Advertisement

Ad space available

Berita AI

Salesforce Rombak Slack dengan 30 Fitur AI Baru dan Slackbot Canggih

Salesforce resmi meluncurkan pembaruan besar-besaran untuk Slack yang mencakup 30 fitur AI baru guna meningkatkan produktivitas enterprise. Inti dari update ini adalah transformasi Slackbot menjadi AI Agent yang mampu mengelola workflow lintas aplikasi secara otomatis.

Tim Rekayasa AI
Penulis
31 Maret 2026
4 min read
#Salesforce#Slack#AI Agent#Agentforce#Cloud Computing
Salesforce Rombak Slack dengan 30 Fitur AI Baru dan Slackbot Canggih

Salesforce Rombak Slack dengan 30 Fitur AI Baru dan Slackbot Canggih

SAN FRANCISCO, (31 MARET 2026)

Key Takeaway
  • Salesforce memperkenalkan 30 fitur AI baru untuk Slack, mengubah Slackbot menjadi AI Agent yang mampu melakukan drafting email hingga penjadwalan rapat.
  • Fitur "reusable AI-skills" memungkinkan pengguna membuat instruksi kustom bagi Slackbot untuk menarik data dari berbagai channel dan aplikasi eksternal.
  • Slackbot kini mendukung Model Context Protocol (MCP), memungkinkannya terintegrasi langsung dengan ekosistem Agentforce milik Salesforce.

Salesforce, raksasa software Cloud Computing, baru saja mengumumkan transformasi besar-besaran bagi platform komunikasi kerja mereka, Slack. Mengutip laporan dari TechCrunch, CEO Marc Benioff memperkenalkan 30 fitur AI baru yang dirancang untuk mengubah Slack dari sekadar alat komunikasi menjadi pusat operasional bisnis yang cerdas.

Melansir data yang dipaparkan oleh Lucas Ropek pada Selasa waktu setempat, fokus utama dari pembaruan ini adalah peningkatan kemampuan Slackbot. Jika sebelumnya Slackbot hanya berfungsi sebagai asisten sederhana, kini ia telah berevolusi menjadi AI Agent penuh dengan kemampuan otonom untuk menyusun draf email, mengatur jadwal pertemuan, hingga mencari informasi spesifik di dalam inbox pengguna.

Reusable AI-Skills dan Integrasi MCP

Salah satu fitur paling signifikan yang diumumkan adalah reusable AI-skills. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan tugas spesifik bagi Slackbot yang kemudian dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Sebagai contoh, pengguna bisa memberikan perintah sederhana seperti "buat anggaran untuk acara mendatang". Secara otomatis, Slackbot akan menarik data relevan dari channel Slack serta aplikasi atau sumber data lain yang terhubung, menyusun rencana aksi, dan mengundang personel terkait ke dalam rapat.

Selain itu, Slackbot kini berfungsi sebagai klien Model Context Protocol (MCP). Ini berarti Slack dapat terhubung dan berkoordinasi dengan layanan pihak ketiga serta alat eksternal lainnya secara mulus. Melalui koneksi ini, Slackbot dapat meneruskan pertanyaan atau tugas ke Agentforce, platform pengembangan AI Agent milik Salesforce, untuk menemukan jalur informasi paling efisien tanpa intervensi manusia.

Transkripsi Pertemuan dan Monitoring Desktop

Rob Seaman, Interim CEO Slack, menjelaskan bahwa Slackbot kini memiliki kemampuan untuk melakukan transkripsi dan ringkasan rapat secara otomatis. Pengguna yang melewatkan detail penting saat rapat dapat meminta Slackbot untuk memberikan recap, termasuk daftar tugas (action items) yang diberikan kepada mereka.

Lebih jauh lagi, AI Agent ini sekarang dapat beroperasi di luar aplikasi Slack dengan memantau aktivitas desktop pengguna—termasuk percakapan, kalender, dan kebiasaan kerja—untuk memberikan saran proaktif. Meski fitur ini terdengar invasif, Seaman menegaskan bahwa proteksi privasi telah dibangun ke dalam desain ini, di mana pengguna memiliki kendali penuh untuk menyesuaikan izin akses data.

Dampak bagi Indonesia

Pembaruan masif pada Slack ini diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi ekosistem startup dan korporasi di Indonesia yang sangat bergantung pada efisiensi kolaborasi digital:

  1. Peningkatan Efisiensi Operasional: Dengan ribuan perusahaan di Indonesia yang menggunakan Slack (terutama di sektor fintech dan e-commerce), kehadiran AI Agent dapat memangkas waktu administratif yang biasanya memakan porsi besar dalam jam kerja karyawan lokal.
  2. Adopsi AI Agent di Level Enterprise: Integrasi dengan Agentforce memberikan peluang bagi perusahaan besar di Indonesia untuk mengotomatisasi customer service atau manajemen rantai pasok langsung dari antarmuka chat yang sudah familiar.
  3. Kepatuhan Privasi Data (UU PDP): Fitur monitoring desktop Slackbot harus disikapi dengan cermat oleh departemen IT di Indonesia guna memastikan kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Perusahaan perlu melakukan audit internal sebelum mengaktifkan fitur pelacakan aktivitas desktop.
  4. Konversi Biaya: Meskipun fitur ini sangat canggih, harga langganan Slack (yang biasanya berkisar antara $7.25 hingga $12.50 atau sekitar Rp115.000 - Rp200.000 per user/bulan) mungkin akan mengalami penyesuaian untuk paket tambahan AI. Perusahaan lokal perlu menghitung ROI (Return on Investment) sebelum melakukan upgrade besar-besaran.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin