Ad space available
Microsoft dan Google Pastikan Anthropic Claude Tetap Tersedia bagi Publik
Microsoft, Google, dan Amazon menjamin akses model AI Anthropic Claude tetap aman bagi pelanggan umum dan perusahaan meski ada blacklist dari militer AS.

Microsoft dan Google Pastikan Anthropic Claude Tetap Tersedia bagi Publik
SAN FRANCISCO, (6 Maret 2026)
- Microsoft, Google, dan AWS mengonfirmasi bahwa model Claude tetap tersedia untuk pelanggan non-militer melalui platform Cloud Computing mereka.
- Status "risiko rantai pasok" dari Departemen Perang AS (DoD) hanya membatasi penggunaan Claude dalam kontrak langsung dengan militer.
- Anthropic menolak permintaan akses tak terbatas dari pemerintah AS untuk pengembangan senjata otonom dan pengawasan massal.
Melansir laporan dari TechCrunch, raksasa teknologi Microsoft, Google, dan Amazon (AWS) memberikan jaminan bahwa pelanggan mereka tetap dapat mengakses model AI dari Anthropic, yakni Claude. Pernyataan ini muncul setelah Departemen Perang Amerika Serikat di bawah administrasi Trump secara resmi melabeli Anthropic sebagai "risiko rantai pasok" (supply-chain risk).
Langkah keras pemerintah AS ini diambil setelah Anthropic menolak memberikan akses tak terbatas pada teknologinya untuk aplikasi yang dianggap perusahaan tidak dapat didukung secara aman, seperti pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom sepenuhnya. Meskipun demikian, Microsoft dan Google menegaskan bahwa pembatasan tersebut hanya berlaku untuk kontrak militer tertentu, bukan untuk sektor komersial atau perusahaan rintisan (startup).
Akses Melalui Platform Cloud Tetap Aman
Juru bicara Microsoft menyatakan bahwa tim hukum mereka telah mempelajari penunjukan risiko tersebut dan menyimpulkan bahwa produk Anthropic, termasuk Claude, tetap tersedia melalui platform seperti M365, GitHub, dan Microsoft AI Foundry. "Kami tetap dapat bekerja sama dengan Anthropic untuk proyek-proyek non-pertahanan," ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resminya.
Senada dengan Microsoft, Google Cloud juga mengonfirmasi hal serupa. Mereka menegaskan bahwa determinasi dari pemerintah tidak menghalangi mereka untuk menyediakan Claude kepada pelanggan melalui infrastruktur Cloud Computing miliknya. Amazon AWS pun dilaporkan tetap menyediakan layanan Claude bagi mitra dan pelanggan yang beban kerjanya tidak terkait dengan Departemen Perang.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan akan melawan label "risiko rantai pasok" tersebut di pengadilan. Amodei menekankan bahwa penunjukan tersebut secara hukum tidak dapat membatasi hubungan bisnis Anthropic dengan pelanggan yang menggunakan Claude untuk tujuan di luar kontrak spesifik dengan Departemen Perang.
Dampak bagi Indonesia
Bagi pasar teknologi di Indonesia, kebijakan ini memberikan kepastian bagi banyak startup dan perusahaan korporasi yang mengandalkan infrastruktur AI melalui ekosistem Azure, Google Cloud, atau AWS. Mengingat sebagian besar adopsi Generative AI di Indonesia bersifat komersial (seperti chatbot layanan pelanggan atau analisis data), konflik regulasi di AS ini tidak berdampak langsung pada operasional teknis pengguna lokal.
Integrasi Claude dalam layanan populer seperti GitHub Copilot atau Microsoft 365 tetap dapat dinikmati oleh pengembang dan profesional di Indonesia tanpa gangguan. Secara harga, akses API melalui model seperti Claude 3.5 Sonnet tetap mengikuti standar global (estimasi Rp47.000 hingga Rp235.000 per juta token), dan ketersediaannya di data center region terdekat dipastikan tetap stabil bagi pengguna yang ingin membangun AI Agent atau aplikasi berbasis LLM.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


