Ad space available
Runway Garap World Models: Masa Depan AI Bukan Sekadar Video
CEO Runway, Cristóbal Valenzuela, mengungkapkan bahwa video hanyalah awal dari pengembangan World Models yang akan merevolusi sektor Robotics dan Gaming.

Runway Garap World Models: Masa Depan AI Bukan Sekadar Video
NEW YORK, (29 April 2026)
- Runway telah mengumpulkan pendanaan hampir $860 juta dengan valuasi mencapai $5,3 miliar (sekitar Rp84,8 triliun), menempatkannya setara dengan Google dan OpenAI.
- Perusahaan kini berfokus pada pengembangan World Models yang mampu memahami dan mensimulasikan hukum fisik dunia nyata.
- Aplikasi teknologi ini meluas melampaui Hollywood ke bidang Robotics, Gaming, hingga upaya mencapai General Intelligence.
Melansir laporan dari TechCrunch, Cristóbal Valenzuela, co-founder sekaligus CEO Runway, menyatakan bahwa teknologi AI-generated video saat ini hanyalah sebuah "prekuel" dari visi yang lebih besar. Perusahaan rintisan asal New York ini kini sedang melakukan ekspansi besar-besaran ke arah World Models, sebuah sistem yang mampu mensimulasikan lingkungan fisik secara mendalam dan akurat.
Dalam wawancara di podcast Equity, Valenzuela menjelaskan bahwa Runway tidak lagi hanya mengejar pembuatan konten video untuk hiburan. Dengan valuasi yang kini menembus $5,3 miliar, Runway sedang membangun infrastruktur kecerdasan buatan yang mampu memahami dinamika dunia nyata. Teknologi ini diprediksi akan menjadi tulang punggung bagi pengembangan Robotics dan sistem General Intelligence di masa depan.
Salah satu konsep yang ditekankan adalah "nonlinear media". Berbeda dengan film tradisional yang memiliki alur statis, real-time video generation memungkinkan terciptanya konten yang bereaksi langsung terhadap input pengguna. Ini berarti batas antara menonton video dan bermain Gaming akan semakin kabur, menciptakan pengalaman imersif yang sepenuhnya baru.
Valenzuela juga menepis kekhawatiran mengenai AI companions yang sering dianggap distopia. Baginya, teknologi ini adalah alat bantu kreatif yang akan memungkinkan pembuat film memproduksi lusinan karya eksperimental dengan biaya rendah, alih-alih hanya bergantung pada satu film blockbuster bernilai ratusan juta dolar.
Dampak bagi Indonesia
Lompatan Runway menuju World Models memberikan dampak signifikan bagi ekosistem teknologi di Indonesia. Dengan nilai investasi perusahaan yang mencapai Rp84,8 triliun, terlihat jelas bahwa sektor Generative AI masih menjadi primadona di pasar modal global.
Bagi industri kreatif lokal, teknologi ini membuka peluang besar untuk memproduksi konten visual berkualitas internasional tanpa harus memiliki studio fisik yang sangat mahal. Di sektor industri, pemanfaatan World Models dapat membantu perusahaan manufaktur di Indonesia dalam melatih AI Agent pada simulasi Robotics yang kompleks sebelum diterapkan di lapangan. Selain itu, komunitas pengembang Gaming di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi media non-linear ini untuk menciptakan game generasi baru yang jauh lebih interaktif dan dinamis bagi pasar domestik maupun global.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


