Advertisement

Ad space available

Berita AI

Academy Awards Larang Aktor dan Naskah Generative AI Masuk Nominasi Oscar

Academy of Motion Picture Arts and Sciences menetapkan aturan baru yang mewajibkan aktor dan penulis naskah harus manusia untuk bisa masuk nominasi Oscar. Langkah ini diambil guna menjaga integritas kreativitas manusia di tengah tren teknologi AI.

Tim Rekayasa AI
Penulis
2 Mei 2026
3 min read
#Generative AI#Academy Awards#Film Industry#Hollywood#Machine Learning
Academy Awards Larang Aktor dan Naskah Generative AI Masuk Nominasi Oscar

Academy Awards Larang Aktor dan Naskah Generative AI Masuk Nominasi Oscar

LOS ANGELES, (2 Mei 2026)

Key Takeaway
  • Academy Awards secara resmi melarang aktor hasil Generative AI untuk masuk kategori nominasi akting apa pun.
  • Naskah film wajib bersifat human-authored (ditulis oleh manusia) agar layak mendapatkan nominasi Oscar.
  • Penyelenggara berhak meminta data detail mengenai penggunaan AI untuk memverifikasi keaslian karya manusia.

Organisasi di balik Academy Awards telah merilis aturan baru untuk penyelenggaraan Oscar ke-99, termasuk beberapa poin krusial yang mengatur penggunaan Generative AI. Mengutip laporan dari TechCrunch, kebijakan ini bertujuan mempertegas batasan teknologi dalam industri kreatif film.

Melansir data dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences pada hari Jumat, pihak Academy menyatakan bahwa hanya penampilan yang "tercantum dalam penagihan legal film dan terbukti dilakukan oleh manusia dengan persetujuan mereka" yang berhak mendapatkan nominasi. Hal serupa berlaku untuk kategori penulisan naskah, di mana skenario harus merupakan karya yang ditulis oleh manusia atau human-authored.

Akademi juga menegaskan bahwa mereka memiliki wewenang penuh untuk meminta informasi tambahan mengenai penggunaan AI dalam sebuah film guna memastikan keabsahan penulis manusia di balik karya tersebut. Langkah ini diambil di tengah munculnya proyek film independen yang menggunakan versi AI dari aktor Val Kilmer, serta viralnya sosok "aktris" AI Tilly Norwood yang terus menjadi sorotan media.

Isu Generative AI sendiri bukan hal baru di Hollywood. Teknologi ini sempat menjadi poin sengketa utama dalam aksi mogok kerja aktor dan penulis pada tahun 2023. Di luar sektor film, industri literasi juga mulai melakukan pembersihan; setidaknya satu novel horor telah ditarik oleh penerbit karena terindikasi menggunakan AI, sementara berbagai grup penulis fiksi ilmiah mulai menyatakan karya berbasis AI tidak layak mendapatkan penghargaan.

Dampak bagi Indonesia

Kebijakan baru Academy Awards ini akan menjadi standar penting bagi sineas di Indonesia, terutama bagi mereka yang menargetkan pasar festival film internasional. Meski penggunaan Generative AI dapat menekan biaya produksi dalam proses pascaproduksi atau efek visual, para produser lokal kini harus lebih transparan jika ingin karya mereka diakui secara global.

Secara regulasi, hal ini juga dapat memicu pemerintah dan asosiasi kreatif di Indonesia (seperti BPI) untuk merumuskan perlindungan hak cipta yang lebih kuat bagi aktor dan penulis naskah manusia. Di sisi ekonomi, pembatasan ini menjaga nilai tawar pekerja kreatif profesional di Indonesia agar tidak tergerus oleh otomatisasi murah berbasis Machine Learning, yang saat ini mulai marak digunakan dalam pembuatan konten digital di tanah air.


Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin