Advertisement

Ad space available

Berita AI

Steven Spielberg Tegaskan Belum Pernah Gunakan AI dalam Film Karyanya

Sutradara legendaris Steven Spielberg menyatakan komitmennya untuk tidak menggantikan kreativitas manusia dengan AI dalam proses pembuatan film. Pernyataan ini disampaikan di tengah tren adopsi AI yang masif oleh raksasa streaming.

Tim Rekayasa AI
Penulis
13 Maret 2026
4 min read
#Steven Spielberg#AI#SXSW 2026#Industri Kreatif#Netflix
Steven Spielberg Tegaskan Belum Pernah Gunakan AI dalam Film Karyanya

Steven Spielberg Tegaskan Belum Pernah Gunakan AI dalam Film Karyanya

AUSTIN, (13 Maret 2026)

Key Takeaway
  • Steven Spielberg menyatakan secara eksplisit bahwa ia belum pernah menggunakan AI dalam film apa pun yang ia garap hingga saat ini.
  • Meskipun tidak anti-teknologi, Spielberg menolak keras penggunaan AI jika tujuannya adalah untuk menggantikan peran individu kreatif, terutama di ruang penulis.
  • Sikap Spielberg ini muncul saat raksasa industri seperti Netflix dan Amazon mulai berinvestasi besar-besaran pada teknologi AI untuk produksi film.

Sutradara legendaris Steven Spielberg menyuarakan penolakannya terhadap penggunaan teknologi AI dalam upaya kreatif. Mengutip laporan dari TechCrunch, pernyataan tersebut disampaikan Spielberg dalam sebuah sesi wawancara di konferensi SXSW di Austin pada hari Jumat.

Melansir data dari diskusi tersebut, saat ditanya mengenai kegunaan AI dalam proses pembuatan film, Spielberg menjawab, "Saya belum pernah menggunakan AI pada film saya sejauh ini." Pernyataan ini langsung disambut dengan sorakan dan tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir.

Teknologi vs Kreativitas Manusia

Spielberg, yang dikenal lewat karya-karya blockbuster seperti "Jaws," "E.T.," dan "Jurassic Park," menegaskan bahwa dirinya bukan seorang yang anti-teknologi. Film-filmnya sering kali mengeksplorasi dunia masa depan yang dipenuhi teknologi, seperti dalam "Minority Report," "Ready Player One," dan film berjudul "A.I. Artificial Intelligence."

Namun, sutradara kawakan ini mengingatkan bahwa teknologi memiliki batas, terutama jika menyentuh ranah kreativitas murni. Di SXSW 2026, ia menekankan bahwa meski ia mendukung AI di berbagai disiplin ilmu lain, ia tidak akan membiarkan mesin mengambil alih peran manusia di ruang penulis.

"Saya tidak setuju dengan AI jika itu menggantikan individu kreatif," tegasnya. Ia menambahkan bahwa di ruang penulis film atau serial TV produksinya, tidak akan pernah ada "kursi kosong dengan sebuah laptop di depannya" yang hanya dijalankan oleh algoritma.

Tren AI di Industri Film

Posisi Spielberg ini cukup kontras dengan arah industri film global saat ini. Banyak AI startup yang kini menawarkan solusi bagi pembuat film independen untuk memangkas biaya produksi agar lebih cepat dan murah.

Di level korporasi, Amazon tahun ini telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan uji coba berbagai tools AI dalam produksi film dan TV. Sementara itu, Netflix baru-baru ini mengakuisisi perusahaan pembuatan film berbasis AI milik Ben Affleck, Interpositive, dengan nilai yang dilaporkan mencapai USD 600 juta (sekitar Rp9,4 triliun).

Dampak bagi Indonesia

Sikap tegas Steven Spielberg ini memberikan sinyal penting bagi industri kreatif di Indonesia. Di tengah maraknya penggunaan Generative AI untuk pembuatan skrip dan aset visual di tanah air, pandangan tokoh sekaliber Spielberg bisa menjadi basis argumen bagi para serikat pekerja kreatif dan penulis di Indonesia untuk menuntut perlindungan hak cipta dan jaminan kerja.

Secara ekonomi, nilai akuisisi teknologi AI di Hollywood yang mencapai triliunan rupiah (seperti kasus Netflix-Interpositive) menunjukkan bahwa investasi di sektor ini sangat masif. Bagi kreator lokal, tantangannya adalah bagaimana tetap relevan dan mempertahankan "sentuhan manusia" yang dihargai tinggi secara artistik, sementara secara kompetitif harus berhadapan dengan efisiensi biaya yang ditawarkan oleh teknologi AI dari luar negeri.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin