Ad space available
Airbnb Integrasikan AI Generative untuk Pencarian dan Layanan Pelanggan
CEO Airbnb Brian Chesky mengumumkan rencana integrasi Large Language Models (LLM) untuk mempermudah pencarian properti dan layanan pelanggan. Teknologi ini akan mengubah aplikasi menjadi asisten perjalanan personal yang lebih intuitif.

Airbnb Integrasikan AI Generative untuk Pencarian dan Layanan Pelanggan
SAN FRANCISCO, (13 Februari 2026)
- Airbnb akan menggunakan LLM untuk menciptakan pengalaman AI-native yang mampu memahami preferensi personal pengguna saat merencanakan perjalanan.
- Layanan pelanggan berbasis AI kini menangani sepertiga masalah teknis dan akan segera diperluas ke layanan suara (voice) dalam berbagai bahasa.
- Perusahaan menargetkan 100% engineer mereka menggunakan AI tools untuk meningkatkan efisiensi operasional internal.
Airbnb tidak ingin terburu-buru dalam meluncurkan fitur kecerdasan buatan, namun kini perusahaan siap melakukan langkah besar. Mengutip laporan dari TechCrunch, CEO Airbnb Brian Chesky pada hari Jumat menyatakan bahwa perusahaan berencana menyematkan fitur-fitur yang ditenagai oleh Large Language Models (LLM) untuk membantu pengguna mencari akomodasi, merencanakan perjalanan, hingga membantu host mengelola properti mereka.
Dalam panggilan konferensi kuartal keempat perusahaan, Chesky menegaskan ambisinya untuk meningkatkan penggunaan LLM di sektor customer discovery, support, dan engineering.
"Kami sedang membangun pengalaman AI-native di mana aplikasi tidak hanya mencari untuk Anda, tapi ia mengenal Anda. AI ini akan membantu tamu merencanakan seluruh perjalanan mereka, membantu host menjalankan bisnis dengan lebih baik, dan membantu perusahaan beroperasi lebih efisien dalam skala besar," ujar Chesky.
Revolusi Pencarian dengan Natural Language
Airbnb secara terpisah mengungkapkan sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna mencari dan mengajukan pertanyaan tentang properti serta lokasi menggunakan natural language queries. Saat ini, Airbnb sudah menawarkan chatbot layanan pelanggan berbasis LLM untuk personalisasi dan komunikasi dasar.
Fitur pencarian AI baru ini diharapkan berevolusi menjadi pengalaman pencarian yang lebih komprehensif dan intuitif. Terkait potensi iklan atau sponsored listings dalam hasil pencarian AI, Chesky menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah desain dan pengalaman pengguna (user experience).
"Pencarian AI saat ini sudah aktif untuk sebagian kecil trafik. Kami melakukan banyak eksperimen untuk membuatnya lebih percakapan (conversational) dan terintegrasi lebih dalam," tambahnya. Ia juga membuka kemungkinan adanya unit iklan yang sesuai dengan alur pencarian berbasis percakapan tersebut di masa depan.
Dukungan Teknologi dan Performa Finansial
Chesky berencana memanfaatkan keahlian AI dari CTO baru mereka, Ahmad Al-Dahle, yang sebelumnya bekerja pada model Llama milik Meta. Dengan aset data identitas dan ulasan yang melimpah, Airbnb optimis aplikasi mereka akan menjadi jauh lebih berguna.
Saat ini, bot layanan pelanggan berbasis AI milik Airbnb yang diluncurkan di Amerika Utara tahun lalu diklaim telah menangani sepertiga dari masalah pelanggan tanpa intervensi manusia. Targetnya, dalam setahun ke depan, persentase ini akan meningkat signifikan dan mendukung layanan berbasis suara dalam semua bahasa yang tersedia.
Di sisi internal, Airbnb melaporkan bahwa 80% engineer mereka sudah menggunakan AI tools, dengan target mencapai 100% dalam waktu dekat. Secara finansial, Airbnb mencatatkan pendapatan yang melampaui ekspektasi sebesar $2,78 miliar pada kuartal keempat, naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dampak bagi Indonesia
Langkah Airbnb ini memiliki dampak signifikan bagi pasar Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu destinasi utama Airbnb di Asia Tenggara, khususnya di wilayah seperti Bali, Jakarta, dan Yogyakarta.
- Kemudahan bagi Host Lokal: Integrasi LLM akan memudahkan pemilik properti di Indonesia untuk mengelola pesanan dan menjawab pertanyaan tamu asing secara otomatis dengan kualitas terjemahan dan konteks yang lebih akurat (setara IDR ke valuta asing).
- Aksesibilitas Bahasa: Ekspansi AI ke layanan suara dan berbagai bahasa akan sangat membantu wisatawan domestik yang mungkin mengalami kendala bahasa saat berinteraksi dengan layanan pelanggan global.
- Personalisasi Wisata: Pengguna di Indonesia dapat mengharapkan rekomendasi penginapan yang lebih spesifik, misalnya mencari "vila ramah keluarga di Ubud dengan akses kursi roda dan pemandangan sawah" melalui perintah suara atau teks yang santai.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


