Advertisement

Ad space available

Berita AI

SAP Akuisisi Prior Labs $1,16 Miliar, Perkuat AI Agent dan Data Terstruktur

SAP resmi mengakuisisi startup AI Jerman, Prior Labs, senilai $1,16 miliar untuk fokus pada pengolahan data terstruktur. Langkah ini juga diiringi dengan pembatasan penggunaan AI Agent pihak ketiga.

Tim Rekayasa AI
Penulis
6 Mei 2026
4 min read
#SAP#Prior Labs#AI Agent#Nvidia NemoClaw#Enterprise AI
SAP Akuisisi Prior Labs $1,16 Miliar, Perkuat AI Agent dan Data Terstruktur

SAP Akuisisi Prior Labs $1,16 Miliar, Perkuat AI Agent dan Data Terstruktur

BERLIN, (5 Mei 2026)

Key Takeaway
  • SAP mengucurkan investasi sebesar €1 miliar (sekitar $1,16 miliar) untuk mengakuisisi Prior Labs dan mengembangkannya menjadi pusat riset Frontier AI lab di Eropa.
  • Prior Labs fokus pada Tabular Foundation Models (TFMs), sebuah teknologi AI yang dirancang khusus untuk memprediksi data dari tabel dan database perusahaan, bukan sekadar bahasa (LLM).
  • SAP menerapkan kebijakan ketat terhadap AI Agent, hanya mengizinkan arsitektur yang disetujui seperti Nvidia NemoClaw dan SAP Joule, sembari memblokir akses OpenClaw.

Raksasa perangkat lunak enterprise, SAP, melakukan langkah strategis besar di tengah kondisi pasar yang menantang. Mengutip laporan dari TechCrunch, SAP telah mengumumkan rencana akuisisi terhadap startup AI asal Jerman, Prior Labs. Langkah ini merupakan upaya SAP untuk memperdalam penetrasi AI ke dalam proses bisnis inti setelah nilai saham perusahaan sempat tertekan akibat fenomena 'SaaSpocalypse' di awal tahun 2026.

Melansir data dari berbagai sumber industri, SAP berkomitmen menginvestasikan €1 miliar atau setara $1,16 miliar (sekitar Rp18,6 triliun) selama empat tahun ke depan. Dana tersebut dialokasikan untuk mentransformasi Prior Labs menjadi sebuah lab AI yang berfokus pada data terstruktur—elemen krusial dalam sistem akuntansi, HR, pengadaan, dan manajemen pengeluaran yang menjadi andalan SAP.

Fokus pada Tabular Foundation Models (TFMs)

Prior Labs, yang baru didirikan 18 bulan lalu oleh Frank Hutter, Noah Hollmann, dan Sauraj Gambhir, dikenal melalui pengembangan Tabular Foundation Models (TFMs). Berbeda dengan Generative AI berbasis bahasa (LLM), TFMs dioptimalkan untuk memproses informasi dalam tabel dan database. Teknologi ini dianggap jauh lebih relevan bagi kebutuhan enterprise yang mengandalkan integritas data relasional.

Produk unggulan mereka, seri model TabPFN, telah menarik perhatian besar di komunitas pengembang dengan catatan lebih dari tiga juta unduhan versi Open Source. SAP berjanji akan tetap mempertahankan status Open Source untuk riset tersebut, sembari mengintegrasikannya ke dalam SAP AI Core dan SAP Business Data Cloud.

Kebijakan Ketat Terhadap AI Agent

Di sisi lain, SAP menunjukkan sikap defensif terhadap perkembangan Agentic AI. Berdasarkan laporan The Information, SAP secara eksplisit memblokir penggunaan OpenClaw dan teknologi agent lain yang tidak diotorisasi. Perusahaan hanya mengizinkan AI Agent yang menggunakan arsitektur resmi seperti SAP Joule dan Nvidia NemoClaw.

Kebijakan API terbaru SAP menegaskan bahwa hanya "arsitektur yang didukung SAP" yang diizinkan mengakses produk mereka. Hal ini sangat kontras dengan kompetitor utamanya, Salesforce, yang justru membuka pintu bagi berbagai jenis agent melalui arsitektur Headless 360 mereka.

Dampak bagi Indonesia

Akuisisi senilai Rp18,6 triliun ini memiliki implikasi signifikan bagi ekosistem korporasi di Indonesia. Mengingat banyak perusahaan besar (BUMN dan swasta) di Indonesia menggunakan infrastruktur SAP untuk operasional mereka, integrasi teknologi Prior Labs akan mempercepat adopsi AI berbasis data terstruktur di pasar lokal.

  1. Modernisasi Perbankan & Fintech: Penggunaan TFMs memungkinkan bank dan Fintech di Indonesia melakukan prediksi risiko kredit atau deteksi penipuan langsung dari database mereka dengan akurasi yang lebih tinggi dibanding LLM konvensional.
  2. Kepatuhan Regulasi Data: Dengan fokus pada Data Center dan pengolahan data terstruktur, perusahaan di Indonesia dapat memanfaatkan AI tanpa harus melakukan konversi data sensitif ke format bahasa yang lebih berisiko secara privasi.
  3. Dominasi Ekosistem Nvidia: Kemitraan SAP dengan Nvidia melalui NemoClaw akan memperkuat ketergantungan industri teknologi lokal pada infrastruktur GPU dan solusi AI dari Nvidia.

--- *Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join [Komunitas Rekayasa AI di Discord](https://discord.gg/s9jwwtXc6V) untuk diskusi lebih lanjut.*

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin