Advertisement

Ad space available

Berita AI

X Luncurkan Platform Iklan Berbasis AI untuk Pulihkan Pendapatan

Elon Musk melalui X resmi merilis platform iklan yang dibangun ulang dengan dukungan teknologi AI teranyar. Langkah ini diambil untuk menarik kembali para pengiklan melalui sistem penargetan yang lebih akurat.

Tim Rekayasa AI
Penulis
30 April 2026
3 min read
#X#Elon Musk#AI#Adtech#Digital Marketing
X Luncurkan Platform Iklan Berbasis AI untuk Pulihkan Pendapatan

X Bangun Ulang Platform Iklan dengan Dukungan AI dari xAI

SAN FRANCISCO, (30 April 2026)

Key Takeaway
  • X meluncurkan platform iklan baru dengan sistem retrieval and ranking berbasis AI untuk meningkatkan akurasi penargetan.
  • Pendapatan iklan X diproyeksikan tumbuh mencapai US$2,46 miliar pada tahun 2026, menandai fase pemulihan bisnis.
  • Platform ini dirancang untuk integrasi fitur baru yang lebih cepat, memanfaatkan teknologi hasil kolaborasi dengan xAI.

Elon Musk melalui platform X kembali berupaya memikat para pengiklan dengan meluncurkan ads platform yang dibangun ulang sepenuhnya menggunakan teknologi AI. Mengutip laporan dari TechCrunch yang ditulis oleh Sarah Perez, peluncuran ini dilakukan secara bertahap mulai Kamis waktu setempat guna mendorong kembali pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Melansir data dan prakiraan dari eMarketer, bisnis periklanan X menunjukkan tren positif setelah sempat mengalami kesulitan di masa awal kepemimpinan Musk. Pendapatan iklan X diestimasi mencapai US$2,26 miliar pada tahun 2025 dan diprediksi meningkat menjadi US$2,46 miliar pada tahun 2026. Meski angka ini masih setengah dari pencapaian Twitter pada tahun 2021, pertumbuhan tersebut menunjukkan arah yang benar bagi perusahaan.

X menyatakan bahwa platform baru ini memiliki sistem retrieval and ranking yang lebih modern dan ditenagai oleh AI. Perubahan ini bertujuan untuk memudahkan pemasar dalam membuat campaign tertarget yang dapat mereka kendalikan sepenuhnya. Teknologi AI akan digunakan untuk meningkatkan performa kampanye, memberikan penempatan iklan yang lebih relevan, serta penargetan yang lebih presisi.

"Sangat sedikit perusahaan yang memiliki ambisi dan keberanian teknis untuk membangun kembali seluruh platform periklanan mereka dalam waktu sesingkat itu. Ini adalah ciri khas X dan xAI — berani, cepat, dan fokus pada pembangunan sesuatu yang jauh lebih baik bagi pengiklan," ujar Monique Pintarelli, head of global advertising di xAI, dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa ad stack baru ini didesain untuk memungkinkan integrasi inovasi yang berkelanjutan secara mulus.

Langkah X ini tidak mengejutkan mengingat perusahaan telah melakukan merger dengan unit AI milik Musk, xAI, pada tahun lalu. Langkah ini juga mengikuti tren industri di mana raksasa teknologi seperti Google dan Meta melaporkan lonjakan pendapatan iklan digital berkat implementasi AI yang mengotomatisasi berbagai aspek pemasaran, mulai dari pembuatan materi iklan hingga pengukuran hasil.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran platform iklan berbasis AI ini membawa implikasi signifikan bagi pasar digital di Indonesia. Dengan proyeksi pendapatan global mencapai US$2,46 miliar atau setara sekitar Rp40,1 triliun (asumsi kurs Rp16.300), efisiensi penargetan iklan ini dapat membantu pelaku UMKM dan brand lokal di Indonesia untuk bersaing lebih kompetitif.

Di Indonesia, di mana perilaku pengguna sangat dinamis di media sosial, sistem retrieval and ranking yang lebih cerdas memungkinkan pengiklan lokal menjangkau audiens yang tepat tanpa harus mengeluarkan anggaran besar untuk eksperimen manual. Selain itu, seiring dengan regulasi privasi data yang semakin ketat di tanah air, otomatisasi AI dalam penempatan iklan yang relevan tanpa melanggar privasi pengguna dapat menjadi solusi bagi industri periklanan digital nasional.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin