Advertisement

Ad space available

Berita AI

NVIDIA dan Raksasa Global Bangun Pabrik AI di India, Investasi US$134 M

India menggandeng NVIDIA, Siemens, dan Synopsys untuk membangun pabrik berbasis AI guna merevolusi sektor manufaktur. Kolaborasi ini melibatkan investasi besar senilai US$134 miliar untuk kapasitas produksi modern.

Tim Rekayasa AI
Penulis
18 Februari 2026
4 min read
#NVIDIA#Digital Twin#Physical AI#Manufaktur#Omniverse
NVIDIA dan Raksasa Global Bangun Pabrik AI di India, Investasi US$134 M

NVIDIA dan Pemimpin Software Industri Global Gandeng Manufaktur Terbesar India untuk Dorong Booming AI

NEW DELHI, (17 FEBRUARI 2026)

Key Takeaway
  • India menginvestasikan US$134 miliar untuk kapasitas manufaktur baru yang didukung oleh teknologi Physical AI dan infrastruktur NVIDIA.
  • Perusahaan raksasa seperti Reliance, Tata Motors, dan Hero MotoCorp mengadopsi NVIDIA Omniverse dan CUDA-X untuk menciptakan Digital Twin dan mempercepat riset produk.
  • Integrasi software dari Siemens, Synopsys, dan Cadence memungkinkan simulasi industri yang 6 kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

India kini memasuki era baru industrialisasi seiring dengan transformasi AI dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan sistem fisik. Mengutip laporan dari NVIDIA Blog, negara tersebut tengah menginvestasikan US$134 miliar (sekitar Rp2.115 triliun) untuk kapasitas manufaktur baru di sektor konstruksi, otomotif, energi terbarukan, hingga robotika.

Melansir data terbaru, transformasi ini berpusat pada aplikasi yang diakselerasi oleh library NVIDIA CUDA-X dan NVIDIA Omniverse. Teknologi ini menghubungkan data dari tahap desain hingga operasional, menghadirkan Physical AI ke dalam pabrik, gudang, dan infrastruktur di seluruh India.

Modernisasi Pabrik dengan Siemens dan NVIDIA

Untuk mendukung pertumbuhan skala nasional, para pemimpin manufaktur India menggunakan perangkat lunak industri dari Siemens yang terintegrasi dengan NVIDIA. Reliance New Energy, anak perusahaan Reliance Industries, memperluas kolaborasinya dengan menggabungkan teknologi Digital Twin Siemens dan NVIDIA Omniverse untuk simulasi desain Gigafactory generasi terbaru mereka.

Sementara itu, Addverb Technologies, penyedia solusi otomasi gudang, memanfaatkan model fondasi NVIDIA Cosmos untuk melatih robot humanoid dan quadruped dalam lingkungan simulasi sebelum diterjunkan ke lapangan. Hero MotoCorp juga menggunakan infrastruktur NVIDIA untuk mempercepat siklus pengembangan produk melalui verifikasi virtual yang lebih presisi.

Akselerasi Desain Chip dan Simulasi Energi

Di sektor desain dan rekayasa, perusahaan seperti Havells India Limited melaporkan peningkatan efisiensi yang signifikan. Dengan menggunakan Synopsys Ansys Fluent yang ditenagai NVIDIA CUDA-X, Havells berhasil mencapai simulasi dinamika fluida 6 kali lebih cepat. Hal ini memungkinkan optimasi aliran udara dan efisiensi energi pada produk peralatan rumah tangga mereka secara lebih singkat.

Larsen & Toubro Semiconductor juga menerapkan Cadence Spectre X yang diakselerasi oleh GPU NVIDIA untuk memperpendek iterasi desain pada pengembangan chip AI generasi berikutnya. Langkah ini mempertegas posisi India tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga inovator di industri Semiconductor.

Peran Physical AI dalam Otomasi Industri

Sektor konsultasi IT India yang diproyeksikan mencapai US$350 miliar tahun ini turut menjadi mesin penggerak. Tata Consultancy Services (TCS) memanfaatkan platform NVIDIA Metropolis dan Digital Twin untuk menetapkan standar keselamatan di Tata Motors. Mereka mengubah umpan kamera standar menjadi sensor cerdas untuk pemeriksaan kualitas otomatis dan kepatuhan keselamatan real-time.

Wipro PARI juga mengintegrasikan platform robotika NVIDIA Isaac untuk memberikan solusi simulasi real-time bagi pelanggan otomotif, memungkinkan pengujian stres operasional secara virtual sebelum implementasi fisik dilakukan.

Dampak bagi Indonesia

Langkah masif India dalam membangun ekosistem pabrik AI memberikan pelajaran penting bagi agenda "Making Indonesia 4.0". Dengan investasi India yang mencapai Rp2.115 triliun, Indonesia dapat melihat potensi serupa pada sektor hilirisasi nikel dan produksi baterai kendaraan listrik (EV).

Penggunaan teknologi Digital Twin dan Cloud Computing di sektor manufaktur domestik dapat menekan biaya operasional dan mempercepat waktu pemasaran produk lokal ke pasar global. Selain itu, adopsi Physical AI di gudang logistik Indonesia dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok yang selama ini menjadi tantangan geografis utama di tanah air.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin