Ad space available
SusHi Tech Tokyo 2026: Mengapa Tokyo Jadi Destinasi Teknologi Utama Tahun Ini
SusHi Tech Tokyo 2026 menghadirkan empat domain teknologi utama termasuk AI dan Robotics dengan demonstrasi langsung di lapangan. Acara ini juga menjadi pintu gerbang bagi startup global melalui kemitraan dengan TechCrunch Startup Battlefield.

SusHi Tech Tokyo 2026: Mengapa Tokyo Jadi Destinasi Teknologi Utama Tahun Ini
TOKYO, (25 April 2026)
- SusHi Tech Tokyo 2026 berfokus pada implementasi praktis di empat domain utama: AI, Robotics, Resilience, dan Entertainment.
- TechCrunch Startup Battlefield akan menyeleksi satu semifinalis dari ajang ini untuk maju ke kompetisi global di San Francisco.
- Inovasi partisipasi remote menggunakan perangkat telepresence memungkinkan interaksi wajah-ke-wajah meskipun peserta berada di luar negeri.
Setiap konferensi teknologi besar biasanya memiliki tema tertentu, namun seringkali terlalu luas. Mengutip laporan dari TechCrunch, ajang SusHi Tech Tokyo 2026 mengambil pendekatan berbeda dengan menetapkan empat domain teknologi yang sangat spesifik, didukung oleh demonstrasi langsung, lantai pameran khusus, serta sesi yang melibatkan para pembangun dan pemodal teknologi global secara langsung.
Melansir data dari penyelenggara, TechCrunch telah resmi menjadi mitra media untuk ajang ini. Tim Startup Battlefield akan hadir secara langsung untuk menyeleksi satu semifinalis menonjol dari SusHi Tech Challenge guna melaju ke TechCrunch Disrupt Startup Battlefield 200—salah satu batu loncatan paling bergengsi di dunia teknologi.
Fokus pada Infrastruktur AI dan Robotics
Sesi yang menghadirkan Howard Wright (Nvidia) dan Rob Chu (AWS) akan membedah bagaimana AI diimplementasikan dalam skala besar dan risiko nyata yang menyertainya. Di lantai pameran, startup universitas bertema AI akan bersaing dengan pemain global. Selain itu, AI Film Festival Japan akan mengeksplorasi bagaimana Generative AI mengubah wajah budaya secara real-time.
Dalam domain Robotics, Physical AI menjadi sorotan utama. Robot tidak lagi dipajang di balik kaca, melainkan berinteraksi langsung di lantai pameran. Perusahaan seperti Nissan dan Isuzu akan mendemonstrasikan bagaimana software-defined vehicles membentuk ulang masa depan transportasi.
Ketahanan Kota dan Industri Hiburan
Domain Resilience akan membahas pertahanan siber dan teknologi iklim. Eva Chen dari Trend Micro dan Noboru Nakatani dari NEC akan mengupas tuntas isu Cybersecurity. Peserta juga dapat merasakan simulator bencana berbasis VR serta melakukan kunjungan lapangan ke infrastruktur pengendalian banjir bawah tanah Tokyo yang legendaris.
Sementara itu, di sektor hiburan, CEO dari studio ternama seperti MAPPA dan Production I.G akan membahas visi Tokyo menjadi pusat animasi dunia. Banyak startup kini mulai menggunakan AI untuk menerjemahkan manga secara global dan menciptakan musik dari text prompt.
Bagi mereka yang tidak bisa hadir di Tokyo, tersedia opsi partisipasi remote yang unik. Staf di lokasi akan membawa perangkat yang menampilkan wajah peserta remote, memungkinkan interaksi tatap muka dengan eksibitor seolah-olah berada di sana secara fisik.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran SusHi Tech Tokyo 2026 memberikan beberapa implikasi penting bagi ekosistem teknologi di Indonesia:
- Akses Startup Lokal ke Panggung Global: Kemitraan dengan TechCrunch Startup Battlefield membuka peluang bagi founder asal Indonesia untuk menembus pasar internasional. Jika berhasil lolos, penghematan biaya pendaftaran Disrupt mencapai $410 atau sekitar Rp6.600.000.
- Transfer Teknologi Resiliensi: Teknologi kontrol banjir bawah tanah Tokyo sangat relevan bagi kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta yang menghadapi tantangan serupa terkait perubahan iklim dan banjir rob.
- Adopsi AI di Sektor Kreatif: Penggunaan AI untuk translasi manga dan kekayaan intelektual (IP) dapat diadaptasi oleh kreator konten Indonesia untuk membawa kekayaan budaya lokal ke pasar global dengan biaya distribusi yang lebih efisien.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


