Ad space available
Peak XV Klaim Perpecahan Internal Picu Hebatnya Tiga Rekan, Fokus AI Diperkuat
Peak XV Partners mengonfirmasi tiga mitra senior hengkang akibat ketidaksepakatan internal; sambil menata ulang tim, perusahaan modal ventura ini menargetkan investasi AI dan ekspansi ke AS.

Perpecahan Internal Tiga Rekan Senior
Jakarta, 3 Februari 2026 — Peak XV Partners, perusahaan modal ventura ternama di India dan Asia Tenggara, mengonfirmasi kepergian tiga mitra senior setelah ketidaksepakatan internal dengan mitra utama Ashish Agrawal. Kepergian ini terjadi saat perusahaan memperkuat fokus pada investasi kecerdasan buatan (AI) dan membuka kantor baru di Amerika Serikat.
- Ketidaksepakatan dengan Ashish Agrawal mendorong keputusan bersama untuk berpisah; Agrawal membawa dua rekan sekaligus mendirikan firma baru.
- Peak XV baru saja mengangkat Abhishek Mohan sebagai mitra umum dan Saipriya Sarangan sebagai COO, sambil menyiapkan pembukaan kantor AS dalam 90 hari ke depan.
Manajer investasi Shailendra Singh menyebut perubahan ini sebagai bagian dari dinamika firma multi-tahap yang besar. "Kami memilih tidak menjabarkan detail, demi menjaga privasi dan etika," ujarnya kepada TechCrunch. Peak XV menegaskan tidak mengalami gangguan kontinuitas karena sejumlah mitra umum lainnya sudah duduk di jajaran direksi perusahaan portofolio yang bersangkutan.
Agrawal—yang bergabung lebih dari 13 tahun—bersama Ishaan Mittal (9 tahun) dan Tejeshwi Sharma (7 tahun) memutuskan "menerjun ke dunia wirausaha" dengan mendirikan firma modal ventura baru. Di Peak XV, Agrawal mengerakkan investasi di fintech, konsumen, dan perangkat lunak, termasuk Groww yang berhasil IPO pada 2025.
Rekor Publik dan Strategi AI
Meski bergolak di tubuh manajemen, Peak XV mencetak kinerja gemilang: lima perusahaannya—Groww, Pine Labs, Meesho, Wakefit, dan Capillary Technologies—go public pada November-Desember 2025, menghasilkan keuntungan belum direalisasi sekitar ₹300 miliar (US$3,33 miliar) serta realisasi ₹28 miliar (US$311 juta).
Dengan lebih 80 investasi berbasis AI dari total 400-an perusahaan, Peak XV kini membidik talenta berlatar AI-native—peneliti maupun insinyur machine learning—untuk memperkuat tim. Perusahaan yang mengelola dana US$10 miliar dari 16 dana ini akan membuka kantor AS guna ekspansi global, sekaligus menjadikan India sebagai pasar utama.
Singh menegaskan arus keluar mitra tidak memengaruhi rekam jejak exit, karena beberapa hasil besar juga dipimpin rekan yang masih aktif. "Kami percaya AI akan mengubah investasi ventura lebih dalam dari pergeseran teknologi sebelumnya," imbuhnya.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


