Advertisement

Ad space available

Berita AI

OpenAI Hapus Fitur Belanja Langsung di ChatGPT, Gagal Saingi Amazon?

OpenAI memutuskan untuk menghentikan fitur Instant Checkout yang memungkinkan pengguna berbelanja langsung melalui interface ChatGPT. Kini, perusahaan beralih fokus menjadikan chatbot tersebut sebagai pusat riset informasi produk.

Tim Rekayasa AI
Penulis
24 Maret 2026
4 min read
#OpenAI#ChatGPT#AI Agent#E-commerce#Fintech
OpenAI Hapus Fitur Belanja Langsung di ChatGPT, Gagal Saingi Amazon?

OpenAI Hapus Fitur Belanja Langsung di ChatGPT, Gagal Saingi Amazon?

SAN FRANCISCO, (24 MARET 2026)

Key Takeaway
  • OpenAI resmi menghentikan pengembangan mandiri fitur "Instant Checkout" karena rendahnya adopsi pengguna dan masalah fleksibilitas bagi merchant.
  • ChatGPT kini dialihkan fungsinya menjadi hub informasi dan riset konsumen (product discovery) daripada portal transaksi langsung.
  • Strategi ini tetap didukung oleh Agentic Commerce Protocol (ACP) yang dikembangkan bersama Stripe untuk standarisasi data belanja berbasis AI.

Ambisi OpenAI untuk mengubah ChatGPT menjadi pusat e-commerce layaknya Amazon tampaknya belum berjalan sesuai rencana. Mengutip laporan dari TechCrunch, perusahaan mengumumkan bahwa mereka mulai meninggalkan fitur Instant Checkout, yang sebelumnya memungkinkan pengguna membeli barang secara langsung di dalam interface chatbot tersebut.

Melansir data dari pengumuman resmi OpenAI pada Selasa, fitur yang diluncurkan tahun lalu ini awalnya diposisikan sebagai asisten belanja pintar yang menghubungkan konsumen langsung ke vendor. Namun, dalam perjalanannya, fitur tersebut tidak memberikan fleksibilitas yang cukup bagi para pedagang.

"Kami menemukan bahwa versi awal Instant Checkout tidak menawarkan tingkat fleksibilitas yang kami harapkan, sehingga kami mengizinkan merchant untuk menggunakan pengalaman checkout mereka sendiri sementara kami memfokuskan upaya pada product discovery," jelas OpenAI dalam blog resminya.

Perubahan Strategi Menuju Riset Produk

Keputusan ini menyusul laporan dari The Information dan CNBC yang menyebutkan bahwa pengguna ChatGPT jarang menggunakan chatbot tersebut untuk benar-benar menyelesaikan transaksi pembelian. Sebuah studi pada Oktober lalu bahkan menemukan bahwa trafik rujukan dari ChatGPT ke situs e-commerce tidak menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi para vendor.

Alih-alih menjadi portal belanja, OpenAI kini mengarahkan ChatGPT untuk menjadi pusat informasi konsumen yang tersentralisasi. Dengan cara ini, pengguna akan melihatnya sebagai alat riset perantara yang membantu mereka membandingkan produk, harga, fitur, hingga ulasan secara side-by-side sebelum akhirnya diarahkan ke situs web merchant untuk melakukan pembayaran.

Pengalaman belanja baru ini didukung oleh Agentic Commerce Protocol (ACP), sebuah standar terbuka untuk e-commerce yang dikembangkan bersama raksasa Fintech Stripe. Protokol ini memanfaatkan data dari merchant untuk memberikan informasi yang lebih akurat kepada AI Agent yang melayani pengguna.

Dampak bagi Indonesia

Pergeseran fokus OpenAI dari transaksi langsung ke arah penemuan produk memiliki implikasi menarik bagi pasar digital di Indonesia:

  1. Dominasi E-commerce Lokal Tetap Terjaga: Dengan batalnya ChatGPT menjadi portal belanja langsung, platform seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada di Indonesia tidak akan menghadapi ancaman disrupsi instan dari integrasi chatbot global. Pengalaman belanja tetap akan berpusat pada aplikasi e-commerce lokal.
  2. Peluang SEO Generative AI: Pelaku bisnis di Indonesia, terutama UMKM yang sudah go digital, perlu mulai mengoptimalkan katalog produk mereka agar kompatibel dengan standar Generative AI. Jika ChatGPT menjadi alat riset utama, produk lokal yang terindeks dengan baik dalam sistem product discovery OpenAI akan mendapatkan eksposur lebih besar ke pasar internasional maupun domestik.
  3. Kesiapan Infrastruktur Pembayaran: Mengingat metode pembayaran seperti QRIS dan dompet digital (E-wallet) sangat dominan di Indonesia, fitur checkout asli AS seperti yang dikembangkan OpenAI dan Stripe memang menghadapi hambatan integrasi lokal yang besar jika ingin digunakan secara luas oleh konsumen tanah air.

Artikel ini akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Join Komunitas Rekayasa AI di Discord untuk diskusi lebih lanjut.

Advertisement

Ad space available

✍️

Ditulis oleh

Tim Rekayasa AI

Kontributor Rekayasa AI yang passionate tentang teknologi AI dan dampaknya di Indonesia.

Bagikan:𝕏fin