Advertisement

Ad space available

Berita AI

ABB & NVIDIA Hadirkan Physical AI Lewat Omniverse untuk Industri

ABB Robotics resmi mengintegrasikan NVIDIA Omniverse ke dalam RobotStudio untuk mempercepat adopsi Physical AI di sektor manufaktur. Teknologi ini menjanjikan pemangkasan biaya operasional hingga 40% dan akurasi simulasi mencapai 99%.

Tim Rekayasa AI
Penulis
9 Maret 2026
4 min read
#ABB Robotics#NVIDIA Omniverse#Physical AI#Otomasi Industri#Digital Twin
ABB & NVIDIA Hadirkan Physical AI Lewat Omniverse untuk Industri

ABB & NVIDIA Hadirkan Physical AI Lewat Omniverse untuk Industri

SAN JOSE, (10 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Integrasi NVIDIA Omniverse ke ABB RobotStudio memangkas waktu engineering hingga 50%.
  • Teknologi RobotStudio HyperReality mampu mencapai akurasi simulasi 99% dibanding dunia nyata.
  • Pilot project dengan Foxconn menunjukkan efisiensi tinggi dalam perakitan komponen sensitif.

ABB Robotics dan NVIDIA baru saja mengumumkan kemitraan strategis yang membawa revolusi Physical AI ke lantai pabrik. Melalui integrasi pustaka NVIDIA Omniverse ke dalam platform RobotStudio milik ABB, industri kini dapat menjalankan simulasi robotika dengan tingkat presisi yang belum pernah ada sebelumnya.

Teknologi baru yang disebut RobotStudio HyperReality ini dirancang untuk mengatasi tantangan utama dalam robotika industri: sim-to-real gap. Dengan menggunakan platform ini, perusahaan dapat menguji dan melatih robot di lingkungan virtual yang identik secara fisik dengan dunia nyata, sebelum melakukan implementasi fisik.

Mengapa Physical AI Penting?

Physical AI memungkinkan robot untuk memahami hukum fisika, seperti gravitasi dan gesekan, di dalam simulasi. Marc Segura, Presiden ABB Robotics, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memungkinkan korelasi hingga 99% antara perilaku robot di layar dengan performa nyata di lapangan. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko kegagalan saat proses deployment.

Penggunaan data sintetik yang dihasilkan dalam Omniverse juga mempercepat pelatihan model visi komputer. Dengan teknologi ini, akurasi penempatan robot meningkat tajam, mengurangi margin kesalahan dari rentang 15 mm menjadi hanya 0,5 mm saja.

Implementasi Global dan Dampak bagi Indonesia

Raksasa manufaktur seperti Foxconn telah mulai menggunakan teknologi ini untuk perakitan komponen elektronik yang sangat presisi. Di Indonesia, teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendukung inisiatif Making Indonesia 4.0, khususnya pada sektor otomotif dan elektronik di kawasan industri besar.

Dengan memangkas biaya engineering dan mempercepat time-to-market, perusahaan manufaktur di Indonesia dapat meningkatkan daya saing di pasar global. Selain itu, penggunaan simulasi digital membantu mengurangi limbah material selama fase uji coba, menjadikannya langkah strategis menuju industri yang lebih berkelanjutan.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin