Ad space available
OpenAI Perkuat Codex dengan Kemampuan AI Agent untuk Kontrol Desktop
OpenAI meluncurkan pembaruan besar pada Codex dengan kemampuan AI Agent yang dapat mengontrol aplikasi desktop secara mandiri. Langkah ini merupakan strategi OpenAI untuk menyaingi dominasi Claude Code dari Anthropic di pasar Enterprise.

OpenAI Perkuat Codex dengan Kemampuan AI Agent untuk Kontrol Desktop
SAN FRANCISCO, (16 April 2026)
- OpenAI merombak Codex dengan fitur AI Agent yang mampu berjalan di background dan mengoperasikan aplikasi desktop secara mandiri (klik dan mengetik).
- Pembaruan ini mencakup fitur "Memory" untuk konteks kerja jangka panjang dan integrasi 111 Plugin dari layanan seperti GitLab dan CodeRabbit.
- Strategi ini secara langsung menantang Anthropic (Claude Code) dengan fokus pada efisiensi alur kerja Enterprise.
Persaingan ketat antara OpenAI dan Anthropic dalam memperebutkan dominasi tool pengembangan perangkat lunak berbasis AI memasuki babak baru. Mengutip laporan dari TechCrunch, OpenAI baru saja mengumumkan pembaruan besar-besaran untuk Codex, alat pengkodean otomatisnya, guna menyaingi Claude Code milik Anthropic yang belakangan ini populer di kalangan korporasi.
Melansir data dari jurnalis Lucas Ropek, fitur paling menonjol dari versi baru Codex ini adalah kemampuannya untuk beroperasi di latar belakang (background) komputer pengguna. Codex kini dapat membuka aplikasi desktop di Mac, menggerakkan kursor untuk melakukan klik, hingga mengetik secara mandiri melalui mekanisme AI Agent.
Kemampuan Multi-Agent secara Paralel
OpenAI menjelaskan dalam unggahan blog resminya bahwa Codex dapat menjalankan beberapa AI Agent secara Parallel tanpa mengganggu aktivitas pengguna di aplikasi lain. Fitur ini dirancang agar AI berfungsi sebagai rekan coding yang menangani tugas-tugas tambahan selagi pengembang fokus pada proyek utama. Beberapa use-case yang disarankan meliputi iterasi perubahan Frontend, pengujian aplikasi, hingga bekerja pada aplikasi yang tidak menyediakan API.
Langkah ini dinilai sebagai jawaban langsung terhadap fitur serupa dari Anthropic yang dirilis bulan lalu, di mana Claude dan Cowork dapat mengendalikan desktop pengguna dari jarak jauh.
Selain kemampuan agen, Codex kini dilengkapi dengan in-app browser. Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan instruksi yang kemudian dijalankan oleh agen pada aplikasi web tertentu, sangat berguna untuk pengembangan gim dan Frontend. OpenAI juga berencana memperluas kemampuan ini agar Codex dapat mengontrol browser sepenuhnya di luar lingkungan Localhost.
Fitur Memory dan Ekosistem Plugin
Pembaruan ini juga menyertakan fitur preview bernama "Memory". Dengan fitur ini, Codex mampu mengingat sesi kerja sebelumnya dan memahami konteks unik tentang cara kerja pengguna tertentu. Tak hanya teks, Codex sekarang memiliki kemampuan Generative AI untuk gambar guna membuat konsep produk, visual slide, hingga placeholder images untuk kebutuhan korporat.
Untuk memperluas fungsionalitasnya, OpenAI mengumumkan integrasi 111 Plugin dari berbagai aplikasi seperti CodeRabbit dan GitLab Issues. Integrasi ini memungkinkan Codex melakukan tugas administratif ringan, seperti merangkum kanal Slack dan Google Calendar untuk menyusun daftar tugas harian pengembang.
Bersamaan dengan ini, opsi harga pay-as-you-go juga diperkenalkan bagi pelanggan ChatGPT Enterprise dan bisnis untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam pengadaan layanan.
Dampak bagi Indonesia
Pembaruan Codex ini membawa implikasi signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Efisiensi Startup Lokal: Dengan sistem pay-as-you-go, startup di Indonesia dapat mengakses teknologi AI Agent tingkat tinggi tanpa komitmen biaya langganan yang berat. Estimasi biaya per sesi bisa jauh lebih hemat dibandingkan biaya rekrutmen penguji manual (QA).
- Konversi Biaya: Layanan Enterprise ini diperkirakan akan berada di kisaran harga yang kompetitif. Jika mengacu pada standar global, biaya operasionalnya mungkin berkisar antara Rp450.000 hingga Rp900.000 per pengguna per bulan, tergantung pada intensitas penggunaan GPU di Cloud Computing OpenAI.
- Peningkatan Standar Talenta: Pengembang di Indonesia perlu beradaptasi dengan teknik Prompt Engineering yang lebih kompleks untuk mengarahkan agen Codex agar bekerja secara paralel, yang akan meningkatkan standar kompetensi talenta digital nasional di mata global.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


