Ad space available
Sam Altman Umumkan Kesepakatan OpenAI dan Pentagon dengan Technical Safeguards
OpenAI resmi menjalin kerja sama dengan Pentagon untuk penggunaan model AI di jaringan militer rahasia. Kesepakatan ini mencakup protokol keamanan teknis guna mencegah penyalahgunaan dalam pengawasan massal.

Sam Altman Umumkan Kesepakatan OpenAI dan Pentagon dengan Technical Safeguards
SAN FRANCISCO, (1 Maret 2026)
- OpenAI resmi mengizinkan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menggunakan model AI mereka di jaringan rahasia (classified network).
- Kontrak tersebut mencakup technical safeguards yang melarang penggunaan AI untuk pengawasan massal domestik dan sistem senjata otonom tanpa kendali manusia.
- Kesepakatan ini muncul setelah rival mereka, Anthropic, dijatuhi sanksi oleh pemerintahan Trump karena menolak syarat penggunaan militer tertentu.
CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan pada Jumat malam bahwa perusahaannya telah mencapai kesepakatan strategis dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) atau Pentagon. Mengutip laporan dari TechCrunch, kesepakatan ini memungkinkan Pentagon untuk mengintegrasikan model AI milik OpenAI ke dalam jaringan klasifikasi militer mereka.
Langkah ini merupakan titik balik penting setelah ketegangan antara Pentagon dan Anthropic, rival utama OpenAI. Melansir data dari otoritas terkait, Anthropic sebelumnya menolak tuntutan Pentagon untuk mengizinkan model AI digunakan bagi "semua tujuan sah," dengan alasan kekhawatiran terhadap pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom. Penolakan tersebut memicu kritik keras dari Presiden Donald Trump, yang kemudian menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok (supply-chain risk).
Technical Safeguards dan Tanggung Jawab Manusia
Dalam pernyataannya di platform X, Sam Altman menekankan bahwa kontrak pertahanan OpenAI mencakup perlindungan teknis yang ketat untuk menjawab kekhawatiran etis. "Dua prinsip keselamatan terpenting kami adalah larangan terhadap pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom," ujar Altman.
Altman menjelaskan bahwa OpenAI akan membangun technical safeguards untuk memastikan model berperilaku sebagaimana mestinya. Perusahaan juga akan menempatkan sejumlah insinyur langsung di Pentagon untuk membantu implementasi model serta memastikan standar keamanan tetap terjaga.
Selain itu, Altman mengungkapkan dalam pertemuan internal bahwa pemerintah mengizinkan OpenAI membangun safety stack mandiri. Jika model menolak untuk melakukan tugas tertentu karena melanggar prinsip keamanan, pemerintah tidak akan memaksa OpenAI untuk mengeksekusi tugas tersebut.
Dampak bagi Indonesia
Kerja sama militer antara penyedia Generative AI terbesar di dunia dan lembaga pertahanan negara adidaya ini membawa implikasi signifikan bagi peta teknologi global, termasuk Indonesia:
- Kedaulatan Data dan AI: Langkah AS menggunakan AI di jaringan klasifikasi akan mendorong kementerian pertahanan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk mempercepat pengembangan Sovereign AI dan infrastruktur Data Center lokal yang aman.
- Standardisasi Etika AI Militer: Prinsip technical safeguards yang diajukan OpenAI bisa menjadi referensi bagi regulator di Indonesia (seperti Kominfo atau BSSN) dalam menyusun kebijakan terkait penggunaan LLM dalam sektor keamanan nasional.
- Harga dan Aksesibilitas: Fokus OpenAI pada kontrak bernilai besar dengan pemerintah berpotensi menggeser prioritas pengembangan fitur bagi pengguna retail. Namun, secara tidak langsung, integrasi ini dapat memperkuat ekosistem Cloud Computing global yang juga digunakan oleh perusahaan teknologi di Indonesia.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


