Advertisement

Ad space available

Berita AI

Amazon Perluas 'Shop Direct', Belanja di Situs Lain Kini Bisa Lewat Rufus AI

Amazon memperluas program Shop Direct yang memungkinkan pelanggan berbelanja di situs ritel pihak ketiga langsung melalui hasil pencarian dan asisten AI Rufus. Fitur ini juga memperkenalkan AI Agent untuk otomatisasi proses checkout di luar platform Amazon.

Tim Rekayasa AI
Penulis
11 Maret 2026
4 min read
#Amazon#AI Agent#Shop Direct#E-commerce#Rufus AI
Amazon Perluas 'Shop Direct', Belanja di Situs Lain Kini Bisa Lewat Rufus AI

Amazon Perluas 'Shop Direct', Kini Bisa Belanja di Situs Lain Lewat AI Rufus

SEATTLE, (11 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Amazon memperluas akses program Shop Direct yang memungkinkan pengguna menemukan dan membeli produk dari situs ritel lain melalui hasil pencarian Amazon atau asisten AI Rufus.
  • Fitur baru "Buy for Me" menggunakan AI Agent untuk menangani seluruh proses checkout di situs pihak ketiga secara otomatis atas nama pelanggan.
  • Integrasi third-party product feeds dari penyedia seperti Feedonomics dan Salsify memungkinkan Amazon mengakses data inventaris dan harga secara real-time.

Amazon secara resmi memperluas akses ke program bernama Shop Direct, sebuah inisiatif yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat untuk menemukan dan membeli produk yang bahkan tidak dijual di toko online milik Amazon sendiri. Melansir laporan dari TechCrunch, raksasa retail ini kini mendukung integrasi data dari pihak ketiga untuk memperkaya pengalaman belanja lintas platform.

Pada hari Rabu, Amazon mengumumkan dukungannya terhadap third-party product feeds dari penyedia seperti Feedonomics, Salsify, dan CedCommerce. Melalui integrasi ini, Amazon dapat mengarahkan pembeli ke situs web merchant melalui hasil pencarian atau asisten belanja berbasis AI milik mereka, Rufus. Langkah ini memungkinkan Amazon untuk menyediakan informasi inventaris, katalog, dan harga secara real-time bagi para penggunanya.

Inovasi Belanja dengan AI Agent

Salah satu pembaruan paling signifikan adalah dukungan fitur Buy for Me pada situs merchant pihak ketiga. Fitur ini memanfaatkan AI Agent untuk menyelesaikan seluruh proses pembelian. Pelanggan hanya perlu mengonfirmasi detail pesanan pada halaman checkout—termasuk alamat pengiriman, pajak, biaya pengiriman, dan metode pembayaran—lalu AI Amazon akan menyelesaikan transaksi tersebut langsung di situs web merchant terkait.

Program ini awalnya mulai diuji coba secara beta pada Februari 2025. Saat itu, Amazon mulai menautkan hasil pencarian ke situs ritel lain jika produk yang dicari tidak tersedia di stok Amazon. Untuk menghindari kebingungan, pelanggan akan menerima notifikasi bahwa mereka meninggalkan situs Amazon saat beralih ke situs penjual lain.

Strategi ini tidak hanya menguntungkan dari sisi eksposur bagi brand, tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi Amazon mengenai tren produk dan titik harga yang paling menarik bagi konsumen. Dengan cara ini, Amazon memperkuat posisinya sebagai titik awal utama dalam setiap pencarian produk secara digital (agentic commerce).

Dampak bagi Indonesia

Meskipun fitur Shop Direct saat ini masih terbatas untuk wilayah Amerika Serikat, inovasi ini memberikan gambaran besar bagi arah E-commerce di Indonesia di masa depan:

  1. Potensi Super App Belanja: Platform lokal seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada mungkin akan mengadopsi teknologi serupa. Integrasi AI Agent untuk belanja lintas platform bisa menjadi solusi bagi pengguna Indonesia yang sering membandingkan harga antar-toko.
  2. Peluang Brand Lokal Go-Global: Bagi UMKM atau brand lokal Indonesia yang telah merambah pasar internasional (ekspor) melalui Amazon, dukungan terhadap product feeds ini memungkinkan mereka menarik trafik dari Amazon langsung ke situs D2C (Direct-to-Consumer) mereka sendiri.
  3. Regulasi dan Kurs: Jika konsumen Indonesia mencoba melakukan pembelian melalui fitur ini di situs luar negeri, perlu diperhatikan biaya tambahan seperti bea masuk sesuai aturan kepabeanan (PMK). Sebagai gambaran, produk seharga $50 (sekitar Rp785.000 dengan asumsi kurs Rp15.700) bisa mengalami kenaikan harga signifikan setelah ditambah pajak impor dan biaya logistik internasional.
  4. Keamanan Data: Penggunaan AI untuk melakukan checkout otomatis menuntut standar Cybersecurity yang lebih tinggi di Indonesia guna melindungi data pembayaran pengguna saat beralih antar-platform.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin