Ad space available
InfiniMind: Startup Eks-Googler Ubah Arsip Video 'Gelap' Jadi Insight Bisnis
InfiniMind mengembangkan infrastruktur AI untuk mengolah jutaan jam video perusahaan yang tak terpakai menjadi data terstruktur. Didirikan mantan petinggi Google Japan, startup ini mengamankan pendanaan US$5,8 juta.

InfiniMind: Startup Eks-Googler Ubah Arsip Video 'Gelap' Jadi Insight Bisnis
TOKYO, (9 Februari 2026)
- Infrastruktur AI untuk Dark Data: InfiniMind mengubah ribuan jam rekaman video dan audio yang tak terpakai menjadi data bisnis yang dapat dicari, dianalisis, dan diubah menjadi kecerdasan bisnis.
- Pendanaan Seed US$5,8 Juta: Dipimpin oleh UTEC, suntikan dana ini akan digunakan untuk ekspansi ke Amerika Serikat dan pengembangan model DeepFrame.
- Fokus Enterprise & No-Code: Berbeda dengan kompetitor, InfiniMind menawarkan solusi no-code yang menggabungkan analisis visual dan audio untuk durasi video yang tidak terbatas.
Dunia bisnis saat ini menghasilkan data video dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya. Mulai dari arsip siaran televisi selama bertahun-tahun hingga ribuan kamera pengawas dan rekaman produksi yang tak terhitung jumlahnya. Sayangnya, sebagian besar data ini hanya tersimpan di server tanpa pernah ditonton atau dianalisis, sebuah fenomena yang dikenal sebagai dark data.
Melansir laporan dari TechCrunch, Aza Kai (CEO) dan Hiraku Yanagita (COO), dua mantan pemimpin di Google Japan, mendirikan InfiniMind untuk menjawab tantangan tersebut. Startup yang berbasis di Tokyo ini membangun infrastruktur AI yang mampu mengonversi petabyte video dan audio menjadi data bisnis terstruktur yang dapat di-query.
Terobosan Vision-Language Models
Aza Kai, yang sebelumnya memimpin tim Data Science serta memiliki pengalaman luas di bidang Machine Learning, Cloud Computing, dan sistem iklan di Google, menjelaskan bahwa solusi tradisional memiliki keterbatasan besar. "Pendekatan sebelumnya hanya bisa memberi label pada objek di bingkai individu, tapi tidak bisa melacak narasi, memahami kausalitas, atau menjawab pertanyaan kompleks tentang konten video," ujarnya.
Terobosan nyata terjadi berkat kemajuan dalam vision-language models antara tahun 2021 hingga 2023. Didukung oleh penurunan biaya GPU dan peningkatan performa tahunan sekitar 15-20% selama dekade terakhir, AI video kini mampu bergerak melampaui sekadar tagging objek sederhana.
Produk pertama mereka, TV Pulse, telah diluncurkan di Jepang pada April 2025. Platform bertenaga AI ini menganalisis konten televisi secara real-time untuk membantu perusahaan media dan ritel melacak eksposur produk, kehadiran merek, hingga sentimen pelanggan. Pelanggan berbayar mereka saat ini sudah mencakup perusahaan grosir besar dan agensi media.
Strategi Global dan Efisiensi Biaya
Kini, InfiniMind siap merambah pasar internasional dengan produk unggulan bertajuk DeepFrame. Platform intelijen video long-form ini mampu memproses hingga 200 jam rekaman untuk menentukan adegan, pembicara, atau peristiwa spesifik secara akurat. Versi beta dijadwalkan rilis pada Maret 2026, diikuti peluncuran penuh pada April 2026.
Aza Kai menekankan bahwa InfiniMind berbeda dari penyedia umum seperti TwelveLabs. "Solusi kami tidak memerlukan pengkodean (no-code); klien membawa data mereka, dan sistem kami memprosesnya untuk memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti," kata Kai. Sistem ini juga mengintegrasikan pemahaman audio, suara, dan ucapan, bukan hanya visual, dengan efisiensi biaya yang menjadi pembeda utama di pasar enterprise.
Dampak bagi Indonesia
Masuknya teknologi infrastruktur video AI seperti InfiniMind memiliki implikasi signifikan bagi pasar teknologi di Indonesia:
- Optimalisasi Sektor Media & Penyiaran: Stasiun televisi besar di Indonesia memiliki arsip konten analog dan digital selama puluhan tahun. Teknologi ini memungkinkan monetisasi ulang arsip tersebut dengan mengubahnya menjadi aset yang mudah dicari secara otomatis.
- Valuasi Startup Lokal: Pendanaan seed sebesar US$5,8 juta (sekitar Rp91,3 miliar) menunjukkan tingginya minat investor global pada AI khusus vertikal enterprise. Ini bisa memicu aliran modal serupa bagi startup AI lokal yang fokus pada masalah spesifik industri.
- Transformasi Keamanan & Smart City: Dengan meningkatnya adopsi kamera pengawas di kota-kota besar Indonesia, penggunaan AI yang mampu memahami konteks (bukan hanya mendeteksi gerakan) akan sangat membantu kepolisian dan pemerintah daerah dalam menganalisis data keamanan publik secara lebih cerdas dan hemat biaya.
- Kebutuhan Infrastruktur Data Center: Seiring dengan adopsi model video AI yang masif, permintaan terhadap kapasitas Data Center lokal yang mendukung akselerasi GPU diprediksi akan terus meningkat tajam di tanah air.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


