Advertisement

Ad space available

Berita AI

Seedance 2.0 Milik ByteDance Menuai Kecaman Keras dari Industri Hollywood

Hollywood mengecam keras peluncuran Seedance 2.0 oleh ByteDance karena dianggap memfasilitasi pelanggaran hak cipta secara masif. Model AI video ini mampu meniru karakter ikonik tanpa izin resmi.

Tim Rekayasa AI
Penulis
14 Februari 2026
4 min read
#ByteDance#Seedance 2.0#Generative AI#CapCut#Hak Cipta
Seedance 2.0 Milik ByteDance Menuai Kecaman Keras dari Industri Hollywood

Seedance 2.0 Milik ByteDance Menuai Kecaman Keras dari Industri Hollywood

LOS ANGELES, (14 FEBRUARI 2026)

Key Takeaway
  • Seedance 2.0 dituduh memfasilitasi pelanggaran hak cipta skala besar terhadap Intellectual Property (IP) milik studio film AS.
  • Disney telah melayangkan surat cease-and-desist terkait penggunaan karakter ikonik seperti Spider-Man dan Baby Yoda tanpa izin.
  • Teknologi Generative AI ini akan segera hadir secara global bagi pengguna CapCut, termasuk di pasar Indonesia.

Organisasi industri film Hollywood memberikan perlawanan keras terhadap model AI video baru bernama Seedance 2.0. Mengutip laporan dari TechCrunch, model buatan ByteDance ini dianggap telah menjadi alat untuk melakukan pelanggaran hak cipta yang sangat mencolok dalam waktu singkat.

ByteDance, perusahaan induk asal Tiongkok yang baru saja menyelesaikan kesepakatan operasional TikTok di AS, meluncurkan Seedance 2.0 awal pekan ini. Melansir data dari Wall Street Journal, model yang diperbarui ini saat ini sudah tersedia bagi pengguna aplikasi Jianying di Tiongkok, dan perusahaan menyatakan akan segera menghadirkannya bagi pengguna global melalui aplikasi CapCut.

Mirip dengan tools seperti OpenAI Sora, Seedance memungkinkan pengguna membuat video berdurasi hingga 15 detik hanya dengan memasukkan text prompt. Namun, Seedance dengan cepat memicu kritik karena dianggap kurang memiliki guardrails atau batasan keamanan untuk mencegah pembuatan video yang menggunakan citra orang asli maupun aset intelektual milik studio.

Eskalasi Konflik dengan Studio Besar

Ketegangan memuncak setelah seorang pengguna X mengunggah video pendek yang menampilkan Tom Cruise bertarung melawan Brad Pitt, yang diklaim dibuat hanya dengan "2 baris prompt di Seedance 2.0". Menanggapi hal tersebut, Rhett Reese, penulis skenario "Deadpool", menyatakan kekhawatirannya melalui media sosial.

Motion Picture Association (MPA) segera mengeluarkan pernyataan melalui CEO Charles Rivkin yang menuntut ByteDance untuk segera menghentikan aktivitas pelanggaran tersebut. Rivkin menegaskan bahwa dalam satu hari, layanan Seedance 2.0 telah menggunakan karya berhak cipta AS secara tidak sah dalam skala masif tanpa mekanisme perlindungan bagi pembuat konten.

Disney dilaporkan telah mengambil langkah hukum yang tegas. Menurut laporan Axios, Disney mengirimkan surat cease-and-desist yang menuduh ByteDance melakukan pencurian virtual atas IP Disney dengan mereproduksi dan mendistribusikan karakter seperti Spider-Man, Darth Vader, hingga Grogu (Baby Yoda).

Dampak bagi Indonesia

Peluncuran Seedance 2.0 membawa implikasi besar bagi ekosistem digital di Indonesia, mengingat dominasi aplikasi CapCut sebagai alat penyuntingan video utama bagi kreator konten lokal.

  1. Adopsi Teknologi Kreator: Kreator konten di Indonesia kemungkinan besar akan mendapatkan fitur Generative AI ini dalam waktu dekat. Hal ini dapat merevolusi cara produksi konten video pendek, namun juga meningkatkan risiko pelanggaran hak cipta lokal.
  2. Tantangan Regulasi: Kehadiran alat ini menuntut penguatan implementasi UU Hak Cipta di Indonesia. Penggunaan karakter populer dalam konten komersial menggunakan AI berisiko tinggi terkena hukuman pidana atau pemblokiran akun secara massal.
  3. Potensi Biaya Layanan: Jika fitur ini menjadi bagian dari layanan premium CapCut, pengguna di Indonesia mungkin akan melihat penyesuaian harga langganan bulanan di kisaran Rp75.000 hingga Rp160.000 untuk menutupi biaya komputasi di Data Center dan penggunaan GPU tingkat tinggi.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin