Ad space available
OpenAI Segera Raih Pendanaan $100 Miliar, Valuasi Tembus $850 Miliar
OpenAI dikabarkan hampir merampungkan kesepakatan pendanaan raksasa senilai $100 miliar dari Amazon hingga Nvidia. Langkah ini akan melambungkan valuasi pembuat ChatGPT tersebut hingga lebih dari $850 miliar.

OpenAI Segera Raih Pendanaan $100 Miliar, Valuasi Tembus $850 Miliar
SAN FRANCISCO, (19 Februari 2026)
- OpenAI dilaporkan tengah memfinalisasi kesepakatan pendanaan baru senilai lebih dari $100 miliar.
- Valuasi perusahaan diperkirakan melonjak hingga lebih dari $850 miliar, didorong oleh investasi dari Amazon, SoftBank, dan Nvidia.
- Suntikan dana ini krusial bagi OpenAI untuk mengatasi tingginya cash burn sekaligus mengejar target profitabilitas melalui model bisnis baru, termasuk iklan.
OpenAI dilaporkan sedang mendekati kesepakatan untuk mengumpulkan pendanaan lebih dari $100 miliar dengan valuasi yang diprediksi melampaui $850 miliar. Melansir laporan dari Bloomberg dan TechCrunch, putaran pendanaan ini menunjukkan optimisme investor yang luar biasa terhadap masa depan Generative AI.
Kesepakatan besar ini muncul di saat OpenAI, pencipta ChatGPT, terus mengalami cash burn yang signifikan dalam upayanya mencapai profitabilitas. Sebagai bagian dari strategi monetisasi, OpenAI baru-baru ini menyatakan akan segera meluncurkan iklan di ChatGPT bagi pengguna versi gratis—sebuah langkah berisiko yang berpotensi meningkatkan pendapatan namun di sisi lain bisa mengganggu pengalaman pengguna.
Para investor tampaknya menganggap risiko tersebut layak diambil. Valuasi terbaru ini bahkan $20 miliar lebih tinggi dari ekspektasi awal sebesar $830 miliar. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, nilai pre-money perusahaan akan tetap berada di angka $730 miliar.
Daftar Investor Raksasa
Gelombang pertama pendanaan ini kabarnya berasal dari nama-nama besar di industri teknologi global. Amazon dikabarkan tengah dalam pembicaraan untuk menyuntikkan dana hingga $50 miliar. SoftBank menyusul dengan rencana investasi sebesar $30 miliar, sementara Nvidia—raksasa di balik GPU untuk Machine Learning—hampir menyepakati angka $20 miliar.
Microsoft, sebagai mitra strategis lama, juga akan berpartisipasi dalam putaran ini. Selain itu, sejumlah perusahaan Venture Capital (VC) dan sovereign wealth funds (dana kekayaan kedaulatan) diperkirakan akan menyusul di tahap akhir, yang berpotensi membawa total dana terkumpul menjadi jauh lebih tinggi.
Dampak bagi Indonesia
Valuasi OpenAI yang mencapai $850 miliar (setara dengan kurang lebih Rp13.345 triliun) menegaskan bahwa dominasi AI Agent dan LLM akan semakin kuat di panggung global, termasuk di pasar Indonesia. Bagi pelaku industri di tanah air, ada beberapa poin penting:
- Akselerasi Infrastruktur Digital: Investasi besar ini akan memacu pengembangan Data Center dan infrastruktur Cloud Computing yang lebih canggih, yang secara tidak langsung akan memengaruhi kecepatan adopsi teknologi AI di perusahaan-perusahaan lokal.
- Perubahan Lanskap Pemasaran: Rencana peluncuran iklan di ChatGPT akan membuka celah baru bagi digital marketer di Indonesia untuk menjangkau audiens melalui platform berbasis percakapan pintar.
- Ketergantungan pada Teknologi Global: Dengan pendanaan masif ini, OpenAI semakin mengukuhkan posisinya sebagai standar industri, sehingga pengembang lokal perlu memperkuat kapabilitas dalam Prompt Engineering dan integrasi API OpenAI untuk tetap kompetitif.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


