Advertisement

Ad space available

Berita AI

Multiverse Computing Bawa Model AI Terkompresi ke Pasar Mainstream

Multiverse Computing merilis aplikasi CompactifAI dan portal API untuk mempermudah akses ke model AI yang efisien dan bisa berjalan secara offline.

Tim Rekayasa AI
Penulis
19 Maret 2026
4 min read
#Generative AI#Cloud Computing#LLM#Edge AI#Multiverse Computing
Multiverse Computing Bawa Model AI Terkompresi ke Pasar Mainstream

Multiverse Computing Bawa Model AI Terkompresi ke Pasar Mainstream

SAN SEBASTIAN, (19 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Multiverse Computing meluncurkan aplikasi CompactifAI dan portal API mandiri untuk menyediakan model AI yang telah dikompresi dari lab besar seperti OpenAI dan Meta.
  • Model AI bernama Gilda memungkinkan pemrosesan secara lokal pada perangkat tanpa memerlukan koneksi internet atau infrastruktur Cloud Computing.
  • Perusahaan ini dikabarkan tengah menggalang pendanaan baru sebesar €500 juta dengan valuasi mencapai lebih dari €1,5 miliar.

Mengutip laporan dari TechCrunch, startup asal Spanyol, Multiverse Computing, kini mulai mendorong model AI hasil kompresinya ke pasar arus utama. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya risiko gagal bayar perusahaan swasta yang mencapai 9,2%, yang memicu peringatan dari firma VC Lux Capital agar perusahaan AI tidak hanya mengandalkan janji lisan dalam komitmen kapasitas komputasi mereka.

Multiverse Computing menawarkan solusi berbeda: berhenti mengandalkan infrastruktur eksternal sepenuhnya. Dengan mengompresi model dari lab AI ternama seperti OpenAI, Meta, DeepSeek, dan Mistral AI, startup ini memperkenalkan teknologi yang memungkinkan model AI berjalan langsung di perangkat pengguna (Edge AI), tanpa perlu Data Center atau penyedia layanan cloud.

Aplikasi CompactifAI dan Model 'Gilda'

Produk terbaru mereka, aplikasi CompactifAI, berfungsi sebagai alat chat AI serupa dengan ChatGPT. Melansir data teknis perusahaan, aplikasi ini menyematkan Gilda, sebuah model yang sangat kecil sehingga mampu berjalan secara lokal dan offline.

Namun, terdapat batasan teknis terkait spesifikasi perangkat. Jika smartphone pengguna tidak memiliki RAM dan penyimpanan yang cukup, sistem otomatis yang dinamakan 'Ash Nazg' akan mengalihkan pemrosesan kembali ke model berbasis cloud melalui API. Meskipun praktis, pengalihan ke cloud ini menghilangkan keunggulan privasi utama dari pemrosesan lokal.

Selain aplikasi, Multiverse juga meluncurkan portal API mandiri yang ditujukan bagi pengembang dan perusahaan. Portal ini memberikan akses langsung ke model terkompresi seperti HyperNova 60B 2602, yang dibangun dari basis model gpt-oss-120b milik OpenAI. Multiverse mengklaim model ini memberikan respons lebih cepat dengan biaya lebih rendah, yang sangat krusial bagi workflows AI Agent dalam pemrograman kompleks.

CEO Multiverse, Enrique Lizaso, menyatakan bahwa portal API ini memberikan transparansi dan kendali yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan AI dalam tahap produksi. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana perusahaan mulai beralih ke model kecil yang lebih optimal untuk tugas spesifik, seperti yang dilakukan Mistral melalui peluncuran Mistral Small 4.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran model AI terkompresi yang mampu berjalan secara lokal memiliki implikasi signifikan bagi lanskap teknologi di Indonesia:

  1. Efisiensi Biaya Operasional: Startup lokal dapat menekan biaya operasional secara drastis karena berkurangnya ketergantungan pada sewa GPU mahal di Data Center luar negeri. Jika dikonversi, valuasi Multiverse yang mencapai €1,5 miliar (sekitar Rp25,5 triliun) menunjukkan besarnya nilai ekonomi dalam efisiensi komputasi.
  2. Solusi Konektivitas Daerah Terpencil: Dengan kemampuan berjalan offline, teknologi ini sangat relevan untuk sektor pertambangan, perkebunan, dan edukasi di wilayah Indonesia yang belum terjangkau koneksi internet stabil (daerah 3T).
  3. Kepatuhan Privasi (UU PDP): Kemampuan pemrosesan data di perangkat (on-device) memudahkan perusahaan lokal mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), karena data sensitif tidak perlu keluar dari perangkat pengguna ke server asing.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin