Advertisement

Ad space available

Berita AI

Claude Code Luncurkan Voice Mode: Kini Developer Bisa Coding Lewat Suara

Anthropic resmi memperkenalkan fitur Voice Mode untuk Claude Code, memungkinkan developer berinteraksi melalui perintah suara. Fitur ini dirilis saat pendapatan run-rate Claude Code melonjak drastis hingga $2,5 miliar.

Tim Rekayasa AI
Penulis
3 Maret 2026
3 min read
#Anthropic#Claude Code#Voice Mode#AI Coding#Software Development
Claude Code Luncurkan Voice Mode: Kini Developer Bisa Coding Lewat Suara

Claude Code Luncurkan Voice Mode: Kini Developer Bisa Coding Lewat Suara

SAN FRANCISCO, (3 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Anthropic meluncurkan fitur Voice Mode pada Claude Code untuk memungkinkan interaksi coding berbasis percakapan yang lebih efisien.
  • Fitur ini baru tersedia bagi 5% pengguna pada tahap awal dan akan diperluas secara global dalam beberapa minggu mendatang.
  • Pertumbuhan Claude meningkat pesat dengan run-rate revenue mencapai $2,5 miliar, didorong oleh migrasi pengguna dari ChatGPT.

Anthropic membawa inovasi baru dalam ekosistem pengembangan perangkat lunak dengan menghadirkan Voice Mode ke dalam Claude Code, asisten AI khusus coding milik perusahaan. Mengutip laporan dari TechCrunch, langkah ini menjadi tonggak penting menuju alur kerja coding yang lebih praktis dan berbasis percakapan (hands-free).

Thariq Shihipar, seorang engineer di Anthropic, mengumumkan peluncuran fitur ini melalui unggahan di platform X pada hari Selasa. Menurut Shihipar, Voice Mode saat ini baru aktif untuk sekitar 5% pengguna sebagai tahap uji coba, dengan rencana ekspansi yang lebih luas dalam waktu dekat.

Cara Kerja Voice Mode di Claude Code

Voice Mode dirancang untuk menyederhanakan pengalaman pemrograman dengan memungkinkan pengguna memberikan perintah suara secara langsung. Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup mengetikkan perintah /voice untuk beralih ke mode suara, kemudian berbicara untuk memberikan instruksi.

Contoh penggunaan yang didemonstrasikan meliputi perintah kompleks seperti, "refactor the authentication middleware," yang kemudian akan langsung dieksekusi oleh Claude Code. Hingga saat ini, belum ada rincian mengenai batasan teknis atau apakah fitur ini menggunakan teknologi dari pihak ketiga seperti ElevenLabs, meskipun sebelumnya Anthropic sempat dikabarkan menjalin komunikasi dengan penyedia AI Voice tersebut.

Persaingan Ketat di Pasar AI Coding

Melansir data internal perusahaan, Claude Code kini menjadi salah satu alat yang paling banyak diadopsi di pasar, bersaing ketat dengan GitHub Copilot dari Microsoft, Cursor, serta solusi dari Google dan OpenAI. Pada Februari 2026, Anthropic melaporkan bahwa run-rate revenue untuk Claude Code telah melampaui $2,5 miliar (sekitar Rp39,5 triliun), angka yang meningkat dua kali lipat sejak awal tahun 2026.

Lonjakan ini juga dibarengi dengan migrasi besar-besaran pengguna dari ChatGPT. Hal ini terjadi setelah adanya kontroversi terkait kebijakan OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS, yang membuat aplikasi mobile Claude melesat ke posisi puncak di App Store Amerika Serikat.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran Voice Mode di Claude Code diprediksi akan memberikan dampak signifikan bagi komunitas developer di Indonesia:

  1. Peningkatan Efisiensi Developer: Para pengembang di startup lokal dapat mempercepat proses debugging dan refactoring tanpa harus terus-menerus mengetik secara manual, yang sangat membantu dalam sesi marathon coding.
  2. Aksesibilitas: Fitur suara ini dapat membantu developer dengan disabilitas motorik di Indonesia untuk tetap produktif dalam menulis kode.
  3. Biaya Berlangganan: Dengan performansi yang semakin tinggi, biaya langganan Claude Pro atau Enterprise yang diperkirakan berada di kisaran Rp320.000 hingga Rp500.000 per bulan menjadi investasi yang semakin relevan bagi perusahaan teknologi di tanah air untuk meningkatkan output tim engineering mereka.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin