Ad space available
Uninstall ChatGPT Melonjak 295% Pasca Kesepakatan DoD, Claude Jadi Pilihan
Jumlah pencopotan aplikasi ChatGPT meroket hingga 295% setelah pengumuman kerja sama OpenAI dengan Pentagon. Di saat yang sama, Claude justru memuncaki App Store.

Uninstall ChatGPT Melonjak 295% Pasca Kesepakatan DoD, Claude Jadi Pilihan
SAN FRANCISCO, (2 Maret 2026)
- Jumlah uninstall aplikasi ChatGPT di AS melonjak 295% dalam sehari setelah berita kerja sama OpenAI dengan Department of Defense (DoD) mencuat.
- Claude milik Anthropic naik ke peringkat #1 di App Store AS setelah secara tegas menolak kemitraan militer demi alasan keamanan dan etika AI.
- Rating bintang 1 untuk ChatGPT di toko aplikasi melonjak hingga 775%, mencerminkan ketidakpuasan pengguna terhadap arah kebijakan perusahaan.
Melansir laporan dari TechCrunch, jumlah pengguna yang menghapus aplikasi ChatGPT di Amerika Serikat melonjak drastis sebesar 295% pada Sabtu, 28 Februari 2026. Lonjakan ini terjadi segera setelah publik mengetahui kesepakatan antara OpenAI dengan Department of Defense (DoD), yang di bawah administrasi Trump telah dibranding ulang menjadi Department of War.
Data yang dirilis oleh penyedia intelijen pasar Sensor Tower menunjukkan bahwa angka uninstall ini jauh melampaui rata-rata harian ChatGPT yang biasanya hanya berada di angka 9% dalam 30 hari terakhir. Sebaliknya, kompetitor utama mereka, Anthropic, justru mencatatkan pertumbuhan signifikan. Unduhan untuk Claude melonjak 37% pada hari Jumat dan 51% pada hari Sabtu setelah perusahaan tersebut menyatakan tidak akan bermitra dengan departemen pertahanan AS.
Pergeseran Pengguna ke Anthropic Claude
Anthropic menegaskan bahwa pihaknya tidak mencapai kesepakatan dengan Pentagon karena kekhawatiran bahwa AI akan digunakan untuk surveilans terhadap warga Amerika serta penggunaan dalam persenjataan otonom penuh. Sikap ini tampaknya mendapat apresiasi dari pengguna yang peduli pada etika Generative AI.
Menurut data dari Appfigures, Claude berhasil menduduki peringkat #1 aplikasi gratis di App Store AS pada hari Sabtu, mengungguli ChatGPT untuk pertama kalinya dalam hal jumlah unduhan harian. Fenomena ini juga terlihat di negara lain seperti Jerman, Kanada, dan Norwegia, di mana Claude juga memuncaki tangga aplikasi.
Selain lonjakan uninstall, sentimen negatif pengguna juga terlihat dari ulasan aplikasi. Sensor Tower mencatat bahwa ulasan bintang 1 untuk ChatGPT meroket 775% pada hari Sabtu, sementara ulasan bintang 5 turun hingga 50% pada periode yang sama.
Dampak bagi Indonesia
Fenomena perpindahan pengguna dari ChatGPT ke Claude ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung bagi lanskap teknologi di Indonesia:
- Kesadaran Etika AI: Komunitas pengembang dan pengguna teknologi di Indonesia mulai melirik aspek etika dan privasi data. Jika OpenAI semakin dalam terlibat dalam proyek militer, pengguna di Indonesia yang sensitif terhadap isu kedaulatan data mungkin akan beralih ke LLM alternatif seperti Claude atau model open-source.
- Lanskap Biaya Langganan: Saat ini, biaya langganan ChatGPT Plus berada di kisaran Rp315.000 per bulan (setara US$20). Jika tren penurunan pengguna global berlanjut, persaingan harga atau fitur antara ChatGPT dan Claude mungkin akan semakin kompetitif bagi konsumen di tanah air.
- Adopsi Enterprise: Perusahaan di Indonesia yang menggunakan API OpenAI untuk layanan konsumen mungkin akan melakukan evaluasi ulang terkait citra merek jika sentimen publik terhadap OpenAI terus memburuk di level global.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


