Advertisement

Ad space available

Berita AI

SpaceX Bangun Pabrik Chip 'Terafab' Rp1.900 Triliun di Texas untuk AI

SpaceX berencana membangun fasilitas manufaktur semikonduktor raksasa 'Terafab' dengan total investasi mencapai US$119 miliar. Proyek ini bertujuan untuk menyokong kebutuhan chip AI, satelit, hingga kendaraan otonom Tesla.

Tim Rekayasa AI
Penulis
6 Mei 2026
4 min read
#SpaceX#Elon Musk#Semiconductor#AI Server#Terafab
SpaceX Bangun Pabrik Chip 'Terafab' Rp1.900 Triliun di Texas untuk AI

SpaceX Bangun Pabrik Chip 'Terafab' Rp1.900 Triliun di Texas untuk AI

TEXAS, (6 Mei 2026)

Key Takeaway
  • SpaceX mengajukan proposal pembangunan pabrik Semiconductor raksasa bernama "Terafab" di Texas dengan potensi investasi total US$119 miliar.
  • Fasilitas ini akan memproduksi chip untuk AI Server, satelit, Data Center di luar angkasa, serta sistem otonom untuk Tesla dan robotika.
  • Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan Intel guna memastikan ketersediaan komputasi bagi pelatihan model AI milik xAI, seperti Grok.

SpaceX, perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk yang juga menaungi perusahaan AI-nya, xAI, sedang mempertimbangkan investasi awal sebesar US$55 miliar untuk membangun pabrik Semiconductor di Grimes County, Texas. Mengutip laporan dari TechCrunch, angka investasi ini diperkirakan dapat meningkat hingga total US$119 miliar seiring perkembangan proyek.

Melansir data dari dokumen pengajuan resmi di situs pemerintah wilayah tersebut, fasilitas yang dijuluki "Terafab" ini akan menjadi manufaktur Semiconductor generasi berikutnya yang terintegrasi secara vertikal. Proyek ini dirancang untuk mencakup Advanced Computing Fabrication guna mendukung ambisi besar Musk di berbagai sektor teknologi.

Ambisi Kedaulatan Chip Elon Musk

Dalam rencana yang sebelumnya pernah diungkapkan, Musk menegaskan bahwa proyek Terafab juga akan melibatkan sumber daya dari Tesla. Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Musk telah menggandeng raksasa pembuat chip, Intel, untuk mengembangkan unit pemrosesan khusus bagi AI Server, satelit, serta infrastruktur Data Center di luar angkasa. Selain itu, chip ini akan menjadi otak bagi kendaraan otonom Tesla dan pengembangan robotika.

Musk menyatakan bahwa fasilitas manufaktur ini di masa depan ditargetkan mampu memproduksi chip yang cukup untuk menyediakan daya sebesar 1 Terawatt per tahun. Ia berargumen bahwa produsen Semiconductor saat ini tidak bergerak cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan Artificial Intelligence dan robotika di perusahaannya. "Kita membangun Terafab atau kita tidak akan punya chip. Kita butuh chip tersebut, jadi kita membangun Terafab," tulis Musk melalui platform X.

Integrasi xAI dan IPO SpaceX

Langkah ini dilakukan saat Musk terus berupaya memastikan xAI memiliki kekuatan komputasi yang cukup untuk melatih dan menjalankan seri model AI Grok miliknya. Ia juga berniat mengkapitalisasi permintaan AI Compute dengan membangun Data Center di luar angkasa, yang menjadi alasan utama integrasi operasional antara xAI dan SpaceX.

Entitas gabungan ini dilaporkan memiliki valuasi mencapai US$1,25 triliun dan diharapkan akan segera melantai di bursa saham (Initial Public Offering/IPO) pada Juni mendatang. Meskipun Grimes County telah menjadi lokasi utama dalam proposal, Musk menyebutkan bahwa wilayah tersebut hanyalah satu dari beberapa lokasi yang sedang dipertimbangkan untuk pembangunan pabrik raksasa tersebut.

Dampak bagi Indonesia

Investasi senilai US$119 miliar ini setara dengan sekitar Rp1.904 triliun (asumsi kurs Rp16.000 per US$). Angka fantastis ini menunjukkan betapa krusialnya penguasaan rantai pasok Semiconductor bagi masa depan ekonomi global. Bagi Indonesia, langkah SpaceX ini dapat memberikan dampak tidak langsung pada beberapa aspek:

  1. Ekosistem Starlink: Produksi chip satelit yang lebih efisien di Terafab berpotensi menurunkan biaya operasional dan perangkat Starlink, yang saat ini mulai banyak digunakan di daerah terpencil Indonesia untuk konektivitas internet.
  2. Peluang Talenta Lokal: Keberadaan pabrik Semiconductor skala global di Amerika Serikat akan meningkatkan standar kebutuhan tenaga ahli di bidang desain chip. Indonesia perlu mempercepat pengembangan kurikulum Micro-electronics dan Neural Networks di universitas agar talenta lokal dapat terserap dalam rantai pasok global ini.
  3. Investasi Manufaktur: Langkah Musk ini mempertegas tren kedaulatan teknologi. Pemerintah Indonesia dapat mengambil pelajaran untuk terus mendorong kebijakan hilirisasi mineral yang digunakan dalam komponen Hardware, seperti nikel dan tembaga, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain dalam rantai nilai Artificial Intelligence global.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin