Advertisement

Ad space available

Berita AI

OpenAI Sempat Debat Laporkan Calon Penembak Kanada Terkait Aktivitas ChatGPT

Staf OpenAI berdebat apakah harus melaporkan perilaku mencurigakan seorang pengguna ChatGPT ke polisi sebelum terjadi penembakan massal di Kanada. Kasus ini menyoroti dilema etika perusahaan AI dalam memantau potensi kekerasan.

Tim Rekayasa AI
Penulis
21 Februari 2026
4 min read
#OpenAI#ChatGPT#Cybersecurity#LLM#Safety
OpenAI Sempat Debat Laporkan Calon Penembak Kanada Terkait Aktivitas ChatGPT

OpenAI Sempat Debat Laporkan Calon Penembak Kanada Terkait Aktivitas ChatGPT

TUMBLER RIDGE, (21 Februari 2026)

Key Takeaway
  • Aktivitas Jesse Van Rootselaar di ChatGPT diblokir pada Juni 2025 setelah alat pemantau internal mendeteksi penyalahgunaan terkait deskripsi kekerasan senjata.
  • Staf OpenAI sempat berdiskusi secara internal untuk menghubungi kepolisian Kanada, namun akhirnya batal karena dianggap belum memenuhi kriteria pelaporan darurat.
  • Kasus ini memicu kembali perdebatan global mengenai tanggung jawab pengembang Generative AI dalam mencegah ancaman kekerasan di dunia nyata.

Seorang remaja berusia 18 tahun yang diduga menewaskan delapan orang dalam penembakan massal di Tumbler Ridge, Kanada, dilaporkan menggunakan ChatGPT milik OpenAI dengan cara yang mengkhawatirkan staf perusahaan. Mengutip laporan dari TechCrunch dan Wall Street Journal, pelaku bernama Jesse Van Rootselaar telah masuk dalam pantauan sistem keamanan OpenAI beberapa bulan sebelum kejadian.

Percakapan Van Rootselaar yang mendeskripsikan kekerasan senjata api ditandai oleh alat pemantau penyalahgunaan LLM perusahaan tersebut. Akibatnya, akun milik pelaku telah diblokir sejak Juni 2025. Melansir data dari diskusi internal, para karyawan OpenAI sempat berdebat apakah mereka harus proaktif menghubungi penegak hukum Kanada terkait perilaku tersebut. Namun, manajemen akhirnya memutuskan untuk tidak melapor karena aktivitas Van Rootselaar saat itu dianggap belum memenuhi kriteria standar perusahaan untuk dilaporkan ke pihak berwenang.

OpenAI baru menghubungi otoritas Kanada setelah insiden tragis itu terjadi. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa meskipun aktivitas akun tersebut melanggar kebijakan penggunaan, pada saat itu tidak ditemukan indikasi ancaman langsung yang spesifik sesuai protokol pelaporan ke polisi.

Rekam jejak digital Van Rootselaar ternyata tidak hanya terbatas pada ChatGPT. Ia diketahui membuat permainan di Roblox yang mensimulasikan penembakan massal di sebuah mal dan aktif mengunggah konten tentang senjata api di Reddit. Selain itu, kepolisian setempat sebenarnya telah mengenal profil Van Rootselaar setelah sebelumnya menanggapi panggilan terkait insiden kebakaran di rumah keluarganya saat pelaku berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Kasus ini memperpanjang deretan kritik terhadap LLM dan chatbot AI yang dituduh dapat memicu gangguan mental atau memperburuk kondisi psikologis pengguna. Saat ini, OpenAI dan kompetitornya menghadapi berbagai gugatan hukum yang menuduh bahwa transkrip chat mereka mendorong pengguna untuk melakukan tindakan berbahaya atau membantu perencanaan tindakan kriminal.

Dampak bagi Indonesia

Kasus ini menjadi peringatan krusial bagi ekosistem teknologi di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya adopsi Generative AI di kalangan remaja. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang merumuskan regulasi terkait etika dan keamanan AI. Insiden ini menegaskan pentingnya kewajiban bagi penyedia platform untuk memiliki mekanisme pelaporan yang terintegrasi dengan penegak hukum lokal, seperti Polri, jika terdeteksi indikasi radikalisme atau ancaman kekerasan.

Secara ekonomi, biaya untuk pengawasan keamanan (Safety & Alignment) pada model AI diprediksi akan meningkat, yang kemungkinan berdampak pada biaya langganan layanan AI premium di Indonesia (saat ini berkisar Rp300.000 - Rp350.000 per bulan). Selain itu, komunitas edukasi teknologi di Indonesia perlu memperkuat literasi digital untuk memastikan bahwa penggunaan AI Agent tetap berada dalam koridor positif dan tidak menggantikan bantuan profesional untuk kesehatan mental.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin