Advertisement

Ad space available

Berita AI

Anthropic Rilis Sonnet 4.6, Bawa Context Window 1 Juta Token

Anthropic meluncurkan Sonnet 4.6 dengan peningkatan drastis pada kemampuan coding dan context window 1 juta token. Model ini menjadi standar baru untuk pengguna Claude versi Free dan Pro.

Tim Rekayasa AI
Penulis
17 Februari 2026
3 min read
#Anthropic#Claude Sonnet 4.6#Generative AI#LLM#Artificial Intelligence
Anthropic Rilis Sonnet 4.6, Bawa Context Window 1 Juta Token

Anthropic Perbarui Lini LLM dengan Peluncuran Sonnet 4.6

SAN FRANCISCO, (17 Februari 2026)

Key Takeaway
  • Sonnet 4.6 menghadirkan context window sebesar 1 juta token, dua kali lipat lebih besar dari versi sebelumnya.
  • Model ini mencatat skor 60,4% pada benchmark ARC-AGI-2, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan penalaran mirip manusia.
  • Sonnet 4.6 kini tersedia sebagai model default bagi seluruh pengguna Claude di paket Free dan Pro Plan.

Mengutip laporan dari TechCrunch, Anthropic secara resmi telah merilis versi terbaru dari model kelas menengah mereka, Sonnet 4.6. Peluncuran ini menjaga konsistensi siklus pembaruan empat bulanan yang diterapkan perusahaan untuk tetap kompetitif di industri Generative AI.

Melansir data dari pengumuman resminya, Anthropic menekankan bahwa Sonnet 4.6 membawa peningkatan besar pada kemampuan coding, instruction-following, dan fitur computer use. Sebagai bagian dari strategi distribusinya, Sonnet 4.6 akan langsung menjadi model default bagi pengguna layanan Claude baik di tingkat Free maupun Pro.

Kapasitas Konteks Masif dan Performa Benchmark

Salah satu fitur utama dalam rilis beta Sonnet 4.6 adalah dukungan context window hingga 1 juta token. Kapasitas ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan batas maksimal yang tersedia pada model Sonnet sebelumnya. Anthropic mengeklaim bahwa context window baru ini cukup untuk memproses seluruh codebase, kontrak hukum yang sangat panjang, atau puluhan dokumen riset dalam satu request tunggal.

Kehadiran Sonnet 4.6 hanya berselang dua minggu setelah peluncuran Opus 4.6, yang merupakan model kasta tertinggi dari Anthropic. Langkah ini diperkirakan akan segera diikuti oleh pembaruan untuk model Haiku dalam beberapa minggu ke depan guna melengkapi ekosistem model mereka.

Dalam pengujian performa, Sonnet 4.6 mencatatkan rekor baru pada beberapa benchmark industri, termasuk OS World untuk fitur computer use dan SWE-Bench untuk kebutuhan software engineering. Namun, pencapaian yang paling menonjol adalah skor 60,4% pada ARC-AGI-2. Meski masih berada di bawah Opus 4.6, Gemini 3 Deep Think, dan versi terbaru GPT 5.2, skor ini membuktikan kemampuan Sonnet 4.6 dalam menangani tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasan logika tinggi.

Dampak bagi Indonesia

Peluncuran Sonnet 4.6 memberikan dampak langsung bagi komunitas pengembang dan sektor korporasi di Indonesia:

  1. Aksesibilitas AI Canggih: Dengan Sonnet 4.6 menjadi model default di paket Free, pengguna di Indonesia kini memiliki akses ke LLM kelas dunia tanpa biaya tambahan. Untuk pengguna profesional, biaya langganan Claude Pro tetap berada di kisaran USD 20 atau sekitar Rp315.000 - Rp320.000 per bulan (tergantung kurs), yang kini menawarkan value lebih tinggi berkat context window 1 juta token.
  2. Efisiensi Industri Hukum dan Riset: Kemampuan memproses dokumen dalam jumlah masif akan sangat membantu firma hukum dan akademisi di Indonesia dalam melakukan analisis dokumen legal atau literatur dalam skala besar secara otomatis.
  3. Peningkatan Produktivitas Developer: Integrasi fitur coding yang lebih kuat pada Sonnet 4.6 memungkinkan startup lokal mempercepat siklus pengembangan aplikasi mereka dengan bantuan AI Agent yang lebih presisi.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin