Ad space available
Amazon Hentikan Proyek Robot Blue Jay Setelah Kurang dari Enam Bulan
Amazon resmi menghentikan proyek robot gudang Blue Jay hanya beberapa bulan setelah diperkenalkan. Teknologi intinya akan dialihkan ke program robotika lainnya.

Amazon Hentikan Proyek Robot Blue Jay Setelah Kurang dari Enam Bulan
SEATTLE, (18 Februari 2026)
- Amazon resmi menghentikan proyek robot gudang "Blue Jay" hanya dalam waktu kurang dari enam bulan setelah diperkenalkan.
- Teknologi inti dan tim pengembang Blue Jay akan dialihkan ke program robotika lain yang berfokus pada manipulasi barang.
- Meskipun proyek ini dihentikan, Amazon mengklaim kemajuan AI telah mempercepat siklus pengembangan robotika mereka secara signifikan.
Meskipun memiliki ratusan ribu robot di gudang-gudangnya, tidak semua inisiatif robotika raksasa ecommerce Amazon berakhir sukses. Mengutip laporan dari TechCrunch dan Business Insider, Amazon telah menghentikan proyek robotika gudang Blue Jay hanya beberapa bulan setelah teknologi tersebut dipamerkan kepada publik.
Blue Jay, sebuah robot dengan banyak lengan yang dirancang untuk menyortir dan memindahkan paket, pertama kali diperkenalkan pada Oktober lalu untuk digunakan di fasilitas pengiriman hari yang sama (same-day delivery). Saat itu, perusahaan tengah menguji robot tersebut di fasilitas South Carolina dan mengklaim bahwa pengembangan Blue Jay memakan waktu jauh lebih singkat—hanya sekitar satu tahun—dibandingkan robot gudang lainnya. Kecepatan ini dikreditkan oleh perusahaan berkat kemajuan pesat dalam bidang Generative AI.
Juru bicara Amazon, Terrance Clark, mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa Blue Jay sebenarnya diluncurkan sebagai sebuah prototype, meskipun status tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam rilis pers aslinya.
Pengalihan Teknologi dan Fokus Masa Depan
Perusahaan berencana untuk tetap menggunakan teknologi inti dari Blue Jay untuk program "manipulation programs" lainnya. Karyawan yang sebelumnya bekerja dalam proyek Blue Jay akan dipindahkan ke berbagai proyek robotika lain di bawah naungan Amazon.
"Kami selalu bereksperimen dengan cara-cara baru untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan membuat pekerjaan menjadi lebih aman serta efisien bagi karyawan kami," ujar Clark melalui email. Ia menambahkan bahwa perusahaan justru mempercepat penggunaan teknologi dasar yang dikembangkan untuk Blue Jay guna mendukung karyawan di seluruh jaringan logistik mereka.
Selain Blue Jay, Amazon juga telah memperkenalkan robot Vulcan tahun lalu. Vulcan adalah robot dua lengan yang digunakan di area penyimpanan gudang. Robot ini dilengkapi dengan kamera dan suction cups untuk mengambil barang, serta diklaim memiliki kemampuan untuk "merasakan" objek yang disentuhnya berkat pelatihan data dari interaksi dunia nyata.
Sejak mengakuisisi Kiva Systems pada tahun 2012, Amazon terus memperkuat program robotika internalnya. Perusahaan ini telah melewati tonggak sejarah dengan mengerahkan lebih dari 1 juta robot di gudang-gudang mereka pada Juli tahun lalu.
Dampak bagi Indonesia
Langkah Amazon dalam menghentikan proyek prototype secara cepat memberikan pelajaran bagi ekosistem ecommerce dan logistik di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Penggunaan Generative AI untuk mempercepat pengembangan teknologi gudang menunjukkan bahwa efisiensi operasional kini sangat bergantung pada perangkat lunak cerdas, bukan sekadar perangkat keras.
Bagi pemain logistik lokal, adopsi Cloud Computing dan AI Agent untuk manajemen inventaris di gudang-gudang besar di sekitar Jakarta atau Surabaya dapat menjadi kunci efisiensi biaya. Meskipun investasi robotika penuh mungkin masih mahal bagi pasar Indonesia—dengan perkiraan biaya sistem otomasi serupa yang mencapai miliaran Rupiah—fokus Amazon pada pengalihan teknologi inti menunjukkan bahwa perusahaan lokal sebaiknya berinvestasi pada solusi modular yang fleksibel untuk mengikuti dinamika pasar yang cepat berubah.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


