Ad space available
Peter Sarlin Luncurkan QuTwo, Startup AI Penghubung ke Era Quantum Computing
Setelah menjual Silo AI ke AMD senilai Rp10,4 triliun, Peter Sarlin mendirikan QuTwo untuk menyiapkan infrastruktur korporasi menghadapi era Quantum Computing. Startup ini membangun orchestration layer yang menjembatani komputasi klasik dengan teknologi masa depan.

Peter Sarlin Luncurkan QuTwo, Startup AI Penghubung ke Era Quantum Computing
SAN FRANCISCO, (13 Maret 2026)
- QuTwo berfokus membangun orchestration layer bernama QuTwo OS untuk transisi mulus dari komputasi klasik ke Quantum Computing.
- Startup ini didirikan oleh Peter Sarlin, mantan CEO AMD Silo AI yang sebelumnya sukses menjual perusahaannya senilai $665 juta.
- Melalui konsep quantum-inspired computing, QuTwo memungkinkan perusahaan menjalankan simulasi perilaku quantum di atas hardware klasik saat ini.
Delapan belas bulan setelah menjual startup AI miliknya kepada raksasa chip AMD senilai $665 juta (sekitar Rp10,4 triliun), pengusaha asal Finlandia, Peter Sarlin, kembali ke panggung teknologi. Mengutip laporan dari TechCrunch, Sarlin telah meninggalkan perannya sebagai CEO AMD Silo AI untuk memimpin dua ventura baru, salah satunya adalah QuTwo.
Melansir data yang ditulis oleh jurnalis Anna Heim, QuTwo mendeskripsikan dirinya sebagai "AI lab untuk era quantum". Alih-alih menunggu perangkat keras Quantum Computing mencapai kematangan penuh, startup ini sudah mulai bekerja dengan pelanggan korporasi seperti peritel fashion Eropa, Zalando, untuk mengembangkan lifestyle agents berbasis AI yang lebih proaktif.
Menjembatani Klasik dan Quantum
QuTwo dibangun di atas premis bahwa efisiensi AI saat ini mulai menemui batasnya, dan Quantum Computing adalah solusi potensial di masa depan. Namun, Sarlin menegaskan bahwa perusahaannya tidak sekadar berspekulasi kapan teknologi tersebut akan siap sepenuhnya. Sebagai gantinya, mereka membangun QuTwo OS sebagai orchestration layer yang memungkinkan perusahaan berpindah dari sistem komputasi klasik ke quantum, atau menggunakan lingkungan hybrid di antaranya.
Strategi ini memanfaatkan apa yang disebut sebagai quantum-inspired computing. Teknologi ini sangat layak dijalankan saat ini karena menggunakan hardware klasik namun mensimulasikan perilaku quantum. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks tanpa harus terhambat oleh keterbatasan hardware quantum yang masih dalam tahap pengembangan.
Tim QuTwo sendiri terdiri dari para ahli di persimpangan AI dan quantum, termasuk co-founder IQM, Kuan Yen Tan, serta mantan CEO Nokia, Pekka Lundmark, yang bergabung dalam jajaran dewan direksi. "Kami membangun untuk dunia quantum, tetapi QuTwo adalah perusahaan AI," ujar Sarlin. Ia menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mendorong beban kerja AI dari sistem klasik ke arah quantum.
Saat ini, QuTwo telah menjalin kemitraan desain skala besar dengan nilai jutaan dolar. Selain Zalando, mereka juga meluncurkan inisiatif riset bersama OP Pohjola, penyedia layanan keuangan besar di Finlandia, untuk memetakan potensi AI quantum dalam sektor finansial.
Dampak bagi Indonesia
Kehadiran teknologi quantum-inspired seperti yang diusung QuTwo memiliki relevansi strategis bagi lanskap teknologi di Indonesia:
- Akselerasi Sektor Fintech dan Logistik: Perusahaan di Indonesia dapat mulai mengadopsi algoritma yang terinspirasi dari quantum untuk optimasi rantai pasok atau analisis risiko kredit yang lebih akurat tanpa harus berinvestasi pada hardware quantum fisik yang mahal.
- Efisiensi Data Center: Dengan potensi efisiensi energi yang ditawarkan oleh komputasi quantum, adopsi orchestration layer seperti QuTwo OS di masa depan dapat membantu pengelola Data Center di Indonesia menekan biaya operasional di tengah meningkatnya kebutuhan Generative AI.
- Kesiapan Regulasi dan Talenta: Nilai akuisisi Silo AI oleh AMD sebesar Rp10,4 triliun menunjukkan betapa bernilainya infrastruktur AI yang matang. Hal ini menjadi pengingat bagi regulator dan institusi pendidikan di Indonesia untuk mulai membangun ekosistem talenta yang memahami mekanisme Quantum Computing agar tidak sekadar menjadi konsumen di masa depan.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


