Ad space available
Gamma Rilis Gamma Imagine: AI Baru Penantang Dominasi Canva dan Adobe
Gamma resmi meluncurkan Gamma Imagine untuk mempermudah pembuatan aset visual dan infografis secara instan berbasis AI. Langkah ini memperkuat posisi Gamma dalam menyaingi platform desain besar seperti Canva dan Adobe.

Gamma Rilis Gamma Imagine: AI Baru Penantang Dominasi Canva dan Adobe
SAN FRANCISCO, (17 Maret 2026)
- Gamma Imagine memungkinkan pembuatan grafik interaktif dan infografis hanya dengan menggunakan text prompt.
- Platform ini terintegrasi dengan ekosistem populer seperti ChatGPT, Claude, Zapier, dan Atlassian.
- Gamma kini memiliki hampir 100 juta pengguna dengan valuasi mencapai US$2,1 miliar.
Gamma, platform produktivitas yang dikenal lewat pembuatan presentasi otomatis, resmi meluncurkan Gamma Imagine. Produk ini dirancang untuk menghasilkan aset pemasaran dan visualisasi data secara instan, menempatkan Gamma sebagai pesaing serius bagi Canva dan Adobe.
Melalui fitur ini, pengguna dapat memasukkan perintah teks sederhana untuk menciptakan aset visual yang dipersonalisasi. Gamma menyediakan lebih dari 100 templat yang dapat disesuaikan secara otomatis menggunakan teknologi AI mereka.
Menjembatani Celah Desain Profesional
CEO Gamma, Grant Lee, menyatakan bahwa produk ini hadir untuk membantu para knowledge workers yang perlu berkomunikasi secara visual tanpa harus menguasai alat desain yang rumit. "Kami mengisi celah antara alat profesional seperti Adobe yang kompleks dengan alat tradisional yang kaku seperti PowerPoint," ungkap Lee kepada TechCrunch.
Integrasi dengan alat seperti ChatGPT dan Claude memastikan bahwa alur kerja pengguna tetap efisien. Dengan valuasi US$2,1 miliar setelah pendanaan Series B yang dipimpin oleh a16z, Gamma menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat di industri AI.
Dampak bagi Industri di Indonesia
Peluncuran ini memberikan beberapa keuntungan bagi pasar Indonesia:
- Efisiensi UMKM: Pelaku bisnis kecil kini bisa membuat materi promosi profesional dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan menyewa desainer atau berlangganan software mahal.
- Akselerasi Digitalisasi: Mempermudah adopsi AI di lingkungan kerja lokal melalui antarmuka yang ramah pengguna.
- Demokratisasi Desain: Memberikan kemampuan desain tingkat tinggi kepada semua orang tanpa latar belakang seni.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


