Ad space available
CEO Replit Amjad Masad: Memilih Independen di Tengah Rumor SpaceX-Cursor
Amjad Masad tegaskan Replit tetap independen meskipun kompetitornya, Cursor, diisukan diakuisisi SpaceX senilai $60 miliar. CEO tersebut juga kritik kebijakan App Store Apple.

CEO Replit: Bertahan Independen di Tengah Kabar Akuisisi Cursor oleh SpaceX Senilai $60 Miliar
SAN FRANCISCO, (1 Mei 2026)
- Replit mencatat lonjakan performa bisnis dari pendapatan $2,8 juta di 2024 menuju proyeksi annual run rate sebesar $1 miliar.
- CEO Amjad Masad lebih memilih jalur independen karena Replit memiliki gross margin positif, berbeda dengan Cursor yang disebut memiliki margin negatif 23%.
- Amjad Masad siap melawan Apple di pengadilan terkait pemblokiran fitur pembuatan aplikasi iOS di dalam Replit.
Mengutip laporan dari TechCrunch dalam acara StrictlyVC di San Francisco, Amjad Masad, pendiri dan CEO Replit, memberikan pandangan tajam mengenai masa depan industri AI. Di saat rival utamanya, Cursor, dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk diakuisisi oleh SpaceX senilai $60 miliar (sekitar Rp960 triliun), Masad justru menegaskan komitmennya untuk membangun Replit sebagai perusahaan mandiri.
Melansir data dari wawancara tersebut, Replit telah mengalami transformasi luar biasa dalam 18 bulan terakhir. Dari pendapatan tahunan hanya $2,8 juta pada 2024, kini perusahaan sedang menapak jalur menuju annual run rate miliaran dolar. Masad menjelaskan bahwa perbedaan fundamental antara Replit dan Cursor terletak pada efisiensi ekonomi. Replit telah mencapai gross margin positif selama lebih dari setahun dengan menargetkan pengguna non-teknis yang ingin membangun aplikasi dari awal hingga tahap deployment.
Dominasi Model AI dan Ekosistem Pengembang
Dalam hal teknologi inti, Masad memberikan evaluasi terhadap para pemain besar LLM. Menurutnya, Anthropic masih belum terkalahkan dalam hal agentic loop dan tool calling. Namun, ia mencatat bahwa GPT-5 mulai mengejar dengan cepat, sementara keluarga model Flash dari Google memimpin dalam hal rasio harga-performa.
Replit juga menekankan keunggulan mereka pada sisi Cybersecurity. Dengan model full-stack di mana database terintegrasi langsung ke dalam proyek dan tidak terbuka untuk publik, Replit menawarkan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan alat vibe coding lain yang seringkali mengekspos data pengguna secara eksternal.
Perseteruan dengan Apple
Salah satu poin paling krusial dalam diskusi tersebut adalah konflik Replit dengan Apple. Masad menuduh Apple sengaja menghambat pembaruan aplikasi Replit di App Store karena merasa terancam dengan kemampuan Replit yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi iOS langsung dari perangkat seluler.
"Itu bohong," ujar Masad menanggapi alasan Apple yang menyebut Replit melanggar pedoman karena mengunduh kode baru ke perangkat setelah proses persetujuan. Ia menyatakan kesiapannya untuk membuktikan klaim tersebut di pengadilan jika diperlukan, demi melindungi ekosistem pembuatan aplikasi yang demokratis bagi anak-anak di komunitas kurang mampu hingga eksekutif perusahaan.
Dampak bagi Indonesia
Fenomena pertumbuhan Replit dan potensi akuisisi Cursor senilai Rp960 triliun memberikan sinyal kuat bagi ekosistem digital di Indonesia:
- Demokratisasi Coding: Platform seperti Replit memungkinkan talenta muda Indonesia di luar kota besar untuk belajar dan membangun startup tanpa membutuhkan perangkat keras kelas atas. Penggunaan Cloud Computing di dalam platform ini menekan hambatan masuk bagi developer lokal.
- Efisiensi Biaya Startup: Dengan model usage-based fees, startup di Jakarta atau Bandung dapat memanfaatkan AI Agent untuk menggantikan fungsi infrastruktur yang mahal, meningkatkan efisiensi operasional hingga berkali-kali lipat.
- Keamanan Data: Fokus Replit pada keamanan terisolasi di Google Cloud memberikan standar baru bagi pengembang Indonesia dalam menangani isu keamanan data dan serangan siber yang marak terjadi.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


