Ad space available
Efisien! Sepertiga Customer Support Airbnb Kini Ditangani AI Agent
Airbnb melaporkan bahwa sepertiga layanan pelanggan di Amerika Utara kini ditangani oleh AI Agent buatan sendiri. Perusahaan berencana melakukan ekspansi fitur ini secara global untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Efisien! Sepertiga Customer Support Airbnb Kini Ditangani AI Agent
SAN FRANCISCO, (13 Februari 2026)
- Airbnb telah mengalihkan sepertiga dukungan pelanggan di Amerika Utara ke AI Agent kustom mereka.
- CEO Brian Chesky menargetkan adopsi AI global untuk menangani lebih dari 30% total tiket layanan pelanggan dalam satu tahun ke depan.
- Perusahaan memperkuat tim teknisnya dengan merekrut Ahmad Al-Dahle, mantan pemimpin tim Generative AI di Meta, sebagai CTO.
Airbnb baru saja mengumumkan bahwa sepertiga dari seluruh isu dukungan pelanggan di wilayah Amerika Utara kini ditangani oleh AI Agent yang mereka kembangkan sendiri. Mengutip laporan dari TechCrunch, perusahaan penyedia layanan sewa hunian ini tengah bersiap untuk meluncurkan fitur tersebut secara global.
Jika peluncuran global ini berhasil, Airbnb memproyeksikan bahwa dalam satu tahun ke depan, lebih dari 30% tiket dukungan pelanggan—baik melalui suara maupun obrolan—akan dikelola oleh AI di semua bahasa yang saat ini dilayani oleh staf manusia.
"Kami menganggap ini akan menjadi langkah masif karena tidak hanya mengurangi struktur biaya layanan pelanggan Airbnb, tetapi kualitas layanannya juga akan mengalami lonjakan besar," ungkap CEO Brian Chesky dalam panggilan pendapatan kuartal keempat minggu ini. Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Chesky bahwa AI mampu menyelesaikan masalah tertentu lebih baik daripada staf manusia.
Fokus pada Pengalaman AI-Native
Ambisi Airbnb tidak berhenti pada layanan pelanggan. Perusahaan baru-baru ini merekrut Ahmad Al-Dahle sebagai CTO untuk membawa keahlian AI-nya ke platform tersebut. Al-Dahle, yang sebelumnya memimpin tim Generative AI di Meta dan terlibat dalam pengembangan model LLM Llama, diharapkan mampu menciptakan pengalaman AI-native yang utuh.
Chesky menjelaskan bahwa di bawah bimbingan Al-Dahle, Airbnb akan memperkenalkan aplikasi yang tidak sekadar mencari, tetapi aplikasi yang "mengenal Anda". Aplikasi tersebut akan membantu tamu merencanakan seluruh perjalanan dan membantu tuan rumah (host) menjalankan bisnis mereka dengan lebih efisien melalui bantuan AI.
Meskipun banyak chatbot AI muncul di pasaran, Chesky menegaskan bahwa Airbnb memiliki keunggulan kompetitif yang sulit direplikasi oleh model umum. "Chatbot biasa tidak memiliki 200 juta identitas terverifikasi kami atau 500 juta ulasan eksklusif kami. Mereka juga tidak bisa mengirim pesan kepada host, sesuatu yang dilakukan oleh 90% tamu kami," tuturnya.
Transformasi Internal Engineering
Selain layanan eksternal, Airbnb juga melakukan transformasi internal. Saat ini, sebanyak 80% engineer di Airbnb telah menggunakan berbagai AI tools dalam pekerjaan mereka sehari-hari, dengan target mencapai adopsi 100% dalam waktu dekat. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana perusahaan teknologi mulai mengotomatisasi tugas penulisan kode rutin dan fokus pada arsitektur sistem yang lebih kompleks.
Dampak bagi Indonesia
Transformasi AI yang dilakukan Airbnb memiliki implikasi signifikan bagi pasar Indonesia, mengingat popularitas platform ini di destinasi wisata utama:
- Personalisasi Wisata Lokal: Dengan AI Agent yang lebih canggih, wisatawan yang berkunjung ke destinasi seperti Bali, Yogyakarta, atau Labuan Bajo akan mendapatkan rekomendasi yang lebih terpersonalisasi berdasarkan data perilaku dan ulasan lokal yang masif.
- Dukungan Bahasa Indonesia yang Lebih Baik: Rencana ekspansi global mencakup dukungan bahasa di mana staf manusia bekerja. Hal ini berarti layanan pelanggan berbasis AI chat dan voice dalam Bahasa Indonesia akan menjadi lebih responsif dan tersedia 24/7 tanpa hambatan zona waktu.
- Tekanan bagi OTA Lokal: Langkah agresif Airbnb ini memberikan standar baru dalam operasional efisien. Online Travel Agent (OTA) lokal seperti Traveloka atau Tiket.com perlu mempercepat integrasi Generative AI untuk tetap kompetitif dalam hal kecepatan layanan dan biaya operasional.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


