Ad space available
Frore Systems Raih Status Unicorn $1,64 Miliar Berkat Pendingin Chip AI
Startup deep tech Frore Systems resmi menjadi unicorn setelah meraih pendanaan $143 juta untuk teknologi liquid-cooling chip AI.

Frore Systems Raih Status Unicorn $1,64 Miliar Berkat Pendingin Chip AI
SAN FRANCISCO, (16 Maret 2026)
- Frore Systems meraih pendanaan Series D senilai $143 juta, meningkatkan valuasinya menjadi $1,64 miliar.
- Perusahaan beralih ke teknologi liquid-cooling untuk chip AI atas saran CEO Nvidia, Jensen Huang.
- Sektor Semiconductor dan infrastruktur pendinginan menjadi area investasi panas di tengah ledakan Generative AI.
Mengutip laporan dari TechCrunch, startup Semiconductor yang telah berdiri selama delapan tahun, Frore Systems, resmi menyandang status unicorn baru di industri deep tech. Perusahaan ini mengumumkan perolehan pendanaan Series D sebesar $143 juta yang dipimpin oleh MVP Ventures, sehingga valuasinya kini mencapai $1,64 miliar.
Melansir data perusahaan, total modal yang telah dihimpun Frore kini menyentuh angka $340 juta. Menariknya, Frore Systems tidak memproduksi Semiconductor itu sendiri, melainkan fokus pada sistem liquid cooling (pendinginan cair) yang dirancang khusus untuk menjaga performa chip agar tetap optimal di bawah beban kerja yang berat.
Pengaruh Jensen Huang dan Transformasi Teknologi
Didirikan oleh dua mantan insinyur Qualcomm, teknologi awal Frore sebenarnya ditujukan untuk sistem pendingin udara pada ponsel dan perangkat elektronik kecil lainnya tanpa kipas. Namun, arah bisnis perusahaan berubah drastis setelah mendapatkan masukan dari CEO Nvidia, Jensen Huang.
Sekitar dua tahun lalu, Huang menyarankan Frore untuk mengembangkan opsi liquid cooling—sebuah kebutuhan krusial bagi sistem dan chip AI modern yang menghasilkan panas luar biasa. Frore mengikuti saran tersebut dan merilis produk yang kompatibel dengan berbagai papan dan chip Nvidia, serta menjalin kolaborasi dengan raksasa lain seperti Qualcomm dan AMD.
Investasi di sektor Semiconductor AI terus memanas. Selain Frore, beberapa perusahaan lain juga mencapai valuasi fantastis, seperti kompetitor Nvidia, Positron, yang meraih valuasi $1 miliar pada Februari lalu, serta Recursive Intelligence yang langsung menyentuh valuasi $4 miliar.
Putaran pendanaan terbaru Frore ini juga diikuti oleh sejumlah investor kenamaan termasuk Fidelity, Mayfield, Addition, Qualcomm Ventures, dan Alumni Ventures.
Dampak bagi Indonesia
Kenaikan valuasi Frore Systems hingga $1,64 miliar (setara Rp25,7 triliun dengan asumsi kurs Rp15.700) mencerminkan betapa krusialnya infrastruktur fisik dalam mendukung ekosistem AI global. Bagi Indonesia, tren ini memiliki dampak signifikan pada dua aspek:
- Ekosistem Data Center: Indonesia saat ini sedang gencar membangun Data Center di wilayah seperti Cikarang dan Batam. Teknologi liquid cooling yang dikembangkan Frore berpotensi menjadi standar baru bagi pengelola Data Center lokal untuk meningkatkan efisiensi energi dan performa GPU dalam mengolah Machine Learning dan Generative AI.
- Efisiensi Energi: Dengan iklim tropis Indonesia, tantangan pendinginan perangkat keras jauh lebih tinggi. Adopsi teknologi pendinginan canggih dapat menekan biaya operasional infrastruktur digital nasional dan mendukung target keberlanjutan energi.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


