Ad space available
Grup Didukung Anthropic Bela Kandidat yang Diserang Super PAC Pro-AI
Dua kelompok Super PAC pro-AI kini berseteru dalam pemilihan kongres New York terkait regulasi keamanan sistem AI. Anthropic memberikan dukungan finansial kepada kandidat yang sebelumnya diserang oleh pendukung OpenAI dan a16z.

Grup Didukung Anthropic Bela Kandidat yang Diserang Super PAC Pro-AI
NEW YORK, (20 Februari 2026)
- Public First Action, PAC yang didukung Anthropic, mengucurkan dana sebesar $450.000 untuk mendukung Alex Bores di pemilihan kongres New York.
- Bores sebelumnya menjadi sasaran kampanye negatif senilai $1,1 juta oleh Super PAC "Leading the Future" yang didukung oleh Andreessen Horowitz (a16z) dan petinggi OpenAI.
- Konflik ini mempertegas perpecahan di industri teknologi antara visi AI yang berfokus pada akselerasi industri vs transparansi serta standar keamanan publik.
Melansir laporan dari TechCrunch, persaingan politik di New York kini menjadi medan tempur bagi dua visi besar industri kecerdasan buatan. Sebuah kelompok Super PAC yang didukung oleh Anthropic baru saja terjun ke arena untuk membela seorang kandidat yang menjadi target serangan oleh koalisi raksasa Silicon Valley lainnya.
Pada akhir tahun lalu, anggota Majelis New York, Alex Bores, menjadi sasaran utama kampanye oleh Super PAC pro-AI bernama "Leading the Future". Kelompok tersebut, yang dipersenjatai dengan dana lebih dari $100 juta dari pendukung ternama termasuk Andreessen Horowitz (a16z), Presiden OpenAI Greg Brockman, startup AI search Perplexity, dan co-founder Palantir Joe Lonsdale, berupaya menjegal langkah Bores menuju kongres.
Bores menjadi target karena ia mensponsori RAISE Act di New York, sebuah regulasi yang mewajibkan pengembang Generative AI dan Large Language Model (LLM) utama untuk mengungkapkan protokol keamanan mereka serta melaporkan penyalahgunaan serius pada sistem mereka. Bagi kelompok pendukung akselerasi, langkah ini dianggap menghambat inovasi.
Perlawanan Melalui Public First Action
Mengutip data dari Bloomberg, Public First Action—sebuah PAC yang mendapatkan donasi sebesar $20 juta dari Anthropic—kini menghabiskan $450.000 (sekitar Rp7,1 miliar) untuk mendongkrak popularitas Bores di distrik kongres ke-12 New York. Meskipun kedua kelompok ini sama-sama mengklaim pro-AI, Public First Action mengusung visi yang berbeda: yakni kemajuan teknologi yang dibarengi dengan transparansi, standar keamanan, dan pengawasan publik.
Sementara itu, rivalnya, "Leading the Future", telah menggelontorkan $1,1 juta (sekitar Rp17,4 miliar) untuk iklan yang menyerang Bores. Perseteruan ini mencerminkan dinamika internal di industri AI, di mana Anthropic sering kali memposisikan diri sebagai perusahaan yang lebih berhati-hati dibandingkan OpenAI dalam hal Cybersecurity dan mitigasi risiko sistemik.
Dampak bagi Indonesia
Perseteruan mengenai regulasi AI di tingkat global, khususnya di Amerika Serikat, memiliki dampak signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Arah Regulasi Lokal: Indonesia saat ini baru memiliki panduan etika AI melalui Surat Edaran Menkominfo No. 9 Tahun 2023. Jika kebijakan seperti RAISE Act berhasil diimplementasikan di New York atau tingkat federal AS, besar kemungkinan regulasi serupa akan diadopsi oleh pemerintah Indonesia untuk memastikan pengembang AI global yang beroperasi di tanah air memberikan transparansi data.
- Biaya Layanan Cloud Computing & AI: Jika pengembang dipaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk pelaporan keamanan yang ketat, ada potensi kenaikan biaya langganan API untuk pengembang lokal Indonesia yang mengandalkan model dari Anthropic atau OpenAI.
- Keamanan Siber (Cybersecurity): Fokus Anthropic pada keamanan dapat mendorong standar baru bagi perusahaan Fintech dan perbankan di Indonesia yang mulai mengintegrasikan Machine Learning dan AI Agent ke dalam sistem layanan pelanggan mereka, guna menghindari penyalahgunaan data sensitif.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


