Ad space available
Laporan: Google & SpaceX Jajaki Data Center Orbital untuk Komputasi AI
Raksasa teknologi Google dan perusahaan antariksa SpaceX dikabarkan tengah berdiskusi serius untuk membangun Data Center di orbit Bumi. Langkah ambisius ini bertujuan untuk menjadikan luar angkasa sebagai masa depan komputasi AI, meskipun biaya operasionalnya saat ini masih jauh lebih tinggi daripada di darat.

Laporan: Google dan SpaceX Jajaki Data Center Orbital untuk Komputasi AI
SAN FRANCISCO, (13 Mei 2026)
- Google dan SpaceX sedang berdiskusi untuk membangun Data Center di orbit Bumi.
- Tujuannya adalah untuk menempatkan komputasi AI di luar angkasa, meski biayanya saat ini masih jauh lebih tinggi daripada Data Center di Bumi.
- SpaceX meyakini bahwa Data Center orbital akan menjadi solusi komputasi AI yang lebih hemat biaya dalam beberapa tahun ke depan, seiring persiapan IPO senilai $1,75 triliun.
Mengutip laporan dari The Wall Street Journal, Google dan perusahaan antariksa SpaceX dikabarkan sedang dalam tahap negosiasi untuk meluncurkan Data Center ke orbit. Langkah ini menandai visi ambisius kedua raksasa teknologi tersebut untuk menempatkan kapasitas komputasi AI di luar angkasa.
Melansir TechCrunch, kesepakatan potensial ini muncul seiring persiapan SpaceX untuk IPO senilai $1,75 triliun akhir tahun ini. Perusahaan milik Elon Musk tersebut tengah meyakinkan investor bahwa Data Center di luar angkasa akan menjadi lokasi paling hemat biaya untuk komputasi AI dalam beberapa tahun mendatang. Ini juga mengikuti kesepakatan Anthropic dengan SpaceX minggu lalu untuk menggunakan sumber daya komputasi dari Data Center xAI di Memphis, Tennessee, dengan potensi kerja sama di masa depan untuk Data Center orbital. (SpaceX mengakuisisi xAI pada Februari lalu).
Google juga dilaporkan tengah berdiskusi dengan perusahaan peluncur roket lainnya. Perusahaan ini juga berencana meluncurkan prototipe satelit pada tahun 2027 sebagai bagian dari inisiatif bernama Project Suncatcher, yang diumumkan akhir tahun lalu.
Elon Musk telah membangun hype seputar Data Center orbital, mengklaim bahwa biaya operasionalnya lebih murah. Para pendukung juga menyoroti bahwa Data Center luar angkasa bebas dari penolakan lokal yang sering terjadi pada pembangunan di darat di AS. Namun, seperti yang baru-baru ini dilaporkan TechCrunch, Data Center terestrial saat ini jauh lebih murah daripada Data Center di orbit, jika memperhitungkan biaya konstruksi satelit dan peluncuran.
Google sendiri telah berinvestasi sebesar $900 juta di SpaceX pada tahun 2015, menurut dokumen regulasi. TechCrunch telah menghubungi Google dan SpaceX untuk mendapatkan komentar lebih lanjut.
Dampak bagi Indonesia
Meskipun konsep Data Center orbital masih dalam tahap awal dan biayanya sangat tinggi saat ini, potensi implementasinya dapat membawa dampak signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia. Jika biaya operasional Data Center di orbit benar-benar menjadi lebih murah di masa depan seperti yang diproyeksikan SpaceX, hal ini bisa mempercepat adopsi teknologi Cloud Computing berbasis AI di Indonesia.
Penyedia layanan internet berbasis satelit seperti Starlink, yang juga merupakan bagian dari SpaceX, bisa mendapatkan keuntungan dari infrastruktur komputasi yang lebih dekat dan responsif. Ini berpotensi meningkatkan kualitas layanan internet di daerah-daerah terpencil Indonesia, menurunkan latensi, dan bahkan pada akhirnya menurunkan biaya akses internet bagi konsumen. Di sisi lain, hal ini juga dapat memicu tantangan regulasi terkait kedaulatan data dan kepatuhan terhadap hukum lokal, terutama jika Data Center yang menyimpan data penting nasional beroperasi di luar yurisdiksi Bumi.
Untuk sektor AI dan startup di Indonesia, keberadaan Data Center orbital dapat membuka akses ke kapasitas GPU dan komputasi yang masif, yang esensial untuk melatih Machine Learning model yang kompleks. Namun, perusahaan di Indonesia perlu mempertimbangkan biaya konektivitas dan keamanan data dalam memanfaatkan infrastruktur luar angkasa ini. Potensi penurunan biaya di masa depan akan menjadi faktor kunci untuk penetrasi teknologi ini di pasar Indonesia.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


