi dan kesalahan faktual. OpenAI menyatakan model ini 33% lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan kesalahan pada klaim individu dibandingkan GPT-5.2. Secara keseluruhan, respon yang diberikan 18% lebih akurat dalam menjaga validitas data.
Untuk pengembang, OpenAI memperkenalkan sistem Tool Search pada API. Jika sebelumnya system prompts harus mendefinisikan semua alat yang tersedia—yang mengonsumsi banyak tokens—sistem baru ini memungkinkan model mencari definisi alat hanya saat dibutuhkan. Hasilnya, proses tool calling menjadi lebih cepat dan murah dalam sistem yang memiliki banyak tools tersedia.
Keamanan juga menjadi sorotan melalui evaluasi chain-of-thought yang baru. Evaluasi ini memastikan model tidak menyembunyikan proses penalarannya, sehingga meminimalisir potensi penipuan atau perilaku manipulatif dari AI, terutama pada versi Thinking.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran GPT-5.4 membawa dampak signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia. Dengan efisiensi tokens yang lebih baik, biaya operasional bagi startup lokal yang mengintegrasikan API OpenAI dapat ditekan. Jika dikonversi ke Rupiah, penghematan biaya tokens ini memungkinkan pengembang lokal menciptakan solusi AI yang lebih terjangkau bagi sektor UMKM.
Selain itu, kemampuan GPT-5.4 dalam analisis hukum dan keuangan sangat relevan bagi transformasi digital di sektor perbankan dan firma hukum di Jakarta. Pengurangan halusinasi sebesar 33% juga krusial untuk memastikan aplikasi layanan pelanggan (CS) berbasis AI di Indonesia dapat memberikan informasi kebijakan atau produk yang lebih akurat tanpa risiko kesalahan informasi faktual.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


