Ad space available
QuTwo Milik Mantan Bos Silo AI Raih Valuasi $380 Juta dalam Putaran Angel
Lab AI QuTwo besutan Peter Sarlin meraih valuasi US$380 juta untuk pengembangan sistem orkestrasi AI dan kuantum. Startup ini fokus membangun kedaulatan teknologi AI di kawasan Eropa.

QuTwo Milik Mantan Bos Silo AI Raih Valuasi $380 Juta dalam Putaran Angel
HELSINKI, (6 Mei 2026)
- QuTwo meraih valuasi sebesar US$380 juta (sekitar Rp6 triliun) setelah mengamankan pendanaan angel sebesar €25 juta.
- Produk unggulannya, QuTwo OS, adalah lapisan orkestrasi yang mengintegrasikan komputasi klasik dan kuantum.
- Pendiri QuTwo, Peter Sarlin, sebelumnya memimpin Silo AI hingga diakuisisi AMD senilai US$665 juta pada 2024.
QuTwo, lab AI asal Finlandia yang didirikan oleh Peter Sarlin, resmi mencapai valuasi sebesar US$380 juta. Capaian ini diraih melalui putaran pendanaan angel sebesar €25 juta yang didukung oleh investor papan atas global seperti Yuri Milner dan Xavier Niel.
Berbeda dengan kompetitornya, QuTwo mengembangkan QuTwo OS, sebuah orchestration layer yang memungkinkan beban kerja AI diarahkan ke arsitektur klasik maupun kuantum. Sarlin menekankan bahwa QuTwo adalah perusahaan AI di mana teknologi kuantum berfungsi sebagai infrastruktur komputasi jenis baru untuk mempercepat pemrosesan data.
Kedaulatan Teknologi dan Kemitraan Strategis
Sarlin menaruh perhatian besar pada kedaulatan teknologi (sovereign tech) agar Eropa memiliki alternatif kuat di luar penyedia layanan asal AS. QuTwo sendiri telah mengamankan pendapatan komitmen sebesar US$23 juta melalui kemitraan desain dengan raksasa ritel Zalando, membuktikan nilai komersial nyata dari teknologi mereka.
Perusahaan kini telah merekrut sekitar 50 ilmuwan AI dan kuantum di Finlandia dan Swedia. Tim ini mencakup talenta kunci dari berbagai institusi teknologi ternama untuk memperkuat posisi QuTwo di pasar infrastruktur AI global.
Dampak bagi Indonesia
Keberhasilan QuTwo memberikan catatan penting bagi perkembangan ekosistem AI di Indonesia:
- Pentingnya Sovereign AI: Inisiatif seperti Sahabat-AI di Indonesia dapat belajar dari model QuTwo dalam membangun infrastruktur lokal yang mengurangi ketergantungan pada teknologi luar.
- Integrasi Quantum-Ready: Industri di Indonesia perlu mulai mempertimbangkan sistem orkestrasi yang siap mengadopsi komputasi kuantum di masa depan.
- Kombinasi AI dan Industri: Kolaborasi langsung antara lab teknologi dengan korporasi (seperti QuTwo dan Zalando) menjadi kunci percepatan adopsi AI di sektor riil.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


