Advertisement

Ad space available

Berita AI

InScope Raih Pendanaan $14,5 Juta, Otomatisasi Laporan Keuangan dengan AI

Startup InScope yang didirikan oleh mantan akuntan Flexport dan Miro berhasil mengamankan pendanaan Seri A senilai $14,5 juta. Platform ini memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi penyusunan laporan keuangan yang rumit.

Tim Rekayasa AI
Penulis
20 Februari 2026
4 min read
#InScope#Artificial Intelligence#Fintech#SaaS#Startup Funding
InScope Raih Pendanaan $14,5 Juta, Otomatisasi Laporan Keuangan dengan AI

InScope Raih Pendanaan $14,5 Juta, Otomatisasi Laporan Keuangan dengan AI

SAN FRANCISCO, (20 Februari 2026)

Key Takeaway
  • InScope mengamankan pendanaan Seri A senilai $14,5 juta yang dipimpin oleh Norwest untuk mendisrupsi metode pelaporan keuangan tradisional.
  • Platform ini menggunakan AI untuk mengotomatisasi tugas manual dalam penyusunan laporan keuangan, yang diklaim mampu menghemat hingga 20% waktu akuntan.
  • Startup ini didirikan oleh praktisi akuntansi berpengalaman dari perusahaan teknologi besar seperti Flexport, Miro, dan Hopin.

Bagi siapa pun yang pernah melihat dokumen laporan tahunan seperti 10-K atau 10-Q, tentu memahami bahwa menyusun laporan keuangan adalah proses yang sangat kompleks dan menjemukan. Melansir laporan dari TechCrunch, startup pendatang baru bernama InScope hadir untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengandalkan teknologi AI.

InScope didirikan oleh dua akuntan berpengalaman, Mary Antony dan Kelsey Gootnick. Keduanya bertemu tujuh tahun lalu di Flexport dan terus menjalin komunikasi saat Antony pindah ke Miro, sementara Gootnick berkarier di Hopin dan Thrive Global. Di mana pun mereka bekerja, keduanya selalu menghadapi tantangan manual yang sama: laporan keuangan sering kali disusun dari kumpulan spreadsheet yang berantakan, dipindahkan ke dokumen Word secara manual, dan dikirim melalui email berulang kali.

Otomatisasi Berbasis AI untuk Akuntansi

Diluncurkan pada tahun 2023, InScope menyediakan platform pelaporan keuangan bertenaga AI yang membantu perusahaan dan firma akuntansi mengotomatisasi berbagai aspek penyusunan laporan. Startup ini baru saja mengumumkan perolehan pendanaan Seri A sebesar $14,5 juta yang dipimpin oleh Norwest, dengan partisipasi dari Storm Ventures, serta investor lama seperti Better Tomorrow Ventures dan Lightspeed Venture Partners.

Meski saat ini InScope belum sepenuhnya mengotomatisasi pembuatan laporan laba rugi atau neraca secara utuh, platform ini telah mampu menangani tumpukan pekerjaan manual yang melelahkan. Hal ini mencakup verifikasi perhitungan matematika hingga standarisasi format.

Mary Antony, CEO InScope, menjelaskan bahwa memastikan penggunaan tanda dolar dan koma yang seragam serta penempatan yang benar saja sudah bisa menghemat waktu akuntan hingga 20%. Dalam 12 bulan terakhir, InScope telah mencatatkan pertumbuhan basis pelanggan hingga lima kali lipat, termasuk menarik minat firma akuntansi besar seperti CohnReznick.

Sean Jacobsohn, partner di Norwest, menyatakan ketertarikannya berinvestasi karena sulit menemukan pendiri yang memiliki keahlian spesifik dalam merombak teknologi pelaporan keuangan. "Ini adalah ruang yang sangat kompleks, dan Anda harus pernah berada di posisi pembeli sebelumnya untuk memahami solusinya," ungkap Jacobsohn.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran teknologi seperti InScope memiliki relevansi besar bagi ekosistem Fintech dan korporasi di Indonesia. Pendanaan senilai $14,5 juta (sekitar Rp227 miliar) ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap solusi Enterprise SaaS berbasis AI.

Di Indonesia, perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) diwajibkan memberikan laporan keuangan yang presisi sesuai standar OJK. Implementasi platform AI serupa dapat membantu departemen keuangan perusahaan lokal dan firma audit di Indonesia untuk meminimalisir human error serta mempercepat proses audit tahunan. Mengingat tren adopsi Cloud Computing yang terus meningkat di sektor keuangan tanah air, solusi otomatisasi seperti ini berpotensi menjadi standar baru bagi para akuntan di Indonesia dalam menghadapi beban kerja yang tinggi.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin