Ad space available
Riset Citrini: AI Agent Bisa Picu Krisis Ekonomi Global pada 2028
Laporan terbaru Citrini Research memperingatkan risiko AI Agent yang dapat memicu lonjakan pengangguran dan kejatuhan pasar saham global. Fenomena ini didorong oleh siklus efisiensi ekstrem yang menggantikan peran tenaga kerja profesional.

Riset Citrini: AI Agent Bisa Picu Krisis Ekonomi Global pada 2028
SAN FRANCISCO, (23 Februari 2026)
- Implementasi AI Agent secara masif diprediksi dapat melipatgandakan angka pengangguran global akibat otomasi tenaga kerja white-collar.
- Valuasi pasar saham berisiko anjlok lebih dari 33% akibat penurunan daya beli masyarakat yang terjebak dalam negative feedback loop.
- Model bisnis yang mengandalkan optimasi transaksi antar perusahaan terancam oleh integrasi AI Agent internal yang lebih murah.
Mengutip laporan dari Citrini Research, perkembangan teknologi agentic AI diprediksi dapat memicu kehancuran ekonomi dalam waktu dekat. Skenario yang disusun menggambarkan kondisi pada tahun 2028 di mana angka pengangguran meningkat dua kali lipat dan total nilai pasar saham global merosot hingga sepertiga nilainya.
Laporan tersebut menyoroti adanya siklus destruktif yang sulit dihentikan. Seiring dengan meningkatnya kapabilitas AI, perusahaan akan melakukan efisiensi besar-besaran yang memicu lonjakan PHK pada sektor white-collar. Pekerja yang kehilangan pendapatan akan memangkas pengeluaran mereka, sehingga menekan margin keuntungan perusahaan. Untuk bertahan, perusahaan akan berinvestasi lebih besar pada AI demi efisiensi lebih lanjut, yang kemudian memulai kembali siklus tersebut.
Ancaman Terhadap Ekosistem Bisnis
Fenomena ini digambarkan sebagai negative feedback loop tanpa rem alami. Citrini Research berpendapat bahwa sistem ekonomi saat ini sangat bergantung pada pertumbuhan produktivitas tenaga kerja profesional. Jika tenaga kerja ini digantikan sepenuhnya oleh AI Agent, fondasi ekonomi tersebut bisa runtuh karena hilangnya daya beli konsumen.
Skenario ini juga mengimplikasikan ancaman pada model bisnis apa pun yang melibatkan optimasi transaksi antar perusahaan. Ketika layanan pihak ketiga digantikan oleh AI Agent internal yang jauh lebih murah, ekosistem penyedia layanan akan menghadapi krisis eksistensial. Meskipun banyak pihak meragukan kesiapan perusahaan menyerahkan keputusan kepada AI, transisi ke otomasi penuh dinilai lebih masuk akal di tengah tekanan efisiensi global.
Dampak bagi Indonesia
Skenario ini membawa peringatan serius bagi lanskap ekonomi digital di Indonesia. Sebagai negara dengan pertumbuhan sektor layanan digital yang pesat, ketergantungan pada permintaan global menjadi titik lemah. Jika perusahaan global beralih ke AI Agent internal, permintaan terhadap tenaga kerja terampil di Indonesia bisa menurun drastis.
Pemerintah dan pelaku industri perlu segera merumuskan regulasi mengenai etika penggunaan AI dan memperkuat jaring pengaman sosial bagi pekerja terdampak, serta mempercepat program upskilling yang relevan dengan ekosistem kecerdasan buatan.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


