Ad space available
Spotify Uji Fitur Artist Profile Protection untuk Perangi Konten AI Slop
Spotify mulai menguji fitur baru yang memungkinkan musisi memverifikasi lagu sebelum muncul di profil mereka guna mencegah penyebaran konten AI slop. Langkah ini diambil untuk melindungi integritas identitas artis di tengah banjirnya karya buatan AI.

Spotify Uji Fitur Baru untuk Cegah 'AI Slop' Catut Nama Musisi Terkenal
NEW YORK, (Selasa, 24 Maret 2026)
- Spotify tengah melakukan uji coba beta fitur "Artist Profile Protection" yang memberikan kendali penuh kepada musisi untuk meninjau rilisan sebelum tayang di profil mereka.
- Fitur ini merupakan respons terhadap maraknya konten "AI slop" atau lagu berkualitas rendah buatan AI yang menyamar sebagai karya artis populer.
- Hanya lagu yang disetujui musisi yang akan memengaruhi statistik, muncul di algoritma rekomendasi, dan masuk ke daftar Release Radar pendengar.
Di tengah fenomena banjirnya AI slop di berbagai platform Streaming, Spotify mulai menguji fitur baru bertajuk "Artist Profile Protection". Mengutip laporan dari TechCrunch, fitur ini memungkinkan musisi untuk meninjau setiap rilisan yang menggunakan nama mereka sebelum lagu tersebut resmi dipublikasikan di profil publik.
Melansir data yang dibagikan oleh jurnalis Aisha Malik, langkah Spotify ini bertujuan untuk memberikan kendali lebih besar kepada kreator atas identitas digital mereka. "Musik sering kali mendarat di halaman artis yang salah, dan maraknya lagu buatan Generative AI yang mudah diproduksi telah memperburuk masalah ini," tulis Spotify dalam unggahan blog resminya. Perusahaan menekankan bahwa perlindungan identitas artis menjadi prioritas utama mereka di tahun 2026.
Cara Kerja Perlindungan Profil
Artis yang masuk dalam program Beta ini akan memiliki kemampuan untuk menyetujui atau menolak rilisan yang dikirimkan ke Spotify atas nama mereka. Jika sebuah lagu ditolak, karya tersebut tidak akan muncul di profil artis, tidak akan berkontribusi pada statistik pendengar, dan tidak akan masuk ke sistem rekomendasi pengguna.
Pengumuman ini muncul hanya seminggu setelah raksasa industri Sony Music meminta penghapusan lebih dari 135.000 lagu buatan Generative AI yang meniru identitas artis mereka di berbagai platform Streaming.
Spotify menjelaskan bahwa meskipun sistem distribusi terbuka mempermudah musisi independen, hal ini juga membuka celah bagi kesalahan Metadata atau tindakan jahat dari pihak tidak bertanggung jawab. Sering kali, lagu berakhir di profil yang salah karena kesamaan nama atau upaya sengaja untuk mendompleng popularitas musisi tertentu.
Ketersediaan Fitur
Fitur ini akan muncul di pengaturan Spotify for Artists baik di versi desktop maupun web mobile bagi mereka yang terpilih. Musisi dapat mengaktifkan notifikasi email sehingga setiap kali ada lagu baru yang didaftarkan atas nama mereka, mereka dapat segera mengambil tindakan.
Dampak bagi Indonesia
Bagi industri musik di Indonesia, fitur ini sangat krusial mengingat banyaknya musisi lokal yang memiliki nama panggung serupa atau generik. Masalah salah atribusi sering terjadi pada musisi independen lokal yang namanya tercampur dengan artis luar negeri dengan nama yang sama.
Selain itu, maraknya lagu cover buatan Generative AI yang menggunakan vokal musisi ternama Indonesia (seperti vokal yang menyerupai Ariel NOAH atau mendiang musisi legendaris) sering kali menyesatkan pengguna di tanah air. Dengan perlindungan ini, integritas katalog musik Indonesia di platform global akan lebih terjaga. Hingga saat ini, layanan Spotify for Artists tetap dapat diakses tanpa biaya tambahan bagi musisi yang terverifikasi di Indonesia, sehingga fitur perlindungan ini diharapkan tersedia secara luas tanpa membebani biaya langganan mereka.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


