Advertisement

Ad space available

Berita AI

Uber Eats Luncurkan AI Assistant untuk Permudah Belanja Bahan Makanan

Uber Eats memperkenalkan fitur AI terbarunya, “Cart Assistant,” yang dirancang untuk mempercepat dan mempermudah proses pengisian keranjang belanja bahan makanan bagi pengguna. Asisten AI ini memungkinkan pelanggan menambahkan item ke keranjang secara otomatis hanya dengan menggunakan teks atau gambar daftar belanja.

Tim Rekayasa AI
Penulis
12 Februari 2026
3 min read
#Uber Eats#AI Assistant#Belanja Online#Aplikasi Makanan#Teknologi AI
Uber Eats Luncurkan AI Assistant untuk Permudah Belanja Bahan Makanan

Permudah Belanja: Uber Eats Hadirkan AI Assistant "Cart Assistant"

SAN FRANCISCO, (Rabu, 11 Februari 2026)

Key Takeaway
  • Uber Eats meluncurkan “Cart Assistant,” sebuah fitur AI yang memungkinkan pengguna mengisi keranjang belanja bahan makanan secara otomatis dari daftar teks atau gambar.
  • Fitur ini menganalisis daftar belanja tulisan tangan atau tangkapan layar resep, lalu mengusulkan item yang relevan sambil mempersonalisasi pilihan berdasarkan riwayat pesanan sebelumnya.
  • Langkah ini menempatkan Uber Eats dalam persaingan ketat dengan aplikasi pengiriman makanan dan bahan makanan lain yang juga telah mengintegrasikan atau mengembangkan Chatbot AI serupa.

Mengutip laporan dari TechCrunch, Uber Eats pada Rabu (11/2) resmi mengumumkan fitur AI terbarunya, “Cart Assistant”, yang dirancang untuk mempercepat dan mempermudah pelanggan dalam mengisi keranjang belanja bahan makanan mereka. Versi beta dari fitur ini kini telah tersedia di aplikasi.

Untuk menggunakan Chatbot baru ini, pengguna cukup mencari toko bahan makanan di aplikasi Uber Eats dan mengetuk ikon “Cart Assistant” berwarna ungu pada halaman toko tersebut untuk memulai belanja. Pelanggan dapat memasukkan daftar belanja dalam bentuk teks atau mengunggah gambar, dan “Cart Assistant” akan secara otomatis menambahkan item yang diperlukan ke keranjang mereka. Ini termasuk foto daftar yang ditulis tangan atau tangkapan layar resep beserta bahan-bahannya. Setelah itu, pengguna dapat menyesuaikan keranjang dengan menukar item untuk merek pilihan atau menambahkan lebih banyak produk dari toko.

Uber Eats juga mencatat bahwa “Cart Assistant” menggunakan riwayat pesanan sebelumnya untuk memprioritaskan item yang sudah dikenal – seperti susu favorit atau oatmeal langganan – demi pengalaman yang lebih personal.

“Pengguna menyampaikan kepada kami bahwa mereka menginginkan cara belanja yang lebih cepat, dan kami tahu betapa berharganya waktu Anda,” kata CTO Uber Praveen Neppalli Naga dalam sebuah pernyataan. “Cart Assistant membantu Anda beralih dari ide hingga pembayaran dalam hitungan detik.”

Fitur “Cart Assistant” ini berpotensi membantu Uber Eats bersaing lebih baik dengan aplikasi pengiriman makanan dan bahan makanan lainnya yang sudah mengintegrasikan atau mengembangkan Chatbot AI. Sebagai contoh, Instacart pada tahun 2023 meluncurkan alat pencarian AI yang didukung oleh OpenAI’s ChatGPT untuk membantu pelanggan menghemat waktu dan menerima rekomendasi belanja yang dipersonalisasi. DoorDash juga dikabarkan sedang menguji Chatbot AI bernama DashAI pada tahun yang sama.

Tahun lalu, baik Uber Eats maupun pesaingnya, DoorDash, telah mengintegrasikan fitur dengan ChatGPT untuk menyederhanakan pemesanan makanan. Dengan Uber Eats, pengguna di AS dapat menjelajahi restoran dan menu lokal di ChatGPT, kemudian menyelesaikan pembelian mereka di aplikasi Uber Eats. Integrasi DoorDash memungkinkan pengguna untuk meminta rencana makan dan secara otomatis menambahkan semua bahan yang diperlukan ke keranjang DoorDash mereka.

Bloomberg pada tahun 2023 melaporkan bahwa Uber Eats sedang mengembangkan Chatbot bertenaga AI yang konon akan menanyakan preferensi anggaran dan makanan pengguna, serta membantu mereka melakukan pemesanan. Secara keseluruhan, Uber Eats menunjukkan investasi yang pesat dalam teknologi AI, termasuk juga menghadirkan alat untuk para mitra bisnis seperti deskripsi menu yang dihasilkan AI, foto makanan yang ditingkatkan, dan ringkasan ulasan pelanggan.

Dampak bagi Indonesia

Peluncuran “Cart Assistant” oleh Uber Eats ini dapat memiliki dampak signifikan pada pasar pengiriman bahan makanan daring di Indonesia. Meskipun Uber Eats sendiri tidak beroperasi di Indonesia, inovasi ini menjadi tolok ukur bagi pemain lokal seperti GoMart (GoFood) dan GrabMart (GrabFood) untuk terus berinovasi dalam layanan mereka. Konsumen Indonesia yang semakin terbiasa dengan kemudahan teknologi akan menuntut pengalaman belanja yang lebih efisien dan personal.

Fitur seperti mengidentifikasi daftar belanja tulisan tangan atau resep gambar dapat sangat relevan di Indonesia, di mana banyak rumah tangga masih menggunakan metode pencatatan tradisional. Jika diimplementasikan oleh penyedia layanan lokal, hal ini dapat meningkatkan adopsi belanja bahan makanan online, terutama bagi segmen pasar yang mencari efisiensi waktu dan kemudahan. Persaingan antar platform diperkirakan akan semakin ketat, mendorong pengembangan fitur AI yang lebih canggih untuk mempertahankan dan menarik pelanggan di tengah pasar yang dinamis ini.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin