Advertisement

Ad space available

Berita AI

India Kucurkan Dana Venture Capital $1,1 Miliar untuk Sektor Deep Tech

Pemerintah India resmi menyetujui pendanaan negara sebesar $1,1 miliar untuk mendukung startup Deep Tech dan manufaktur. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat ekosistem teknologi domestik di tengah ketatnya modal swasta.

Tim Rekayasa AI
Penulis
14 Februari 2026
4 min read
#Deep Tech#Venture Capital#India#Artificial Intelligence#Startup
India Kucurkan Dana Venture Capital $1,1 Miliar untuk Sektor Deep Tech

India Kucurkan Dana Venture Capital $1,1 Miliar untuk Sektor Deep Tech

NEW DELHI, (14 FEBRUARI 2026)

Key Takeaway
  • Pemerintah India menyetujui dana fund of funds sebesar ₹100 miliar ($1,1 miliar) khusus untuk sektor berisiko tinggi.
  • Fokus pendanaan mencakup Deep Tech, Artificial Intelligence, dan manufaktur canggih dengan masa tenor investasi yang lebih panjang.
  • Aturan baru memperpanjang masa klasifikasi startup Deep Tech hingga 20 tahun untuk memudahkan akses insentif pajak.

India telah meresmikan program Venture Capital yang didukung negara senilai $1,1 miliar untuk menyalurkan modal pemerintah ke startup melalui investor swasta. Mengutip laporan dari TechCrunch, langkah ini merupakan upaya serius New Delhi untuk mendanai sektor berisiko tinggi seperti Artificial Intelligence, manufaktur canggih, dan sektor lain yang dikategorikan sebagai Deep Tech.

Melansir data resmi yang dirilis Sabtu ini, dana sebesar ₹100 miliar tersebut telah mendapatkan persetujuan kabinet setelah pertama kali diwacanakan pada awal 2025. Program ini menggunakan struktur fund of funds, sebuah model Venture Capital di mana pemerintah mendukung startup secara tidak langsung dengan memberikan komitmen kapital kepada firma investasi swasta.

Berbeda dengan iterasi program tahun 2016, skema baru ini dirancang lebih terarah pada startup Deep Tech yang biasanya membutuhkan waktu pengembangan lebih lama dan modal yang jauh lebih besar. Menteri IT India, Ashwini Vaishnaw, menyoroti pertumbuhan pesat ekosistem startup di negaranya, yang melonjak dari hanya 500 perusahaan pada 2016 menjadi lebih dari 200.000 saat ini. Tercatat, lebih dari 49.000 startup baru terdaftar sepanjang tahun 2025 saja.

Relaksasi Regulasi dan Tekanan Modal Swasta

Persetujuan dana ini menyusul perubahan regulasi signifikan di India. Pemerintah telah menggandakan periode klasifikasi startup bagi perusahaan Deep Tech menjadi 20 tahun. Selain itu, ambang batas pendapatan untuk mendapatkan manfaat pajak dan regulasi khusus startup dinaikkan menjadi ₹3 miliar (sekitar $33 juta), naik tiga kali lipat dari sebelumnya.

Langkah agresif pemerintah ini muncul di saat pendanaan swasta mulai mendingin. Ekosistem startup India mengumpulkan $10,5 miliar pada tahun 2025, turun lebih dari 17% dibandingkan tahun sebelumnya karena investor menjadi lebih selektif. Di sisi lain, raksasa teknologi global seperti OpenAI, Google, Microsoft, dan Nvidia terus memantau pasar India sebagai basis pengguna internet terbesar di dunia dengan lebih dari satu miliar orang yang terhubung secara daring.

Dampak bagi Indonesia

Langkah besar India dalam mendukung sektor Deep Tech memberikan tekanan sekaligus referensi penting bagi ekosistem teknologi di Indonesia:

  1. Persaingan Arus Modal Regional: Dana $1,1 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp17,2 triliun (asumsi kurs Rp15.650) yang dialokasikan India dapat menarik minat firma Venture Capital global untuk lebih memprioritaskan pasar India dibandingkan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, jika insentif serupa tidak segera diimplementasikan.
  2. Benchmark Regulasi: Kebijakan India yang memperpanjang status startup hingga 20 tahun sangat relevan untuk diadopsi Indonesia bagi startup berbasis riset (seperti bioteknologi atau semikonduktor) yang memiliki burn rate tinggi dan siklus komersialisasi yang panjang.
  3. Potensi Kolaborasi AI: Dengan adanya India AI Impact Summit, startup Indonesia di bidang Machine Learning dan LLM perlu mewaspadai dominasi teknologi India yang didukung penuh oleh negara dalam penyediaan infrastruktur Data Center dan GPU lokal.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin