Advertisement

Ad space available

Berita AI

Startup Chip AI Rebellions Raih Dana $400 Juta, Valuasi Tembus $2,3 Miliar

Startup asal Korea Selatan, Rebellions, berhasil mengantongi pendanaan pre-IPO sebesar $400 juta untuk memperkuat infrastruktur AI inference. Perusahaan ini kini menjadi penantang serius Nvidia dengan valuasi mencapai $2,34 miliar.

Tim Rekayasa AI
Penulis
30 Maret 2026
4 min read
#AI Chip#Rebellions#Semiconductor#Inference#Venture Capital
Startup Chip AI Rebellions Raih Dana $400 Juta, Valuasi Tembus $2,3 Miliar

Rebellions Perkuat Posisi Sebagai Penantang Nvidia dengan Suntikan Dana Segar

SEOUL, (30 MARET 2026)

Key Takeaway
  • Rebellions mengamankan pendanaan $400 juta dalam putaran pre-IPO, meningkatkan total modal yang dihimpun menjadi $850 juta.
  • Perusahaan fokus pada pengembangan chip khusus AI inference untuk mendukung operasional LLM yang efisien secara energi.
  • Valuasi startup fabless ini kini mencapai $2,34 miliar seiring ekspansi agresif ke pasar AS, Jepang, dan Arab Saudi.

Baru saja menyelesaikan putaran pendanaan Series C yang sukses pada November lalu, startup fabless AI chip asal Korea Selatan, Rebellions, kembali mengantongi dana tambahan sebesar US$400 juta (sekitar Rp6,3 triliun). Mengutip laporan dari TechCrunch, suntikan modal ini diperoleh dalam putaran pre-IPO yang dilakukan menjelang rencana perusahaan untuk melantai di bursa saham akhir tahun ini.

Melansir data dari pengumuman resmi perusahaan, putaran pendanaan terbaru ini dipimpin oleh Mirae Asset Financial Group dan Korea National Growth Fund. Keberhasilan ini terjadi di tengah upaya ekspansi agresif Rebellions untuk memperkuat kehadirannya tidak hanya di Asia, tetapi juga merambah pasar Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Fokus pada Komputasi AI Inference

Didirikan pada tahun 2020, Rebellions mengkhususkan diri dalam merancang chip AI sementara proses produksinya (fabrication) diserahkan kepada mitra manufaktur. Chip besutan mereka dirancang khusus untuk inference—yaitu proses komputasi yang memungkinkan model AI memberikan respons terhadap input atau kueri pengguna.

Peran inference kini dianggap semakin krusial dibandingkan fase training, terutama karena LLM (Large Language Models) telah mencapai tahap komersialisasi luas dan membutuhkan infrastruktur yang hemat daya namun tetap bertenaga. Dalam enam bulan terakhir saja, Rebellions telah berhasil menghimpun US$650 juta, menjadikan total pendanaan mereka mencapai US$850 juta dengan valuasi sekitar US$2,34 miliar.

Inovasi Infrastruktur: RebelRack dan RebelPOD

Selain pengumuman pendanaan, Rebellions juga meluncurkan dua platform infrastruktur AI baru: RebelRack dan RebelPOD.

  • RebelPOD: Merupakan unit komputasi inference yang siap digunakan untuk produksi massal.
  • RebelRack: Sistem yang mengintegrasikan beberapa rak menjadi satu cluster yang dapat diskalakan (scalable), dirancang khusus untuk deployment AI skala besar di Data Center.

Marshall Choy, Chief Business Officer Rebellions, menyatakan bahwa perusahaan telah mendirikan entitas di AS, Jepang, Arab Saudi, dan Taiwan. Di Amerika Serikat, Rebellions berencana untuk mendekati penyedia Cloud Computing, instansi pemerintah, dan operator telekomunikasi guna membangun ekosistem kemitraan teknologi yang lebih luas.

"AI sekarang diukur dari kemampuannya untuk beroperasi di dunia nyata pada skala besar, di bawah kendala daya, dan dengan hasil ekonomi yang jelas," ujar Sunghyun Park, co-founder dan CEO Rebellions. Menurutnya, hal ini menggeser titik berat industri ke arah infrastruktur inference dan perangkat lunak yang mendukung kegunaan infrastruktur tersebut.

Dampak bagi Indonesia

Masuknya Rebellions sebagai pemain kuat di pasar semikonduktor AI global membawa beberapa implikasi strategis bagi ekosistem teknologi di Indonesia:

  1. Optimasi Biaya Infrastruktur AI: Kehadiran pesaing baru bagi Nvidia dapat mendorong harga chip inference menjadi lebih kompetitif. Ini akan menguntungkan perusahaan teknologi dan Fintech di Indonesia dalam menekan biaya operasional Cloud Computing saat mengimplementasikan solusi Generative AI.
  2. Koneksi Investasi Mirae Asset: Mengingat Mirae Asset memiliki jejak kuat di pasar modal Indonesia, keberhasilan Rebellions dapat memicu minat investor serupa untuk melirik potensi startup Hardware atau AI lokal yang fokus pada hilirisasi teknologi.
  3. Kebutuhan Tenaga Kerja Ahli: Ekspansi global perusahaan chip seperti Rebellions mempertegas kebutuhan Indonesia untuk mempercepat edukasi di bidang Semiconductor Design dan Prompt Engineering agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga bagian dari rantai pasok talenta global.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin