Ad space available
OpenAI Luncurkan Safety Fellowship, Fokus pada Keamanan dan Alignment AI
OpenAI resmi membuka pendaftaran OpenAI Safety Fellowship untuk mendukung riset independen terkait keamanan AI. Program ini menawarkan dukungan komputasi dan bimbingan bagi para ahli global.

OpenAI Luncurkan Safety Fellowship, Fokus pada Keamanan dan Alignment AI
SAN FRANCISCO, (06/04/2026)
- OpenAI Safety Fellowship adalah program pilot untuk mendukung riset independen dalam bidang keamanan dan alignment sistem AI.
- Peserta akan mendapatkan stipend bulanan, dukungan compute, dan akses API mulai September 2026 hingga Februari 2027.
- Pendaftaran dibuka hingga 3 Mei 2026 bagi para peneliti dengan latar belakang Computer Science, Cybersecurity, hingga ilmu sosial.
Mengutip laporan resmi dari OpenAI, perusahaan riset kecerdasan buatan tersebut baru saja mengumumkan pembukaan pendaftaran untuk OpenAI Safety Fellowship. Melansir data dari pengumuman resminya, program ini dirancang sebagai inisiatif pilot untuk mendukung peneliti, insinyur, dan praktisi eksternal dalam mengejar riset berorientasi dampak tinggi pada aspek keamanan dan alignment sistem AI tingkat lanjut.
Program ini dijadwalkan berlangsung dari 14 September 2026 hingga 5 Februari 2027. OpenAI mencari kandidat yang tertarik pada isu-isu keamanan yang krusial bagi sistem saat ini maupun masa depan. Area prioritas mencakup Safety Evaluation, etika, Robustness, Scalable Mitigations, Privacy-Preserving Safety Methods, Agentic Oversight, hingga penanganan penyalahgunaan tingkat tinggi (High-Severity Misuse).
Para fellows akan bekerja sama dengan mentor dari OpenAI dan berinteraksi dengan komunitas peneliti lainnya. Fasilitas kerja akan tersedia di Berkeley, namun OpenAI juga mengizinkan peserta untuk bekerja secara remote. Di akhir program, peserta diharapkan menghasilkan output riset yang substansial, seperti makalah ilmiah, benchmark, atau dataset. Selain bimbingan, program ini mencakup stipend bulanan dan dukungan compute yang signifikan.
Rekrutmen ini terbuka bagi individu dari berbagai latar belakang, termasuk Computer Science, ilmu sosial, Cybersecurity, privasi, dan HCI (Human-Computer Interaction). OpenAI menekankan bahwa kemampuan riset dan eksekusi teknis lebih diutamakan dibandingkan kredensial formal tertentu. Pendaftaran resmi ditutup pada 3 Mei, dengan pengumuman hasil seleksi pada 25 Juli 2026.
Dampak bagi Indonesia
Peluncuran OpenAI Safety Fellowship ini memberikan peluang besar bagi akademisi dan praktisi AI di Indonesia untuk terlibat dalam standar keamanan global. Mengingat pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo terus memperkuat regulasi etika AI, partisipasi peneliti lokal dalam program ini dapat membantu transfer pengetahuan terkait Alignment yang relevan dengan konteks lokal.
Meskipun stipend diberikan dalam USD, nilai dukungannya sangat signifikan jika dikonversi ke Rupiah (asumsi kurs Rp16.000/USD), yang dapat menutupi biaya operasional riset secara penuh. Selain itu, akses terhadap infrastruktur Cloud Computing dan GPU tingkat tinggi dari OpenAI menjadi solusi krusial bagi peneliti Indonesia yang sering terkendala keterbatasan perangkat keras (hardware) di dalam negeri untuk melatih model Machine Learning skala besar.
Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.
Ad space available
Ditulis oleh
Tim Rekayasa AI
Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.


