Advertisement

Ad space available

Berita AI

Uber Gunakan Chip AI Amazon, Tinggalkan Dominasi Google dan Oracle

Uber resmi memperluas kontrak Cloud Computing dengan AWS untuk menggunakan chip kustom Graviton dan Trainium3. Langkah ini menjadi pukulan bagi kompetitor seperti Google Cloud dan Oracle.

Tim Rekayasa AI
Penulis
7 April 2026
4 min read
#Uber#AWS#Chip AI#Cloud Computing#Semiconductor
Uber Gunakan Chip AI Amazon, Tinggalkan Dominasi Google dan Oracle

Uber Gunakan Chip AI Amazon, Tinggalkan Dominasi Google dan Oracle

SAN FRANCISCO, (7 April 2026)

Key Takeaway
  • Uber memperluas kontrak layanan AWS untuk mengadopsi chip kustom Graviton (ARM-based CPU) dan mulai menguji coba chip AI terbaru, Trainium3.
  • Langkah ini menandai pergeseran strategis Uber yang sebelumnya sangat bergantung pada infrastruktur Cloud Computing dari Google Cloud dan Oracle.
  • Kesuksesan Amazon dalam menarik Uber memperkuat posisi mereka sebagai pesaing serius Nvidia di pasar Semiconductor untuk beban kerja AI.

Melansir laporan dari TechCrunch, Amazon mengumumkan pada hari Selasa bahwa Uber telah memperluas kontrak layanan AWS mereka. Ekspansi ini difokuskan pada penggunaan chip buatan Amazon sendiri untuk menjalankan berbagai fitur ride-sharing. Secara spesifik, Uber akan meningkatkan penggunaan Graviton, sebuah CPU server berbasis ARM yang hemat daya, serta memulai uji coba pada Trainium3, chip Generative AI terbaru besutan AWS yang diposisikan sebagai pesaing berat Nvidia.

Kesepakatan ini bukan sekadar tentang persaingan jangka panjang dengan Nvidia, melainkan sebuah manuver strategis Amazon dalam menghadapi kompetitor Cloud Computing utama mereka, yaitu Google dan Oracle. Mengutip data historis, Uber sebelumnya telah menandatangani kontrak multi-tahun yang sangat besar dengan Oracle dan Google pada tahun 2023 untuk memindahkan mayoritas infrastruktur I.T. mereka keluar dari Data Center mandiri.

Pergeseran Strategi Infrastruktur

Pada Desember lalu, Uber sempat menegaskan komitmennya untuk transisi ke Cloud menggunakan OCI (Oracle Cloud Infrastructure) dan Google Cloud Platform. Mereka bahkan menyoroti penggunaan chip ARM buatan Ampere di dalam cloud milik Oracle. Namun, pengumuman terbaru ini menunjukkan bahwa efisiensi dan performa chip kustom milik AWS telah berhasil memikat Uber untuk kembali memperkuat eksistensinya di ekosistem Amazon.

Keberhasilan AWS dalam mengamankan kontrak yang lebih besar dari Uber menambah daftar panjang raksasa teknologi yang beralih ke chip AI internal Amazon. Uber kini bergabung dengan Anthropic, OpenAI, dan Apple yang telah lebih dulu meningkatkan penggunaan chip Trainium. CEO Amazon, Andy Jassy, sebelumnya menyatakan bahwa lini bisnis Trainium telah menjadi bisnis bernilai miliaran dolar, membuktikan bahwa ketergantungan industri pada GPU pihak ketiga mulai bergeser ke arah solusi kustom yang lebih terintegrasi dengan layanan Cloud Computing.

Dampak bagi Indonesia

Langkah Uber yang mengadopsi chip AI kustom seperti Trainium3 dan Graviton memberikan sinyal kuat bagi ekosistem startup dan korporasi di Indonesia mengenai pentingnya efisiensi biaya infrastruktur.

  1. Efisiensi Operasional Startup: Penggunaan chip ARM-based seperti Graviton dikenal mampu mereduksi biaya operasional hingga 20-40% dibandingkan prosesor x86 tradisional. Jika pemain lokal seperti Gojek atau Grab mengikuti jejak efisiensi ini, hal tersebut berpotensi menekan biaya operasional yang pada akhirnya dapat mempengaruhi stabilitas harga layanan bagi konsumen di Indonesia.
  2. Adopsi AI Lokal: Dengan tersedianya opsi chip AI yang lebih terjangkau di AWS Region Jakarta, perusahaan lokal dapat melakukan training Machine Learning dan Neural Networks dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan harus berebut pasokan GPU kelas atas yang langka di pasar global.
  3. Kedaulatan Data dan Cloud: Persaingan antara AWS, Google, dan Oracle di level global akan memicu peningkatan layanan Data Center lokal di Indonesia, memastikan perusahaan lokal memiliki akses ke teknologi Semiconductor terbaru tanpa latensi tinggi.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin